
Pada akhirnya setelah patah hati karena dibohongi oleh Farhan, Shireen bisa move on juga dia bisa menerima kenyataan bahwa dia dan Farhan memang tidak bisa bersatu.
"Gini dong senyum, Lo mau ketemu mertua Lo masak cemberut mulu" mereka adalah sahabatku yang selalu mendukung apapun keputusanku bahkan kini mereka bahagia saat aku memberitahu bahwa aku dan Ryuga akan menikah.
"Iya nih Lo calon pengantin, harus banyak senyum auranya biar keluar" benar kata Andin aku harus banyak senyum agar banyak nantinya yang memujiku.
"Doain ya semoga mama papa mas Ryuga merestui hubungan kami, ya walaupun kami kenal belum ada satu bulan tapi gue yakin mas Ryuga terbaik" apakah ini yang dinamakan jodoh datang tidak mengenal waktu lihatlah kami bertemu saat acara fashion show lalu dia kerumah memintaku.
"Semoga berhasil ya, udah Lo harus semangat Lo harus bisa menyakinkan orang tua pak Ryuga" benar mereka harus yakin bahwa putranya tidak salah memilihku,aku bisa menjadi istri yang baik nantinya.
Sore harinya dimana Ryuga dan Shireen akan pergi ke kota x, dengan membawa kendaraan sendiri tidak cukup jauh kemungkinan 7 jam akan ditempuh, awalnya Ryuga mengajaknya untuk naik pesawat namun Shireen lah yang meminta untuk membawa mobil, dia bisa bergantian dengan Ryuga.
Dan ternyata Ryuga bersama asistennya, pak Tio mereka seumuran sahabat dari sekolah juga, Ryuga duduk di kursi depan dan Shireen duduk belakang.
Memang pulang kampung harus mengajak asistennya ya, mungkin kalau hanya berdua takut kenapa-napa di tengah perjalanan jadi Ryuga memilih mengajak Tio.
"Jangan kepincut sama pak Ryuga bu Shireen, dia seperti playboy kan" memang daripada hening Tio membuat suasana menjadi cair, dia sengaja menggoda
"Apa seperti itukah pak Tio, memang wajahnya seperti seorang playboy bukan" kenapa sekarang Ryuga terkena bully oleh keduanya perasaan sahabatnya dan calon istrinya menjadi besti.
"Cuma kamu satu-satunya,bohong banget perkataan Tio nih" Ryuga pun tidak terima dikatakan sebagai playboy,masak dirinya playboy udah kerena gini juga.
Setelah berhenti untuk makan, istirahat dan lain-lain perjalanan yang mereka tempuh hampir 8 jam, dan kini sampailah Ryuga dan Shireen di halaman rumah keluarga Ryuga, rumahnya sederhana minimalis.
"Ayo masuklah, jangan takut ada saya" Ryuga mengandeng tangan Shireen, hingga mereka memasuki rumah Keluarganya.
__ADS_1
"Abang Ryuga, pulang juga" seorang gadis cantik memeluk Ryuga, dia adalah adik perempuan Ryuga yang bernama Latisha Becky Arianna Elimar dia sendiri sudah bekerja di perusahaan sekaligus menjadi seorang pemilik usaha.
Tapi ada yang mirip lagi Shireen heran apakah mereka berdua kembar, iya yang memakai baju hitam adalah Latikha Becca Brianna Eliana, yang berusia 23 tahun.
"Kakak cantik ini siapa bang, tidak biasanya abang membawa seorang perempuan kerumah" Latikha dia mulai penasaran tentang siapa yang Ryuga bawa, kenapa sangat cantik.
"Kakak ini seorang model ternama itu kan, dan designer terkenal yang punya Zoyla Boutique dan Zoyla Cosmetics kan kak, wah gak nyangka kakak kemari " bahkan sekarang ganti Latisha yang memujinya.
"Kalian berdua juga cantik, jangan terlalu memujiku aku hanya perempuan biasa sama seperti kalian" Shireen tersenyum menatap kedua adik Ryuga ini, sangat cantik sekali sama dengan Shireen.
"Btw kakaknya capek biar istirahat,ayo anterin ke kamar abang, saya tinggal mencari orang tua saya dulu ya" setelah berpamitan kepada Shireen, barulah Ryuga mencari kedua orangtuanya sepertinya ada di kebun.
Semoga saja orang tuanya merestui hubungan Ryuga dengan Shireen, ternyata orang tuanya pulang kerumah sebelum Ryuga menyusul ke kebun.
Mama Amy yang melihat kedua putrinya sedang mengobrol dengan perempuan yang tidak pernah tau sebelumnya,siapa dia apa dia teman putrinya,mengapa tidak pernah melihatnya.
"Dia pacar bang Ryuga ma, cantik kan kakak itu baik banget" tapi tatapan mama Amy sulit untuk diartikan, mengapa karena dia sudah ingin menjodohkan Ryuga dengan Riana, bahkan mama Amy sudah membuat janji akan bertemu orang tua Riana.
"Bagaimana ini, putraku memiliki kekasih tapi aku ingin Riana yang menjadi menantu ku" mama Amy hanya bisa berkata dalam hati, bahkan ia tau bagaimana sifat Ryuga sama persis dengan mamanya, tapi setelah perceraian kedua orangtuanya Ryuga menjadi sangat keras kepala dan pembangkangan bahkan jika kemauannya tidak dituruti dia akan memberontak, diluar menang Ryuga tidak terlihat menyeramkan tapi jika sudah amarahnya keluar bahkan menakutkan.
Latisha dan Latikha adalah adik kandung Ryuga, mereka dirumah ini memang ingin mengunjungi Ayahnya, karena bunda menyuruhnya untuk kemari.
Mama Amy sebelum bertemu dengan calon menantunya ia menemui suaminya terlebih dahulu, ia ingin menghasut suaminya agar tidak merestui hubungan Ryuga dengan perempuan itu.
"Mas Anton, aku tidak setuju dengan Ryuga jika dia menikah dengan perempuan itu, lihatlah mas dia gadis kota dan terlihat sangat manja, mana mungkin bisa mengurus Ryuga dengan baik, pasti hanya bisa menghabiskan uang Ryuga" oke racun bukan ini tapi Anton hanya mendengarkannya saja bagaimanapun Ryuga jika di tentang akan semakin memberontak.
__ADS_1
"Kamu lupa siapa Ryuga, dia putraku bahkan dia mewarisi sifatku, dulu aku menikahi bundanya juga saat itu dia juga tidak bisa apa-apa bahkan aku menikahi dia juga masih sangat muda, apa salahnya kita menerima calon istri Ryuga" Amy semakin kesal mengapa Anton mendukungnya, bagaimana caranya dia membuat perempuan itu di usir dari sini .
Saraswati Lakshmi Utami, dia adalah ibunda dari Ryuga mengapa ayah dan bunda Ryuga berpisah dikarenakan fitnah dari Amy yang membuat Anton menceraikan Saraswati, hingga Anton tau bahwa Saraswati tidak bersalah,lalu mereka kini sudah rukun namun tidak dengan Amy.
Anton segera turun menemui Ryuga, bahkan Ryuga sedang mengobrol dengan Shireen kedatangan Anton membuat Shireen melepaskan tangan Ryuga .
"Maaf ya rumah kami memang seperti ini, duduk nak jangan malu-malu" Anton tau bahwa calon menantunya agak ketakutan saat bertemu dengannya, kata siapa dia tidak punya malu lihatlah dia sangat sopan seperti Saraswati.
Datanglah Zidan dan Hana, mereka sendiri yang masih duduk di bangku kelas 3 SMA, sedangkan Hana dia masih kelas 1 SMA, perpisahan Anton dan Saraswati saat Ryuga berusia 8 tahun sedangkan adiknya saya itu masih berusia 5 tahun,cukup mengerti tapi dulu belum paham apa yang ayahnya lakukan.
"Loh dirumah kita kedatangan Model dan Arsitek ternama, wah papa mau bangun rumah ya" seorang Hana yang memang suka ceplas-ceplos seperti mama Amy.
"Bang Ryuga juga datang, apa kabar bang" Zidan menyapa abangnya yang tidak lama jumpa itu, untuk Shireen dia bingung banyak sekali adik Ryuga.
Jangan salah Zidan dan Hana adalah adik tiri Ryuga, anak dari ayah Anton dan mama Amy, rumit dulu mana Amy adalah istri kedua Anton saat dia masih berstatus sebagai suami Saraswati.
"Oh ya kedatangan Ryuga, untuk meminta restu dan izin Ryuga ingin menikahi seseorang yang bernama Shireen ini, mohon doa restunya yah, Ryuga mohon tolonglah datang kerumah Shireen untuk melamar Shireen" Anton hanya tersenyum putranya yang dulu kecil kini berani untuk ke jenjang pernikahan.
"Ayah merestuinya nak, semoga kalian bahagia untuk nak Shireen ayah titipkan Ryuga kepada kamu ya, sayangi dia dampingi dia saat dia susah maupun senang, yang nak Shireen tau Ryuga memang terlihat kejam dan pemberani tapi dia juga ada sisi rapuhnya" tiba-tiba saja mama Amy datang langsung membuat kegaduhan.
"Mama gak setuju,mama mau Ryuga dengan Riana bukan dengan gadis kota yang tidak bisa apa-apa ini" deg rasanya hancur dan sedih Shireen saat mama dari Ryuga tidak merestuinya, dulu mama Farhan juga tapi sekarang.
"Justru saya tidak butuh restu anda, apa anda lupa kesalahan anda, yang saya butuhkan restu ayah dan bunda ingat itu" Ryuga semakin kesal dengan mama Amy, semakin dia sukses semakin saja mama Amy mengaturnya.
"Apa ayah dan bunda,lalu tante galak ini siapa" aduh apa sih ini kenapa jadi rumit.
__ADS_1
"Ayah, cukup saja Ryuga ingin ke tempat bunda ayo Tisha dan Tikha" Ryuga mengandeng Shireen dan belum saja mereka disini lama sudah saja pergi, sedangkan Tio bingung kenapa Ryuga terlihat marah.
Mereka berlima menuju kediaman sang ibunda tercinta, tidak terlalu jauh kemungkinan 2 jam dari tempat sang ayah, kedua adiknya memang tidak membawa mobil jadi satu mobil dengannya.