
Mereka berjalan hingga masuk ke kantor farrel.
"ehm.. maaf aku ini sekretarismu , apa yang harus ku kerjakan ?" ucap devi berdiri di samping meja farrel
"kau hanya melakukan apa yang ku perintahkan tidak ada yang lain!" balas farrel duduk di sofa
"tidak ada yang lain?.. baiklah,,tapi kan banyak sekretaris lain bekerja di meja mereka sendiri apa aku tidak mempunyai meja kerja ku sendiri?" tanya devi
" meja ya..baiklah! besok akan ku buatkan meja khusus untukmu" ucap farrel tersenyum sembari melipat kedua kakinya
"Benarkah! terima kasih!" devi melompat kegirangan dan akibat lompatannya itu ia terjatuh ke lantai,, farrel yang melihat devi terjatuh langsung berlari ke arah devi
"awhh,, sakit" ucap devi memegang pergelangan kaki nya yang memar
" apa kau bodoh!! kenapa kau begitu ceroboh!!" teriak farrel sembari melihat pergelangan kaki devi itu
"aku kan tidak sengaja!!" teriak devi yang tak kalah dari farrel
"sudahlah ayo kita ke rumah sakit!" ucap farrel menggendong devi
" tidak usah ke rumah sakit ! luka nya akan sembuh beberapa hari lagi,, turunkan aku " ucap devi mendorong dada farrel
"diam jika kau berkata satu kata pun akan ku patahkan kakimu!" tegas farrel dengan wajah menakutkan
Devi pun terdiam mendengar kata kata farrel karena ia takut kalau kakinya akan dipatahkan oleh farrel
Farrel melangkah keluar dari kantor dan banyak karyawan yang melihat devi berada di gendongan farrel
ahh aku malu sekali!! tapi aku tidak bisa berbuat apa apa ,, batin devi sembari menenggelamkan kepalanya di dada farrel
__ADS_1
Farrel melangkah keluar dari perusahaan dan memasukkan devi ke dalam mobil dengan berhati hati dan farrel masuk ke dalam mobil
mereka pergi dari perusahaan dan menuju rumah sakit kota
* Sampainya di rumah sakit*
Farrel memarkirkan mobilnya dan turun dari mobil serta menggendong devi keluar dari mobil
Meraka melangkah masuk ke dalam.rumah sakit
"Dimana dokter! apakah tidak ada dokter disini!" teriak farrel yang membuat semua orang melihat ke arahnya
ampun deh dia membuat onar disini,, batin devi
"ah..tu... tuan muda farrel" ucap salah satu dokter yang berlari ke farrel
"ada yang bisa saya bantu tuan" ucap dokter itu dengan ketakutan
"ahh maafkan saya tuan saya tidak melihatnya ,, kalau begitu ikuti saya ke ruangan tuan" ucap sang dokter
Farrel mengikuti dokter itu menuju ruangan dan di dalam ruangan..
"silahkan tuan " ucap dokter dengan tangannya menunjuk ranjang yang kecil
Namun farrel hanya terdiam sehingga membuat dokter itu berkeringat ,, devi yang melihat itu hanya menghela napas
" hey,, apa kau tidak lihat dokter itu menyuruhmu untuk meletakkan ku di ranjang itu" ucap devi pada farrel
Kemudian farrel melatakkan devi di atas ranjang untuk di periksa
__ADS_1
Dokter itu memeriksa kaki devi dengan teliti
"tidak ada masalah yang serius tuan hanya memar biasa saja dengan istirahat yang cukup memar nya akan sembuh beberapa hari lagi,, sebentar saya akan buatkan salepnya" ucap sang dokter
"kan sudah ku bilang beberapa hari lagi memar nya akan sembuh" devi mengoceh pada farrel
"ya sudahlah,, apa kau tidak bisa diam" tanya farrel
Devi terdiam dan memajukan bibir nya farrel tersenyum melihat devi
tak lama dokter pun datang "Ini tuan salep nya di pakai dua kali sehari"
" terima kasih dokter" ucap devi tersenyum
" jangan tersenyum lama lama kau harus mengobati lukamu dulu baru tersenyum" ucap farrel
Farrel mengambil salep itu dan menggendong devi keluar dari rumah sakit
Mereka melangkah dan masuk ke dalam mobil
"kita mau kemana?" tanya devi
"ke villa ku" jawab farrel tersenyum
"kenapa kau membawa ku ke villa mu , aku kan punya rumah kau bisa mengantarku ke rumah ku" ucap devi
" kalau aku mengantarmu ke rumah mu, kau tidak akan memakai salep yang di berikan dokter tadi ,,dan kau akan tetap di villa ku sampai lukamu sembuh" ucap farrel kembali tersenyum
hahh memang dia sudah gila ,, batin devi
__ADS_1
______________________________________________
Heyyo kawan semoga kalian suka dengan ceritanya mohon maaf kalau ada yang tidak cocok mohon dukungannya🙏🙏 dan tunggu kelanjutan ceritanya😊