
Setelah selesai makan devi memegang perut nya karena kekenyangan ,, semua makanan yang ada di meja sudah dilahap habis oleh devi
"eeeekkk" devi bersendawa
"apa kau sudah kenyang? kalau belum,, akan ku suruh pelayan memasak makanan lagi untukmu" ucap farrel menopang dagunya dengan tangan kirinya dan tersenyum meledek
"apa kau tidak lihat aku sudah menghabiskan seluruh makanan yang ada di meja ini ,hingga aku tidak bisa berdiri karena kekenyangan" ucap devi
Farrel berdiri dari duduk nya dan langsung menggendong devi sentak devi kaget
"hei kenapa kau menggendong ku!?" teriak devi
"Tapi kau bilang kau tidak bisa berdiri karena kekenyangan yasudah lebih baik aku menggendongmu" ucap farrel sembari tersenyum
"ya tapi kan tidak harus di gendong kau bisa memapahku!" teriak devi mendorong dada farrel
"tapi aku lebih suka menggendong mu daripada memapahmu" ucap farrel tersenyum lalu membawa devi ke atas dan masuk ke kamar
"tunggu tunggu" ucap devi memberhentikan langkah farrel yang hendak masuk ke dalam kamar
"kenapa masuk ke kamar?" tanya devi
" ya kan ini sudah larut malam kau harus tidur" balas farrel
"aku tidak mau masuk ke dalam kamar aku mau menghirup udara segar" ucap devi
"baiklah" farrel membawa devi ke balkon
" hei turunkan aku bagaimana aku bisa menghirup udara segar kalau kau terus menggendongku" ucap devi
Farrel menurunkan devi ke lantai dan kemudian devi melihat pemandangan kota yang sangat indah dari atas
__ADS_1
"tuan apa kau tinggal sendirian disini?" tanya devi menoleh pada farrel
"aku tidak sendirian banyak pelayan yang tinggal disini" balas farrel
"ya maksudku apa kau tidak punya saudara dan dimana orang tua mu?" tanya devi lagi
" aku punya adik perempuan dia kuliah di luar negeri ayahku sudah meninggal dan ibuku tinggal di rumahnya bersama bibiku" balas farrel
"kenapa kau tidak tinggal bersama ibumu?" tanya devi
"kenapa kau punya banyak sekali pertanyaan?" ucap farrel
"jawab dulu pertanyaanku" ucap devi dengan wajab nya yang imut
"baiklah..aku hanya ingin tinggal disini itu saja" balas farrel
"tidak mungkin hanya itu saja pasti ada alasan lain" ucap devi dengan wajah yang penuh selidik
" hah ,,aku punya satu pertanyaan lagi ,, kenapa semua orang memanggilmu dengan panggilan tuan muda kenapa tidak memanggilmu dengan panggilan presdir saja?" tanya devi dengan wajah yang serius
"aku tidak suka dengan panggilan presdir aku lebih suka dipanggil dengan panggilan tuan muda" farrel tersenyum ke arah devi
"ohh" devi menganggukkan kepala nya
"Dan kau ,, kau lebih suka dipanggil dengan panggilan apa?" tanya farrel
"aku... ,, devi mini! aku suka kalau dipanggil dengan panggilan devi mini karena aku bertubuh mini" ucap devi
"Devi mini.. panggilan yang sangat jelek" ucap farrel
"kau pikir nama panggilan mu tidak jelek? nama panggilan mu lebih jelek daripada nama panggilanku!" devi marah dan memajukan bibirnya
__ADS_1
Farrel tersenyum melihat devi marah dengan wajah imutnya
"bagaimana kalau aku memanggilmu dengan panggilan devi cute?" ucap farrel tersenyum hangat ke arah devi
"ter..terserah mu saja" devi salah tingkah dan wajahnya memerah karena farrel memanggilnya dengan sebutan cute
Kemudian devi berlari pergi meninggalkan balkon dan ia tersandung dan terjatuh ke lantai
"awhh.." devi meringis kesakitan
Farrel langsung berlari ke arah devi "mana yang sakit bilang padaku" tanya farrel dengan
wajah yang khawatir
"kaki ku..." ucap devi dengan wajah yang menyedihkan
"aishh.. sekarang kedua kakimu terluka kenapa kau begitu ceroboh?" ucap farrel
Devi hanya diam membisu,, kemudian farrel menggendong devi masuk ke dalam kamar
dan meletakkannya di ranjang yang empuk dan menarik selimut ke tubuh devi
"istirahatlah besok kau tidak perlu bekerja" ucap farrel kemudian pergi keluar dan menutup pintu kamar
kenapa dia baik sekali padaku? padahal aku hanyalah sekretarisnya , batin devi
Kemudian menutup mata dan mulai tertidur lelap
______________________________________________
Haii teman semoga kalian suka dengan cerita ini😊😊dan tunggu cerita selanjutnya😁
__ADS_1