
"awh! perut ku sakit sekali" ucap devi kemudian ia bangun dari ranjang dan masuk ke dalam kamar mandi
*Di dalam kamar mandi*
Devi membuka celana dan celana dalam nya , namun begitu ia membuka celana dalam nya ia melihat bercak darah yang menempel di celana dalam nya tersebut , "astaga, aku mens" ucap devi
Kemudian ia keluar dari kamar mandi dan ia memanggil sisi dari dalam kamar "sisi!!" teriak devi
Sisi yang mendengar nama nya dipanggil langsung berlari naik ke atas dan datang menghampiri devi "ya nona" ucap sisi
"sisi apa kau punya pembalut?" tanya devi pada sisi
"pembalut? seperti nya ada nona , tapi kayak nya tinggal satu" ucap sisi
"gak apa, apa aku boleh minta?" tanya devi
"tentu saja nona , sebentar akan ku ambil kan" ucap sisi
"iya, makasih , cepat ya" ucap devi tersenyum
Kemudian sisi berlari turun dari tangga dan masuk ke dalam kamar nya
Namun di luar...
Farrel pulang dari perusahaan dan memarkirkan mobil nya di dalam halaman villa , di halaman banyak pelayan yang menyambut kedatangan farrel tapi tidak dengan sisi ia tidak berbaris di halaman ia mencari pembalut yang di minta oleh devi
Farrel keluar dari mobil dan semua pelayan menyambut kedatangan nya , kemudian farrel masuk ke dalam villa dan bertanya pada pak breh " dimana devi" tanya farrel
"nona devi berada di dalam kamar tuan" jawab pak breh
__ADS_1
Tapi, di tengah percakapan farrel dan pak breh tiba tiba saja sisi berlari menaiki tangga tanpa mengetahui bahwa di belakang nya sedang ada farrel , ia tidak mengetahuinya
Ia berlari masuk ke dalam kamar , farrel melihat sisi yang berlari masuk ke dalam kamar, lalu ia berjalan menaiki anak tangga menuju kamar
*Sementara devi*
Sisi masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamar "ini nona hanya sisa satu"ucap sisi yang menyerahkan satu pembalut pada devi
"tidak apa , kalau begitu aku akan ke kamar mandi dulu, bisakah kau membelikan pembalut untuk ku?" tanya devi
"bisa nona" jawab sisi
"baiklah terima kasih" devi tersenyum lalu masuk ke dalam kamar mandi
Sisi keluar dari kamar , namun begitu ia keluar dari kamar ia terkejut karena farrel berada di hadapan nya
"tu..tu..tuan" ucap sisi ketakutan
"e..umm.., itu nona sedang mens dan ia meminta aku untuk membelikan pembalut tuan" jawab sisi
"biar aku saja yang beli kau pergi kembali ke dapur" ucap farrel
"ba..baik tuan, saya permisi" kemudian sisi pergi menuruni tangga menuju dapur
Kemudian farrel mengambil ponsel nya dan menghubungi revan
"revan beli semua jenis pembalut yang ada di supermarket, sekarang jangan membantah" ucap farrel tegas
"ba..baik tuan" jawab revan, kemudian farrel mematikan ponsel nya
__ADS_1
*Sementara revan*
hahh.., ini sangat memalukan , bagaimana mungkin seorang pria yang tampan ini datang ke supermarket hanya untuk membeli pembalut, ahhh ini sangat memalukan, batin revan
Lalu revan masuk ke dalam mobil dan pergi menuju supermarket
Farrel yang masih diam di depan pintu kamar , masuk ke dalam kamar dan duduk di ranjang
Devi kemudian keluar dari kamar mandi "eh! sejak kapan kau ada disini?" tanya devi yang kaget melihat farrel sudah ada di kamar, lalu ia berjalan mendekati farrel
"sejak tadi , kau mens?" tanya farrel
"bagaimana kau bisa tahu" ucap devi
"ya bisa lah , aku kan bisa membaca pikiran orang " ucap farrel tersenyum
"ciaelah, bilang saja kau tahu nya dari sisi" ucap devi
"sisi? pelayan yang tadi masuk ke dalam kamar?" tanya farrel
"ya, aku suka dengan nya " ucap devi
"benarkah?" ucap farrel
"iya" jawab devi
continued...
__________________________________________
__ADS_1
Haiii semoga kalian suka ya dengan kelanjutan cerita nya☺ , mohon maaf jika ada kesalahan kata yang tidak mengenakkan hati 🙏🙏dan juga mohon dukungan nya ya😊