
*Sampainya di villa*
Hari menjelang malam, mobil farrel masuk ke halaman villa nya seluruh pelayan dan revan langsung berlari dan berdiri di dekat mobil farrel
Farrel turun dari mobil " selamat datang Tuan Muda" ucap pak breh sang kepala pelayan
"selamat malam tuan" ucap revan
Devi membuka pintu mobil dan hendak turun dari mobil tapi farrel berlari ke arah devi dan langsung menggendong devi
"hei, kau tidak perlu menggendongku aku bisa jalan sendiri!" ucap devi mendorong dada farel
"apa kau tidak bisa diam? ,,kaki mu sedang terluka dan kau masih mau berjalan sendiri?" ucap farrel menasihati devi
Devi langsung terdiam dan menutup wajahnya sembari menenggelamkan kepalanya di dada farrel
Farrel tersenyum melihat devi dan langsung masuk ke dalam villa
Baru pertama kalinya aku melihat tuan muda tersenyum seperti itu , senyuman itu muncul pada saat nona devi datang,,, jurus apa yang di pakai nona devi sehingga membuat tuan dekat dengan nya,, batin revan
Di sisi lain farrel membawa devi masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan devi di atas ranjang yang sangat empuk
"Sini kaki mu " ucap farrel
"kenapa ku berikan kaki ku padamu, apa kau mau mematahkannya?" tanya devi dan langsung memegang kedua kakinya
Farrel tergelak mendengar ucapan devi hingga tawa nya itu kedengaran sampai luar
Sementara di ruang tamu...
hah kaget aku ,, apakah itu suara tawa nya tuan? itu terdengar dari kamar nya,, baru pertama kalinya aku mendengar tuan muda tertawa seperti itu,, ihh merinding aku.. batin revan
__ADS_1
*Flashback
" untuk apa ku patahkan kaki mu? aku mau mengobati kaki mu yang terluka itu " ucap farrel sambil tertawa
"Tadi siang di rumah sakit kau bilang mau mematahkan kaki ku" ucap devi lagi
"Tadi itu aku hanya bercanda,, sudahlah sini kaki mu biar ku obati" farrel mengeluarkan salep dari saku nya dan mengambil perban
Devi memberikan kaki nya dengan berhati hati,, farrel yang melihat itu langsung menarik kaki devi
"hei! apa kau tidak bisa pelan pelan menariknya sakit tau..!" teriak devi
"iya maaf maaf ,, mana yang sakit biar ku obati juga" ucap farrel memeriksa kaki devi dan mengoleskan salep nya di kaki devi
Wajah devi memerah dan jantung nya berdegup kencang setelah mendengar ucapan farrel
Farrel melihat wajah devi memerah " kenapa wajah mu memerah apa kau demam?" ucap farrel kemudian menempelkan tangannya di dahi devi
"tidak apa apa aku hanya kepanasan" ucap devi memegang wajahnya
"sudah selesai " ucap farrel senang melihat
ikatan perbannya
Devi melihat ikatan perban itu dan ia tergelak
"hahaha... apa ini kenapa kau mengikatnya sampai ke ujung kaki? hahah.." devi tertawa dengan keras
Farrel marah ketika melihat devi mengejek hasil ikatan perbannya
"Jika kau tertawa sekali lagi akan ku patahkan betul kaki mu" ucap farrel dingin
__ADS_1
Devi langsung menutup mulut nya dan tersenyum ke arah farrel " Tuan muda yang cool dan sangat tampan jangan marah marah dongg" ucap devi dengan wajah imutnya ,, amarah Farrel menghilang setelah melihat wajah imut devi
"sudah ayo turun ke bawah" ucap farrel menggendong devi keluar dari kamar dan langsung turun ke bawah
Dibawah,, meja makan sudah penuh dengan semua jenis makanan
Devi yang melihat semua makanan itu langsung menelan ludah "glekk" Farrel yang mendengar itu hanya tersenyum
" apa kau lapar sekali?" tanya farrel
"hemm..dari pagi aku belum ada makan" ucap devi menganggukkan kepalanya
Farrel melangkah ke meja makan dan meletakkan devi di kursi yang bersebelahan dengan kursi farrel kemudian farrel duduk di kursinya
"hmm.. apa aku boleh makan semuanya?" tanya devi dengan mata yang berbinar binar melihat semua makanan itu
" silahkan ,, kalau kurang kau bisa memintanya lagi" ucap farrel
Tanpa berbasa basi lagi devi langsung melahap semua makanan yang ada di depannya
Farrel yang melihat devi yang sangat lahap hanya tersenyum
"apa kau tidak makan? hati hati kalau kau tidak menjaga makananmu aku akan melahap habis semua makanan mu" ucap devi kemudian melanjutkan makannya
" makan lah aku bisa makan nanti" ucap farrel tersenyum hangat
" Baiklah kalau begitu jangan salah kan aku kalau aku melahap semua makanan mu" ucap devi lagi
"iya" farrel mencubit pipi devi yang tembem itu
Devi tidak memperdulikan pipi nya yang di cubit ia hanya sibuk dengan makanannya
__ADS_1
______________________________________________
Haii, semuanya semoga kalian suka ๐๐ dan mohon dukungannya๐๐