
Begitu memasuki sekolah dan berjalan di koridor-koridor sekolah, semua murid-murid langsung memperhatikan mereka semua dan Julicia bisa melihat bahwa semua murid-murid itu memperlihatkan tatapan kasihan mereka.
Beberapa bahkan berbisik-bisik tentang kemalangan Julicia yang akan menjadi bahan Bulian dari 3 murid yang berjalan bersama-sama dengan Julicia.
Tetapi Julicia tidak terlalu mempedulikannya dan dia hanya menghela nafas sembari terus melangkahkan kakinya dengan bibir bawahnya yang terus ia gigit.
'Tahanlah sebentar Julicia, Pokoknya kau hanya perlu mendapatkan dua pujian dari Ketiga murid ini agar kau bisa mendapatkan hadiahnya dan berubah menjadi cantik!!!' ucap Julicia dalam hati sembari mereka memasuki kelas Lalu Julicia langsung diantar oleh Ketiga murid itu untuk duduk di mejanya.
Ika yang tiba di sana langsung melihat meja Julicia yang penuh dengan coretan-coretan lalu gadis itu berkata, "wohh,,, mejamu sangat estetik. Aku bahkan ingin memiliki meja yang seperti ini. Apa tulisan di sini??" Ika melihat salah satu tulisan yang ada di sana Lalu dia kemudian berkata, "gadis gemuk jelek dan menjijikkan, seharusnya tidak pernah bersekolah di sini!!!"
Semua murid dalam kelas langsung tertawa mengejek kepada Julicia ketika Ika selesai membaca tulisan yang tertera pada meja milik Julicia.
Julicia bisa merasakan cibiran semua orang-orang, tetapi Julicia tidak mengatakan apapun karena dia merasa senang bahwa angka 3 yang ada di sistem no name kini berubah menjadi angka 4 yang artinya bahwa hanya satu pujian lagi lalu dia berhasil menyelesaikan misinya.
"Hei,, sudah jangan mengganggunya, biarkan dia belajar dengan giat supaya nanti di jam istirahat kita bisa bermain petak umpet." Ucap Nila kemudian diangguki oleh kedua temannya lalu mereka meninggalkan meja Julicia.
Julicia menghilang nafas dengan lega lalu dia menatap semua tulisan-tulisan di atas mejanya dan dia menggelengkan kepalanya sambil mengambil tasnya untuk mengeluarkan buku pelajarannya.
'Jangan perdulikan apapun, sekarang hanya butuh satu pujian lagi lalu aku akan mendapatkan hadiahnya!!!' ucap Julicia dalam hati sembari berusaha menguatkan dirinya sendiri bahwa dia harus berhasil dalam setiap misinya.
__ADS_1
Pelajaran hari itu berjalan dengan cukup lancar, dan akhirnya jam istirahat tiba, lalu Julicia langsung diajak oleh Nila beserta kedua temannya untuk pergi ke belakang sekolah di mana di tempat itu terdapat taman sekolah yang Tentu saja tidak berani ditempati oleh murid-murid biasa dan hanya murid-murid tukang bully yang ada di sana.
Biasanya, di taman yang agak rindang itu mereka akan membully anak-anak culun di sana sehingga tidak akan kelihatan oleh para guru-guru sebab pohon-pohon dan tanaman hias yang ada di sana akan menghalangi pandangan.
Ketika Julicia tiba di sana, dia bisa melihat beberapa murid-murid populer sedang bersama dengan murid-murid yang tampak ketakutan, lalu dia bahkan melihat salah satu murid sedang dirampas semua uangnya.
'Astaga,,,' Julicia merasa ketakutan, apalagi ketika dia mengingat kejadian yang ia lihat di belakang sekolah saat pembullyan yang berakhir menjadi pelecehan.
'Oh ya, salah satu misiku juga ialah menyelamatkan gadis itu, tetapi aku harus terbebas dulu dari Ketiga murid menyebalkan ini baru bisa pergi untuk melihatnya ke kelas 2.5.' ucap Julicia dalam hati yang kembali mengingat salah satu misinya yang harus ia kerjakan mulai hari itu juga.
"Ahh,, ini tempat sempurna untuk bermain petak umpet. Bagaimana kalau yang pertama menjaga adalah aku???" Ucap Ika langsung membuat Nila dan Emily tersenyum.
"Baiklah, aku akan memberikan waktu selama 1 menit untuk bersembunyi, dan orang pertama yang ku temukan akan menjadi orang yang kalah dan harus mendapatkan riasan di bagian matanya!!!" Ucap Ika langsung membuat Julicia mengerti apa yang sedang direncanakan oleh ketiga gadis itu.
Tetapi dia tidak ada waktu untuk berpikir lagi, karena Ika langsung menutup matanya lalu Emily dan juga Nila kini berlari untuk mencari tempat persembunyian.
Maka begitu, Julicia juga pergi mencari tempat persembunyian dan dia menemukan sebuah pohon besar yang bisa membantunya untuk bersembunyi di belakang pohon besar itu.
Para murid-murid yang ada di sana langsung memperhatikan mereka dan setelah waktu 1 menit habis, maka murid-murid itu langsung menunjuk ke arah pohon besar di mana Julicia sedang bersembunyi.
__ADS_1
Ika langsung tersenyum, jadi dia langsung berjalan ke arah pohon besar itu untuk menemui Julicia.
Sementara Julicia yang duduk di balik pohon besar itu, dia menggigit bibir bawahnya sambil berpikir, 'Apakah aku harus ditemukan untuk mendapatkan pujian itu ataukah aku tidak ditemukan supaya mendapat pujian?'
Julicia merasa sangat bingung, mana diantara dua pilihan itu yang akan membuatnya mendapat pujian terakhir yang bisa menyelesaikan misinya.
Tetapi, dia belum menemukan jawaban untuk pertanyaannya ketika akhirnya Ika sudah berdiri di depannya hingga membuat Julicia sangat terkejut.
"Aku menemukanmu!!!" Ucap Ika sembari tersenyum mencibir pada perempuan di depannya.
Julicia sangat terkejut jadi dia memperlihatkan wajah ketakutannya hingga membuat Ika menjadi semakin senang melihat ekspresi Julicia.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....

__ADS_1