
Setelah cukup lama berada di persembunyian nya, Julicia akhirnya melihat 3 murid pembully yang ada di bawah tangga kiri sudah pergi meninggalkan gadis culun itu sendirian.
Maka Julicia bergegas turun menghampiri gadis culun itu dan melihat gadis culun itu kembali membereskan pakaiannya yang tadi sempat ditarik dan direkam oleh para pembully.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Julicia sembari menyerahkan sapu tangan pada gadis turun itu.
Gadis culun yang menangis itu menatap Julicia sesaat lalu dia kemudian pergi meninggalkan Julicia seolah-olah dia tidak ingin ditolong oleh Julicia.
"Hei,, aku bisa menolongmu," ucap Julicia sembari mengejar gadis culun itu.
Akhirnya gadis culun itu berhenti lalu dia berbalik menatap Julicia sambil berkata, "jangan menghiraukanku kalau kau tidak mau bernasib sama denganku!"
Ucapan gadis turun itu langsung membuat Julicia menghela nafas, lalu dia kemudian berkata, "aku juga dibully oleh orang lain dan aku berharap ada seseorang yang menolongku. Jadi,,, Aku berharap kau mau menjadi penolongku dan aku akan menjadi penolongmu."
"Tidak! Aku tidak butuh seorang penolong karena tidak ada yang bisa menolongku!!!" Kata gadis culun itu lalu dia berbalik meninggalkan Julicia sendirian.
Julicia juga kembali naik ke lantai atas dan kembali ke kelasnya.
Begitu memasuki kelas, semua orang terkejut melihat Julicia hingga 3 gadis yang tadi membeli Julicia juga melototkan mata mereka dan benar-benar tak percaya dengan penampilan Julicia.
"Apa yang terjadi?" Ucap Emily langsung berdiri menghampiri Julicia, lalu dia memperhatikan wajah Julicia, dan benar-benar membuatnya shock saat ia melihat bahwa bulu mata yang tadi mereka gunting lalu diberikan bulu mata palsu yang sangat lebat kembali terlihat seperti bulu mata asli.
Nila dan Ika pun bergegas menghampirinya dan mereka memperhatikan Julicia dengan seksama.
__ADS_1
"Sial!!!! Apa ini?!!!" Ucap Nila yang merasa marah.
"Bukankah tadi kita sudah menggunting bulu matanya? Mengapa sekarang bulu matanya kembali lagi seperti semula?" Ucap Ika yang benar-benar tak percaya dengan apa yang sedang diperlihatkan di depan matanya.
Apakah bulu mata seseorang bisa tumbuh hanya dalam hitungan menit saja???
Bulu mata Julicia yang terlihat lebih cantik dari sebelumnya membuat Nila sangat geram, Jadi dia langsung menjambak rambut Julicia dan berkata, "Bagaimana kau melakukannya????!"
Emily dan Ika pun memegangi Julicia karena mereka tak percaya bahwa Julicia bisa menghilangkan semua make up yang mereka tambahkan ke wajah gadis itu, bahkan bekas-bekas jerawat yang tadi ada di sana entah bagaimana bisa menghilang dalam sekejap dan wajah gadis itu menjadi terlihat begitu mulus.
"Ahhh,,,, sakit,," ucap Julicia sembari menahan tangan nila yang terus menarik rambutnya ke belakang.
"Guru datang!!!" Tiba-tiba teriak seorang pria yang berlari masuk ke kelas langsung membuat ketegangan dalam kelas menjadi normal kembali lalu Julicia akhirnya bernafas lega dan kembali ke kursinya.
Maka pelajaran itu berjalan dengan cepat sampai akhirnya jam pulang sekolah tiba lalu Julicia karena cepat-cepat pergi dari kelas sembari berjalan di belakang Sang Guru.
Tapi masih sama dengan kejadian sebelumnya, begitu dia hendak melewati ambang pintu dia di cegah hingga dia ditarik ke dalam kelas Lalu semua murid lain meninggalkan kelas kecuali dia dan tiga gadis pembully.
"Bongkar tasnya!!!" Perintah Nila langsung membuat Emily mengambil tas Julicia karena mereka berpikir ada sesuatu yang disembunyikan Julicia di dalam tasnya yang membuatnya bisa menghapus riasan yang mereka berikan pada wajah Julicia.
Padahal, riasan itu bukanlah riasan biasa yang bisa hilang dengan hanya menggunakan air biasa saja.
"Jangan!!!" Teriak Julicia mengeluarkan tangannya Untuk menghentikan Emily yang kini sudah memberikan tasnya hingga semua barang-barangnya keluar dari tas itu.
__ADS_1
Tetapi, Julicia pun terkejut ketika dia melihat barang-barang yang berhamburan itu, tidak ada satupun dari skin care yang ia dapatkan dari sistem, hanya ada buku-buku pelajaran dan alat tulis menulis miliknya.
"Sial!!! Tidak ada apapun di sini!" Ucap Emily sambil melemparkan tas Julicia ke lantai.
Hal itu membuat Nila menjadi kesal, jadi dia memegang wajah Julicia dengan keras sambil berkata, "Di mana kau meletakkan barang-barang yang digunakan untuk menghapus make up itu? Dan bagaimana caramu membuat bulu matamu seperti ini hingga terlihat begitu asli??!"
Julicia yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya, "aku tidak punya apapun. Aku sungguh tidak tahu apapun!!!" Ucap Julicia hendak menangis.
"Oh ya?!!" Nila merasa sangat kesal. Jadi dia mengulurkan tangannya ke mata Julicia lalu dia kemudian mencabut bulu mata Julicia.
"Ahhh!!!!" Jerit Julicia merasa kesakitan langsung membuat Nila dan kedua temannya merasa heran kalah mereka memperhatikan bulu mata itu benar-benar tercabut dari daging.
"Ini asli?" Ucap Nila memperhatikan bulu mata di depannya membuatnya merasa begitu aneh dan bingung.
"Bagaimana kalau kita mengguntingnya lagi dan melihat Apakah besok masih akan kembali seperti semula atau tidak." Ucap Ika langsung diangguki oleh Nila.
Jadi mereka kembali membotaki lagi bulu mata Julicia, namun kali ini Julicia sama sekali tidak menangis karena pikirnya nanti tinggal memberikan skin care yang ia dapatkan lalu bulu matanya akan kembali normal.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1