
Julicia menelan air liurnya saat melihat ketiga gadis di depannya sudah membawa peralatan make up mereka.
Dia mengepal erat tangannya sembari duduk di kursi melihat tiga gadis di depannya sudah memegang masing-masing alat di tangan mereka.
Ada yang memegang gunting, ada yang memegang maskara maupun eyeliner.
"Hari ini kami akan memberikan perawatan khusus untukmu, tepatnya di bagian mata, kalau besok mungkin di bagian lainnya." Ucap Nila yang paling bersemangat memegang gunting Lalu dia kemudian mengarahkan gunting itu ke mata Julicia langsung membuat Julicia memejamkan matanya.
"Sebaiknya kau memejamkan matamu dengan tenang dan jangan berkedip-kedip, atau mungkin bukan bulu matamu yang akan kurontokkan tetapi kelopak matamu lah yang akan ku gunting dari sana!!!" Ucap Nila langsung membuat Julicia gemetar di tempatnya dan dia akhirnya meneteskan air matanya karena ketakutannya.
Crep crep crep.....
Gunting itu akhirnya merontokkan satu persatu bulu mata Julicia membuat Julicia akhirnya mengeluarkan suara isakannya.
"Jangan menangis!!! Kau membuatku kerepotan dengan air mata menjijikanmu itu!!!" Kesel Nila.
Maka dengan segera Julicia berusaha menghentikan tangisannya, namun tetap saja air matanya terus keluar hingga akhirnya Nila merasa kesal.
__ADS_1
"Sial!!!" Teriak Dila sembari menarik rambut Julicia dengan keras, "hentikan tangisanmu atau bukan hanya bulu matamu saja yang akan kupotong tetapi kepalamu juga akan ku botaki!!!!"
Ucapan Nila langsung membuat Julicia terdiam, lalu pada akhirnya dia hanya bisa memejamkan matanya dan ketiga orang itu mulai mengerjapkan matanya sesuai keinginan mereka.
Selama 30 menit lalu ketiga orang itu akhirnya tersenyum puas melihat hasil karya mereka di wajah Julicia.
"Kau terlihat sangat cantik dengan dandanan itu, jadi aku harap kau tidak akan menghapusnya sampai jam pelajaran selesai." Ucap Nila langsung diangguki oleh kedua temannya Lalu Ketiga orang itu akhirnya pergi dan Julicia yang terisak di tempatnya kini melihat sistem no name dipenuhi taburan bunga-bunga.
Dia bahkan bisa mendengar suara terompet yang tergambar di dalam sistem tersebut.
*SELAMAT, KAU BERHASIL MENYELESAIKAN MISI HARI INI DAN INI HADIAH UNTUKMU!!!* Tulisan pada sistem no name itu langsung membuat Julicia mengulurkan tangannya mengambil barang-barang yang tergambar di sistem tersebut.
Dia kemudian menggunakan semua barang-barang itu di toilet dan ketika sentuhan terakhir untuk bagian mata, Julicia sangat terkejut karena ia melihat bahwa bulu matanya langsung tumbuh seperti semula, seperti tidak pernah digunting oleh nila.
'Astaga,,, bulu mataku kembali tumbuh, dan juga ini jerawatku sudah menghilang dan bekas-bekasnya pun langsung menghilang!!' ucap Julicia dalam hati kini memperhatikan wajah yang ada di depannya dan dia sangat terkejut melihat bahwa wajahnya menjadi sangat mulus sangat cantik dan terlihat lebih mulus dari kulit bayi.
Hal itu membuat Julicia kembali memandangi skin care yang ada di tangannya lalu akhirnya dia tersenyum dan menyimpan semua barang-barang itu ke dalam tasnya.
__ADS_1
"Saat nanti aku tiba di rumah, aku akan menggunakan semuanya ini!!!" Ucap Julicia dalam hati sembari memandangi tangannya, di mana dia bisa melihat bahwa di tangannya juga terdapat beberapa bekas cacar yang pernah ia derita ketika masih berada di sekolah menengah pertama.
Setelah memikirkan bahwa misinya berjalan dengan lancar dan dia mendapat hadiah yang paling baik maka Julicia akhirnya keluar dari toilet, ia melihat jam tangannya yang menunjukkan masih ada 15 menit sebelum pelajaran dimulai jadi dia langsung pergi ke kelas 2.5 untuk menemui gadis culun yang kemarin dibully.
Begitu tiba di kelas 2.5 Julicia mengintip di jendela dan tidak mendapati gadis culun itu di sana Jadi dia kemudian menghela nafas sambil memasang kembali kacamatanya lalu berjalan untuk mencari keberadaan gadis tersebut.
Ketika dia berada di tangga belakang sekolah, Julicia langsung melihat gadis culun itu kembali lagi dibully oleh dua murid pria dan 1 murid perempuan yang kemarin sempat melecehkan gadis perempuan itu.
Julicia langsung bersembunyi di balik tembok dan melihat kejadian itu, lalu dia teringat akan perekam suara yang ia dapatkan dari sistem, jadi dia langsung mengambilnya dan merekam percakapan mereka.
'Ternyata sistem itu memberikanku alat-alat yang memang bisa kugunakan untuk menghadapi semua masalah yang ku dapati. Dengan alat perekam ini maka aku bisa merekam mereka semua dan alat ini juga tidak akan disita oleh sekolah saat terjadi razia ponsel...' ucap Julicia dalam hati dan kini Dia teringat akan sesuatu.
'Kalau aku melaporkan tentang murid-murid yang membawa ponsel ke sekolah, maka semua murid-murid akan dirazia, jadi kasus pembullyan akan semakin berkurang di sekolah karena mereka tidak punya peluang untuk merekamnya.' ucap Julicia dalam hati lalu dia akhirnya mempunyai tekad untuk melaporkan masalah itu ke kepala sekolah.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....