
Setelah Aidan selesai memesan makanan dan minuman, Dia kemudian kembali ke meja dan duduk di depan Julicia sembari membongkar barang-barang miliknya untuk mulai mengerjakan tugasnya.
"Itu, bolehkah aku duduk di samping mu?" Tanya Julicia yang merasa risih duduk berhadapan dengan pria itu karena di belakang pria itu ada banyak gadis-gadis cantik yang sepertinya merupakan anak kuliahan yang terus memperhatikannya.
Aidan tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "Tentu saja boleh, lagi pula aku membutuhkan sedikit bantuanmu," ucap pria itu langsung membuat Julicia tersenyum lalu dia dengan cepat berpindah tempat duduk dan duduk di samping Aidan.
"Apa yang bisa kubantu?" Tanya Julicia.
"Bantu aku menyunting naskah ini, aku ingin kau melingkari setiap kali kau melihat adanya kesalahan ketikan atau penempatan tanda baca." Ucap Aidan menyerahkan sebuah naskah langsung diangguki oleh Julicia, lalu gadis itu mulai mengerjakan naskah itu sesuai dengan arahan pria yang bersamanya.
Menyunting naskah itu membuat Julicia merasa sangat senang karena bisa menghindarkannya dari kebosanan menemani pria itu di kafe, dan setelah makanan dan minuman mereka datang keduanya masing-masing sibuk dengan pekerjaan mereka sambil sesekali menikmati makanan dan minuman yang ada di atas meja.
Setelah 3 jam berada di cafe itu, akhirnya Aidan menyelesaikan tugas kuliahnya lalu pria itu membereskan semua barang-barang yang ada di atas meja dan menyimpannya ke dalam tas miliknya.
"Bagaimana perkembangan dari rekaman yang tersebar?" Tanya Aidan pada Julicia karena dia merasa penasaran bagaimana hukuman untuk gadis di dalam rekaman yang mereka unggah.
Julicia tersenyum, "awalnya hal itu tidak ditindaki, tetapi ketika jam istirahat para orang tua murid lainnya yang tidak setuju dengan hal tersebut langsung datang ke sekolah dan sepertinya mereka mengancam untuk berhenti menjadi donatur di sekolah itu hingga akhirnya kepala sekolah memberi hukuman pada ketiga gadis.
__ADS_1
"Meski ku itu hukuman yang kecil dan tidak setimpal, tapi aku sangat berterima kasih atas bantuanmu, kalau seandainya kau tidak membantuku maka mungkin saat ini aku masih di menjadi bahan Bulian mereka." Ucap Julicia yang merasa begitu bersyukur karena akhirnya ketika gadis itu tidak lagi membulinya pada hari itu.
"Baiklah, lain kali kalau kau punya masalah Kau bisa mengatakannya padaku." Ucap Aidan langsung membuat Julicia merasa terkejut pada pria di depannya karena dia merasa begitu penasaran Mengapa pria itu mau membantunya.
Bahkan, pria itu sama sekali tidak merasa malu duduk bersama dengan gadis culun di dalam sebuah cafe, yang mana di cafe itu ada banyak anak-anak muda yang pastinya menyukai pria itu.
Karena tidak tahan dengan pikirannya sendiri, maka Julicia akhirnya memberanikan diri untuk bertanya, katanya: "kenapa kau ingin membantuku? Padahal kita tidak saling kenal dan juga aku tidak punya uang untuk membayar jasamu."
Ucapan Julicia langsung membuat Aidan berbalik menatap gadis SMA yang ada di sampingnya lalu dia tersenyum lalu mendekatkan bibirnya ke telinga gadis itu.
"Karena aku juga mendapat misi dari sistem no name." Bisik Aidan langsung membuat Julicia terkejut lalu dia menatap pria di depannya dengan rasa tak percayanya.
"Hm, dan ini adalah misiku yang terakhir yaitu membantumu menyelesaikan misimu." Jawab Aidan.
"Misi yang terakhir?" Tanya Julicia.
"Iya, Bukankah ini juga misimu yang terakhir?" Tanya Aidan langsung membuat Julicia mengerikan ke dunia lalu perempuan itu menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu kalau ini misiku yang terakhir, karena sistem itu tidak memberitahuku." Jawab Julicia.
"Hm, ini adalah misimum yang terakhir setelah kau menyelesaikan misi kali ini maka tidak akan ada lagi pembullyan di tempat di mana kau bersekolah. Jadi, sekarang cepat ceritakan padaku apa yang akan kau lakukan untuk menyelesaikan misimu?" Tanya Aidan yang merasa penasaran dengan gadis di depannya.
"Ahh, itu, Aku belum punya rencana apa-apa, karena gadis yang menjadi target misiku itu tidak mau melaporkan pembulian yang ia alami. Tapi aku sementara mencari buktinya, namun aku juga bingung bagaimana cara menyelesaikannya nanti karena Ketiga murid itu adalah anak-anak dari anggota dewan." Jawab Julicia langsung membuat Aidan mengerutkan keningnya karena dia tidak menyangka bahwa ternyata misi Julicia adalah misi yang paling sulit karena untuk melawan anggota dewan maka pastilah tidak bisa menggunakan barang bukti saja.
"Hm,, itu sangat sulit, lalu sampai sekarang barang bukti apa yang kau punya?" Tanya Aidan.
Julicia langsung mengambil alat perekam dari sakunya lalu dia menyalakan rekaman ketika gadis yang dibuli itu ditemui oleh tiga pembully di tangga sekolah.
Setelah mendengarkan rekamannya, Aidan benar-benar terkejut karena tidak menyangka bahwa ternyata mereka bukan lagi melakukan pembullyan tetapi itu adalah pelecehan!!!!
"Kita harus cepat bergerak untuk menyelesaikan misi itu, karena gadis itu pasti dalam keadaan tertekan." Ucap Aidan dengan cepat mengambil tasnya lalu dia menggenggam tangan Julicia dan menarik gadis itu dari dalam kafe hingga membuat semua gadis yang ada di sana merasa begitu iri pada Julicia.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....