
Pria di seberang telepon berkata, "Jangan khawatir, aku bisa pergi ke tempat dimanapun kau yang kau inginkan. Misalnya taman di dekat rumahmu atau cafe dekat rumahmu atau tempat apapun yang berada di dekat rumahmu."
Julicia yang mendengar itu merasa sangat terkejut, namun dia berpikir bahwa tidak masalah jika mereka bertemu di lobby apartemen, jadi akhirnya Julicia berkata, "Baiklah, kalau begitu saya akan mengirimkan alamat nya."
"Baik," jawab pria dari seberang telepon langsung disambung oleh nada telepon yang dimatikan, lalu Julicia segera mengirim alamat apartemennya.
🔥🔥🔥
Setelah selesai, Julicia langsung mengganti pakaiannya lalu dia memakai jaket tebal dan membuat rambutnya terurai sebab jarang-jarang Dia bertemu orang lain dengan dengan penampilan yang bebas dibuat seperti apa saja.
Setelah selesai, dia kemudian keluar dari kamarnya dan mendapati ayah dan ibunya sedang menatapnya dengan bingung.
"Kau mau kemana?" Tanya Miranda.
"Ahh, ada temanku yang datang di bawah lobi, jadi aku akan pergi menemuinya sebentar, lalu segera kembali." Ucap Julicia.
"Kau ini,, ini sudah malam, jadi kalau dia datang, suruh saja dia terus ke sini, tidak enak bertemu dengan orang malam-malam seperti ini dan hanya mengajaknya bertemu di lobi tanpa menyajikan makanan padanya, apalagi kalau dia sudah jauh-jauh ke tempat ini." Ucap Miranda.
Julicia langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Tidak apa-apa kok Bu, aku pergi dulu." Ucap Julicia segera berlari ke arah pintu dan dia meninggalkan apartemen dengan Miranda yang merasa aneh dengan putrinya.
__ADS_1
Perempuan itu hendak pergi mengejar putrinya ketika suaminya menghentikannya, "tidak usah mengejarnya, lagi pula hanya bertemu di lobby apartemen. Mungkin saja dia sedang mengenal seorang pria yang di masa depan akan menjadi menantu kita."
"Apa?!!" Miranda merasa kesal pada suaminya, jadi dia hendak pergi menyusul putrinya, tetapi suaminya malah terus mencegahnya hingga akhirnya dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Sementara itu, Julicia yang meninggalkan apartemen kini sudah berada di lobi apartemen dan duduk di salah satu kursi kosong sembari memainkan ponsel di tangannya.
'Ini pertama kalinya aku sendirian bertemu dengan orang asing yang belum pernah kutemui sekalipun, jadi aku merasa agak gugup,' ucap Julicia dalam hati sembari berusaha mengatur nafasnya agar dia bisa melewati segala sesuatunya demi bisa menyelesaikan misi yang diberikan oleh sistem no name.
Entah berapa lama Julicia tertunduk menatap layar ponselnya, namun dia terkejut ketika tiba-tiba saja sebuah suara mengagetkannya.
"Apa kau gadis yang ingin bertemu denganku?" Ucap seorang pria langsung membuat Julicia mengangkat wajahnya dan menatap pria itu.
"Ah,, Apa kau pria yang bisa mengunggah rekaman halaman web sekolahku?" Tanya Julicia langsung membuat pria itu mengangguk, lalu pria itu segera duduk di depan Julicia sembari pria itu meletakkan segelas minuman di depan Julicia.
"Ah,, terima kasih," ucap Julicia merasakan pipinya menjadi hangat dan dia bisa merasakan bahwa wajahnya mungkin sudah menjadi merah karena tersipu akan senyuman dan perhatian yang diberikan oleh pria tampan di depannya.
"Itu, Apakah aku bisa mendengarkan rekamannya terlebih dahulu?" Ucap pria di depan Julicia langsung membuat Julicia mengangguk, lalu dia dengan cepat mengambil ponselnya lalu memutar rekaman yang sudah ia pindahkan ke ponselnya.
Sang pria yang mendengarkan itu sangat terkejut, karena SMA xx ialah SMA yang terkenal dengan kejujuran dan mereka bahkan banyak menghasilkan lulusan lulusan terbaik yang masuk ke universitas-universitas kenamaan.
__ADS_1
"Ahh,, kau ingin mempublikasikan rekaman ini?" Tanya sang pria langsung membuat Julicia menganggukkan kepalanya.
"Hm,, baiklah, aku akan membantumu. Tapi aku tidak akan melakukannya secara cuma-cuma karena kau tidak punya uang untuk membayar ku. Jadi bagaimana kalau kau membayarnya dengan cara menemaniku untuk minum di cafe selama 1 minggu?" Tanya pria di depan Julicia langsung membuat Julicia sangat terkejut.
Pria tampan di depannya menginginkan dirinya yang adalah perempuan yang jelek dan gemuk bersama-sama menghabiskan waktu selama satu minggu di cafe????
"Itu, apakah anda yakin?" Tanya Julicia.
Sang pria langsung tersenyum sambil mengganggu kan kepalanya "tentu saja yakin, Kau adalah gadis cantik yang pernah kutemui, jadi aku akan sangat senang kalau kau mau menemaniku di cafe selama satu minggu ke depan. Oya, namaku Aidan." Ucap Aidan sembari mengulurkan tangannya ke arah Julicia untuk bersalaman.
Julicia yang mendengarkan nama pria itu dan melihat uluran tangan pria itu langsung mengusap tangannya di pahanya supaya kotoran yang ada di sana bisa terlepas sebelum dia mengulurkan tangannya untuk menyambut uluran tangan Aidan.
"Julicia," ucap Julicia sembari tersenyum malu-malu karena itu pertama kalinya dia berjabat tangan dengan seorang pria tampan.
"Baiklah Julicia, kalau begitu aku akan mengunggah rekaman ini sekarang." Ucap Aidan langsung diangguki oleh Julicia.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....