
Setelah memberi pelajaran pada ketiga siswa pembully itu, maka Aidan dan Julicia kemudian meninggalkan rumah itu setelah memastikan ketiganya juga telah meninggalkan tempat itu.
Julicia yang duduk di dalam mobil kemudian menatap Aidan sambil berkata, "Aku khawatir kalau mereka tidak akan jera hanya dengan cara seperti ini saja."
"Jangan khawatir, aku sudah mengirim video itu ke orang tua mereka jadi sekembalinya mereka ke rumah mereka juga pasti akan mendapat pelajaran." Ucap Aidan langsung diangguki oleh Julicia, jadi Aidan langsung mengantar Julicia ke apartemennya sementara dia kembali ke rumahnya dan sangat terkejut ketika dia tiba di rumah dan ayahnya sudah menunggunya.
"Dari mana saja kau?!!" Bentak ayahnya.
"Aku hanya kembali mengerjakan tugasku." Jawab Aidan yang tidak mengerti mengapa ayahnya tiba-tiba saja marah padanya Padahal dia sama sekali tidak melakukan apapun.
__ADS_1
"Kau ini!!! Bisa-bisanya kau berbohong pada ayah, kau baru saja menemui anak dari para pejabat bukan?!! Apakah kau tahu kalau orang tua mereka bertiga baru saja menghubungi ayah dan meminta Ayah mendidikmu dengan benar?!! mereka bertiga bahkan masuk rumah sakit setelah muntah terus-menerus hingga membuat menjadi lemas!!!" Teriak Ayah Aidan langsung membuat Aidan terdiam di tempatnya karena tidak menyangka bahwa ternyata ayahnya pun ditekan oleh para pejabat itu.
"Mereka melakukan pembullyan, Bahkan mereka merecehkan beberapa siswa di sekolah, jadi aku tidak mungkin tinggal diam saja melihat kelakuan mereka yang Tidak sepantasnya--"
"Diam!!!!" Teriak Ayah Aidan, "apapun yang mereka lakukan tidak ada hubungannya dengan mu, dan kau tahu kalau kau membuat kesalahan lagi dan menyinggung mereka maka ayah akan dipecat dari posisi ayah!!! Jadi mulai sekarang, jaga perilakumu dan jangan sampai menyinggung siapapun lagi, apalagi jika itu adalah anak-anak pejabat!!!" Teriak pria paruh baya itu lalu pergi meninggalkan putranya.
Aidan hanya bisa menghela nafas, lalu dia naik ke lantai atas dan memasuki kamarnya sambil melihat foto keluarganya yang diletakkan di dalam kamar.
Aidan lalu tidur sampai malam hari dan ketika dia bangun, pria itu kemudian pergi untuk menemui ayahnya agar dia bisa bernegosiasi, tetapi ketika dia baru berada di ambang pintu ruang kerja ayahnya yang tidak tertutup rapat, maka pria itu mendengar ayahnya yang sedang menelpon dengan seseorang.
__ADS_1
"Kau harus menjaga Putraku, aku tidak ingin dia terlibat dengan para pejabat itu hingga membuat masa depannya menjadi rusak. Dan semua siswa yang mendapat Bulian dari ketiga anak pejabat itu, aku mau kau memberikan mereka kompensasi dan kalau bisa berikan mereka jaminan untuk pindah ke sekolah yang tidak akan mendapatkan pembullyan." Ucap Ayah Aidan langsung membuat Aidan terdiam di tempatnya.
Pria itu terus berdiri di sana dan kembali lagi mendengar ayahnya berkata, "Baiklah, lakukan itu secepat mungkin dan segera cari bukti-bukti penggelapan dana yang dilakukan oleh para pejabat itu, kau juga harus memastikan kau melakukannya dengan rapi tanpa ketahuan oleh mereka. Juga para jaksa yang disogok itu, aku ingin kau mencari buktinya lalu kita bisa mempublikasikannya secepat mungkin."
Aidan yang mendengar itu langsung berjalan meninggalkan ruang kerja ayahnya dan dia tersenyum karena ternyata ayahnya membereskan semua kekacauan yang ia timbulkan, dan dia juga merasa senang karena ternyata ayahnya diam-diam melakukan sesuatu yang baik.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
__ADS_1
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....