
'Apakah aku baru saja berubah menjadi sangat kuat?? Apakah ini salah satu efek dari minuman yang kudapatkan dari sistem?' ucap Juli dalam hati yang begitu terkejut pada dirinya sendiri sembari gadis itu memandangi kedua tangannya yang tampak begitu ringan untuk digerakkan.
Sementara Nila dan kedua temannya yang terjatuh, mereka langsung berdiri dan bersamaan mendekati Juli untuk menjambak dan memberi pelajaran pada Juli ketika hanya dengan satu dorongan kecil saja ketiga gadis itu kembali lagi terjatuh dan bahkan tangan Nila sampai terluka karena terkena tanaman di samping koridor.
🏜️🏜️🏜️
"Ahhww!!!" Nilai menjatakan giginya sembari memegang tangannya yang berdarah.
Sementara Juli, Dia melihat gadis yang ia selamatkan telah mengumpulkan sebuah bukunya lalu gadis itu menatap Juli, "Terima kasih sudah membantuku, tapi aku sangat buru-buru untuk menemui guru." Ucap gadis itu langsung dijawab anggukan Juli.
"Pergilah," ucap Juli.
Yang membawa buku itu langsung bergegas meninggalkan tempat itu dan semua siswa yang ada di sana kini mereka untuk melihat apa yang akan terjadi selanjutnya.
Sesuai dugaan, Ketiga murid itu tentu saja tidak ingin mereka berakhir dalam kekalahan, jadi Ika kembali lagi menyerang Juli tetapi Juli dengan cepat melintir tangan gadis itu dan menahannya di punggung Ika.
'Astaga, bagaimana tadi cara aku hingga bisa memelintir tangan gadis ini? Apakah ini kemampuan yang diberikan oleh sistem?' ucap Juli dalam hati yang tidak percaya dengan dirinya sendiri, tetapi saat melihat Emily juga datang untuk menyerangnya, maka Juli dengan cepat menggerakkan tangan yang lainnya lalu dia juga memelintir tangan Emily selalu mengunci tangan perempuan itu di belakang.
"Kau!!!" Nila sangat terkejut dengan perubahan Juli, jadi dia tentu saja tidak mau terus berurusan dengannya oleh sebab itu dia langsung berjalan pergi meninggalkan kedua temannya yang hingga membuat Juli kebingungan.
__ADS_1
'Apakah dia takut hingga dia pergi begitu saja?' ucap Juli dalam hati yang benar-benar bingung dengan apa yang terjadi.
"Hei,, Kau mau ke mana?!" Ucap Ika yang terkejut bahwa Nila mengkhianati mereka.
Melihat bahwa kedua gadis yang ia tahan itu kini menggertakan giginya melihat kepergian Nila, maka Juli melepaskan genggamannya pada tangan kedua gadis itu lalu membiarkan Mereka pergi.
Baru saja tiga gadis itu pergi maka Juli langsung dihampiri oleh beberapa siswa dan mereka memberi pujian pada Juli atas apa yang sudah dilakukan Juli hingga berani melawan 3 gadis itu untuk menolong murid lain yang dibully.
Juli hanya tersenyum kikuk, karena tentunya dia masih belum paham dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri.
Setelah kejadian yang terjadi di koridor, maka Juli kembali ke kelasnya dan dia duduk di mejanya sambil melihat ke arah nila dan kedua temannya yang kini menatapnya dengan tatapan marah.
Ucapan Juli yang sangat lantang langsung membuat semua murid dalam kelas menjadi terkejut karena kebetulan sekali, tidak ada satupun dari mereka yang melihat kejadian di koridor.
"Apa kau gila?!!" Teriakan Nila sambil berdiri melototi Juli.
Tetapi Juli tersenyum miring lalu dia kemudian melepaskan ikat rambutnya dan berjalan mendekati nila dengan tatapan tajam yang menantang gadis tersebut.
"Aku memilih mejamu, cepat tukar mejamu dengan mejaku atau kau mungkin akan sayang kalau aku menarik rambutmu yang halus itu hingga rontok dari kepalamu!!!" Ucap Juli dengan suara yang tajam seperti yang diajarkan oleh Aidan padanya ketika dia meminta tips untuk menghadapi para pembully.
__ADS_1
Nila dan kedua temannya yang mendengar itu merasa sangat marah jadi mereka kemudian hendak menyerang Juli lagi ketika Juli tersenyum dan mendorong Ketiga murid itu hingga terjatuh.
"Jangan biarkan aku mengatakannya tiga kali, jadi cepat lakukan perintahku atau rambut Kalian bertiga akan aku potong menggunakan ini." Ucap Juli sembari merebut gunting dari tempat pensil milik Nila langsung membuat ketiga gadis itu ketakutan karena mereka sudah tahu bahwa mereka tidak bisa melawan Juli.
Maka dengan cepat Emily dan Ika mengambil meja Nila lalu menukarnya dengan meja Juli tak lupa pula kursi tersebut juga ditukar agar nilai yang menggunakan kursi milik Juli.
"Bagus sekali," ucap Juli sembari tersenyum lalu dia kemudian kembali berjalan ke mejanya dan dia duduk dalam kebingungannya.
'Ini sangat ane, ini seperti bukan diriku sendiri, karena aku berubah menjadi sangat kuat dan bahkan suaraku berubah menjadi sangat lantang dan tidak takut untuk memaki mereka.' ucap Juli dalam hati yang jelas menyadari dirinya sendiri yang hanya berani memakai kedua orang tuanya tetapi tidak berani memaki orang lain.
Tetapi apa yang baru saja ia lakukan itu, dia melakukannya seperti ketika dia berani melawan orang tuanya jadi itu sangat aneh baginya.
Tetapi setelah berpikir-pikir lagi beberapa saat, dia menyadari bahwa apa yang terjadi pada dirinya adalah sebuah keuntungan jadi gadis itu tersenyum dan mulai menyiapkan buku-buku pelajarannya.
@info
Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!
Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....
__ADS_1