Selesaikan Misi Dan Jadilah Yang Terkuat Di Sekolah

Selesaikan Misi Dan Jadilah Yang Terkuat Di Sekolah
17.


__ADS_3

Pada malam harinya, di rumah Julicia, gadis itu membuka laptopnya untuk mengunggah rekaman yang telah ia dapatkan ke web sekolah ketika dia dikejutkan oleh sistem no name yang tiba-tiba saja muncul di hadapannya.


*HUBUNGI NOMOR INI UNTUK MEMINTA BANTUANNYA MENGUNGGAH REKAMAN ITU!*


Julicia membaca tulisan itu lalu dia juga melihat sebuah nomor yang diletakkan di bawah tulisan itu. Jadi dia langsung mengetik nomor tersebut ke ponselnya lalu dia akhirnya menekan tombol panggil.


Drrtt.... Drrtt.... Drrtt....


"Halo," terdengar suara seorang pria dari seberang telepon langsung membuat Julicia mengerutkan keningnya karena tidak percaya bahwa ternyata dia diberikan nomor seorang pria.


"Ha,, halo, ini saya menghubungi anda karena mendapat informasi Kalau Anda bisa mengupload sebuah rekaman di situs sekolah saya." Ucap Julicia dengan perasaan gugup karena Tentu saja dia merasa gugup berbicara dengan orang asing yang apalagi orang asing itu adalah seorang pria.


"Ahh, baiklah, silakan kirim rekaman dan informasi situs sekolah yang hendak ditempati menguploadnya lalu jangan lupa melakukan transfer ke rekening yang akan saya kirimkan. Setelah pembayarannya selesai barulah saya akan memproses rekaman yang hendak di upload." Ucap pria dari sebarang telepon lalu panggilan itu tertutup membuat Julicia terdiam di tempatnya.


Beberapa saat kemudian sebuah pesan masuk ke ponselnya memperlihatkan sebuah nomor rekening dan nominal yang harus ia transfer sebanyak 500.000.


"Hah,, dari mana aku akan mendapatkan uang sebanyak ini?" Ucap Julicia yang benar-benar tak percaya dengan apa yang tertulis di sana.

__ADS_1


Jadi gadis itu merasa bingung dengan sistem yang telah memberinya sebuah nomor untuk dihubungi, Padahal dia tidak punya uang sebanyak itu untuk membayarnya karena dia tidak pernah meminta jajan pada orang tuanya.


Merupakan ponselnya dan dia kebingungan harus melakukan apa, karena dia baru ingat jika dia mengupload rekaman itu sendiri maka identitasnya akan terbongkar dan semua orang pasti akan mencibirnya di sekolah.


'Hah,, ini benar-benar sulit!!!' ucap Julicia dalam hati sembari naik ke tempat tidur untuk menjauhkan dirinya dari masalah yang sedang ia hadapi.


Tetapi, Julicia belum berbaring dengan nyaman ketika ponselnya tiba-tiba berdering hingga membuat gadis itu kembali duduk dan mengambil ponselnya.


'Ini 'kan nomor yang tadi ku hubungi?' ucap Julicia dalam hati sembari menekan tombol terima dan mendekatkan ponsel itu ke telinganya.


"Ha, halo," ucap Julicia dengan gugup.


Julicia menggigit bibir bawahnya selama beberapa saat lalu dia dengan suara yang penuh penyesalan kemudian berkata, "Maaf, itu,, saya tidak punya uang sebanyak itu untuk membayar anda, jadi--"


"Memangnya rekaman Apa yang ingin kau unggah ke situs sekolahmu?" Tanya pria dari seberang telepon.


"Itu,,, rekaman tentang kecurangan kepala sekolah dan murid populer di sekolahku." Ucap Julicia.

__ADS_1


"Ahh,,, kau sekolah di mana?" Kembali tanya pria dari seberang telepon.


Julicia merasa heran dengan pria di seberang telepon yang mencari informasi tentangnya Padahal dia sudah mengatakan bahwa dia tidak memiliki uang 500.000 untuk membayar jasa pria tersebut.


Namun, Julicia merasa bahwa tidak masalah jika dia hanya mengatakan nama sekolah.


Oleh sebab itu, Julicia berkata, "itu, di SMA XX."


"Ahh,, kau dari SMA xx, kalau begitu kita bisa bertemu sekarang dan aku akan membantumu mengupload rekaman itu?" Ucap pria dari seberang telepon langsung membuat Julicia tersentak di tempatnya lalu dia melihat jam di atas meja belajarnya sudah menunjukkan pukul 08.00 malam.


Pria di seberang telepon yang mendengar keheningan dari dalam telepon langsung mengerti dengan apa yang dipikirkan oleh gadis SMA itu, jadi dia berkata, "Jangan khawatir, aku bisa pergi ke tempat dimanapun kau yang kau inginkan. Misalnya taman di dekat rumahmu atau cafe dekat rumahmu atau tempat apapun yang berada di dekat rumahmu."


Julicia yang mendengar itu merasa sangat terkejut, namun dia berpikir bahwa tidak masalah jika mereka bertemu di lobby apartemen, jadi akhirnya Julicia berkata, "Baiklah, kalau begitu saya akan mengirimkan alamat nya."


"Baik," jawab pria dari seberang telepon langsung disambung oleh nada telepon yang dimatikan, lalu Julicia segera mengirim alamat apartemennya.


@info

__ADS_1


Terima kasih terus setia membaca novel ini, semoga kalian terus suka ya....! Jangan lupa like, komen dan follow author agar mendapat follow back dari otor, supaya kita bisa saling mengirim pesan. Jangan lupa juga untuk masuk di grup chat otor ya, di sana ada bagi2 pulsa setiap tgl 1 lho...., bisa liat di profil otor ya....!


Cek juga novel baru otor di bawah ini ya.....


__ADS_2