
sudah dua bulan aku di tegal tanpa ada orang yang tau karena aku sudah menghilangkan jejak dengan menjual ponsel ku dan juga tak menghubungi siap pun
hari2 ku hanya fokus mengolah lahan milik kakek yang berada di belakang rumah
'' hanifah bulik pulang dulu mau makan siang kamu ngak apa2 ya...bulik tinggal.''ucap bulik siti
'' ngak bulik hanifah baik2 aja bulik bisa pulang hanifah selesaikan dulu yah...tanggung sebentar lagi.''ucap ku yang masih mencabuti rumput liar sekitar tanaman kol
'' ya sudah kamu jangan lupa makan nanti sakit loh..pekerjaan bisa dilanjut nanti.''ucap bulik siti sebelum pergi
'' ya bulik tenang aja sebentar lagi.''ucap ku
bulik siti pun pergi aku yang merasa lelah duduk di disisi petak yang biasa buat lalu lalang orang berjalan
'' hanifah ngak pulang nok udah mau dzuhur.''ucap bu ina tetangga ku yang kebetulan ada di petak sebelah
'' ya bu nanti..sebentar lagi nanggung ''ucap ku tersenyum
'' ya udah bu ina tinggal ya..hati2 di sini sendiri.''ucap bu ina mengingatkan
'' ya bu...''
__ADS_1
tetangga ku pun pergi bersama suami nya meninggalkan aku sendiri yang duduk menghilangkan lelah
selama dua bulan ini aku di sibuk kan dengan berkebun sayur mayur di sini ada rasa kesepian di hati apa lagi aku tinggal sendiri selama 2 bulan ini dulu waktu bersama mas alfian walaupun hanya berdua tapi rasanya ngak kesepian ini tapi
semenjak perceraian itu aku semakin terpuruk ingin rasanya aku ingin pergi saja dari dunia ini
awalnya aku kuat dan bisa menerima keadaan. tapi bohong kalau bilang tak sakit dan patah hati justru aku semakin terpuruk
dan semakin lama semakin berat rasa cinta yang dalam yang pernah menorehkan cerita tak mungkin bisa di lupa begitu saja
tapi rasa itu pergi saat aku tak menyangka akibat perbuatan ku aku hamil anak dari mas hendra tapi hati ku tak terlalu memperdulikan nya karena aku rasa anak ini tak akan mampu lahir
karena setiap memasuki dua bulan pasti dia tak akan bertahan lama di tambah lagi mendengar kabar dari mamah kalau anak mas alfian tumbuh dengan baik di rahim dewi
miris itu yang ku rasakan...
dan sejak itu aku pasrah aku tak perduli dengan anak ini aku hanya menganggapnya tak ada karena aku tak mau kecewa kesekian kali nya
sambil mengelus perut ku aku berbicara pada anak yang dititip kan pada ku
'' nak jika kamu sayang mamah yang kuat yah disana bantu mamah jangan membuat mamah susah.. sudah dua bulan lebih kamu disana semoga ada keajaiban dari allah untuk mamah bisa menimang kamu sayang.''ucap ku menitihkan air mata
__ADS_1
saat aku tengah mengelus perut tiba2 terdengar suara seseorang yang kukenal
'' hai hanifah.''ucap nya
deg
aku melihat kearah nya dengan wajah pucat
'' mas... amar..''ucap ku lirih
dia tersenyum kearah ku aku yang reflek berdiri tak siap dan hampir terjatuh tapi dengan cepat mas amar menolong ku
'' hati hati hanifah kamu lagi hamil kan...''ucap mas amar
'' ya mas...terima kasih.''ucap ku
sedangkan di lain tempat mas hendra semakin terpuruk karena tak bisa mencari ku
'' bagaimana ini bu...aku sudah tak bisa menahan nya...mau sampai kapan hanifah tak bisa di temukan.''ucap andre begitu frustasi
'' sabar nak anak buah ibu sudah mencari nya pasti ketemu.''ucap bu halimah
__ADS_1
akan kah mahendra menemukan nya jangan lupa like dan vote nya