
'' kamu bohong fah ini anak aku kan aku bisa lihat dari mata kamu bahwa kamu berbohong.''ucap mahendra menggebu
'' saya tidak bohong tuan ini anak saya dengan matan suami saya tuan...terserah tuan mau bilang apa.''ucap ku yang langsung masuk kedalam kamar
'' fah...aku tak perduli itu anak siapa tapi aku akan tetap meminta pertanggung jawaban dari mu.''ucap mahendra
aku keluar dengan wajah yang tak dapat diartikan hati ku gelisah
'' aku tak mau tuan...aku mohon jangan ganggu aku lagi lebih baik tuan pergi karena aku sudah tidak mau berurusan dengan tuan lagi anggap saja kejadian waktu itu sebuah kesalahan yang tak perlu di ungkit lagi.''ucap ku yang langsung ke dapur berniat mengambil makanan
mahendra hanya dia tak tau harus berkata apa dia lalu menutup pintu belakang dan mengunci nya
mahendra dengan kerinduan yang sudah fi ubun2 tak perduli lagi dengan semua perkataan ku
dia langsung memeluk ku dari belakang dan menempelkan kan bibirnya ke leher ku dan menciumi berkali kali membuat ku tiba2 terbuai
mahendra yang mendapat lampu hijau langsung meraup bibir ku tanpa ijin dan ******* nya menyesap nya dengan penuh gai*rah
kerinduan nya membutakan segala nya apa lagi tanpa ada perlawanan dari ku yang membuat nya semakin buta
dengan sigap dan hati hati mahendra langsung membopong tubuhku ke kamar tanpa melepaskan ciuman nya
aku yang sudah diambang hasr*at tak dapat menolak sentuhan nya
ya.... aku sangat merindukan sentuhan nya tepat nya anak yang ada di dalam perut nya
__ADS_1
'' apa kau merindukan papah nak...mama akan biarkan papah menengok mu.''ucap ku
munafik terserah mau bilang apa tapi aku itu kenyataan nya aku menginginkan nya tapi aku tak mau kehilangan anak ini aku takut dia akan merebut nya dari ku
dengan hasrat yang sudah tak dapat dibendung mahendra pun semakin liar tangan nya menyentuh setiap inti tubuh ku
'' apa kamu suka sayang..''ucap mahendra
aku hanya diam mengigit bibir ku menikmati sentuhan dan remasan pada gunung kembar milik ku
'' akkkkk....hhhhhhh....mas...'' ucap ku
mendengar ******* ku mahendra pun menyesap dua gunungan kembar milik ku dan mengelus perut ku yang buncit tak butuh waktu lama pakaian yang ku pakai sudah hilang dari tubuh ku
'' kamu semakin seksi sayang...hai anak papah...papah mau menengok mu boleh.''ucap mahendra sambil memainkan jarinya di dalam sana yang membuat ku semakin tak terkendali
'' tuan....''ucap ku dengan wajah kecewa..
'' kenapa sayang mau....lagi...''ucap mahendra tersenyum senang
'' ti....dakk....akhhh....''ucap ku tiba2 saat mahendra memainkan kembali di sana
'' aku akan memberi mu lebih...asalkan kamu mau ikut dengan ku menjadi milik ku.''ucap mahendra
aku menggeleng tanda tak mau...melihat penolakan dari ku mahendra pun memainkan nya dengan sangat cepat dan membuat ku memekik nikmat
__ADS_1
'' akkkhhhhh....'' teriak ku yang hampir mencapai puncak tapi kembali kecewa karena mahendra melepaskan nya lagi
aku pun tak tahan dipermainkan pun berusaha bangun dari tempat tidur ku tapi dengan cepat mahendra mengurung ku dalam kukungan nya
'' kau tak bisa kemana mana...sayang aku akan buat kamu menyetujui nya.''ucap mahendra
dia langsung memainkan milik ku yang di bawah dengan lidah nya dan meny*sap lalu mengigit nya membuat ku teriak tapi di bungkam dengan tangan kekarnya
'' aku...tak kuat...tuan....ak.....''ucap ku terbata bata
'' katakan kamu mau ikut dengan ku setelah itu aku akan memuaskan mu.''ucap mahendra
aku pun pasrah karena aku sungguh2 tak bisa menahan nya
'' bagaimana''ucap mahendra meremas nya
'' i..ya...akh....''pekik ku
'' bagus sekarang aku masuk sayang....akan aku buat kamu puas.''ucap mahendra
yang langsung mengarahkan milik nya memasuki milik ku
dengan perlahan tapi pasti akhirnya penyatuan panas pun terjadi malam ini juga
cukup ya...author sudah tak bisa melanjutkan nya sudah...ba..sa...h....
__ADS_1
ka....bu...rrrrrrrrrrr
eh...lupa like ya vote