
setelah aku membantu bu halimah mengemas barang nya aku pun menuju kamar anak bu halimah
perlahan aku membuka pintu dan masuk dengan perlahan mendekat kearah mahendra
'' malam tuan mahendra perkenalkan nama saya hanifah saya yang akan merawat anda selama bu halimah pergi sebelum nya saya minta maaf jika kurang ajar kepada tubuh tuan tapi saya lakukan hanya sebuah pekerjaan tuan selamat malam.''ucap ku yang seperti orang gila ngomong sendiri
aku pun langsung tidur di kasur sebelah yang tak jauh dari bangkar mahendra
'' ah....empuk nya.'' ucap ku sambil berbaring
aku tak menyangka dapat merasakan kasur yang se empuk ini selama ini aku tak pernah merasakan nya dan tak lama aku pun terlelap dalam mimpi ku
pagi hari saat kumandang azan membangun kan ku aku bergegas bangun dan memulai hari ku
'' egh....udah subuh aku shalat subuh dulu.''ucap ku
aku pun langsung mengambil air wudhu dan langsung menjalan kan ibadah shalat tak lupa aku ber tadharus sejenak
setelah menjalan kan ibadah usai aku membersihkan kamar milik mahendra
lalu aku bergegas ke bawah untuk menyiapkan sarapan untuk ku sendiri karena memang disini tidak ada tukang masak hanya ada asisten rumah tangga yang tugasnya membersihkan rumah dan mencuci pakaian
setelah aku sarapan aku langsung bergegas ke kamar mahendra untuk membersihkan tubuh nya aku mengambil baskom berisi air hangat dan lap untuk membersihkan tubuh mahendra
perlahan aku mendekat kearah nya entah kenapa aku tak dapat mengalihkan pandangan ku menatap wajah nya yang rupawan itu walaupun dia sedang dalam posisi tak sadar tapi kharisma nya terpancar jelas membuat siapa pun jatuh hati pada nya
'' ya allah apa aku berdosa menyentuh bukan mahram ku..tapi ini tugas ku jika aku tak menyentuhnya bagaimana aku membersihkan nya.''ucap ku ragu jujur aku grogi menyentuh tubuh lelaki lain selain suami ku
dengan hati hati aku perlahan membuka baju nya dan melepaskan nya ya walaupun agak kesulitan karena aku harus hati hati melepaskan nya dari tubuh nya karena memang harus di ganti hari ini juga tapi aku tetap berusaha supaya alat2 yang berada di tubuh nya tak terlepas
'' kasihan pasti kau lelah tuan sudah 5 tahun berbaring di tempat ini aku doakan kau sadar dan bisa melakukan semua nya tanpa bantu orang lain.''ucap ku
__ADS_1
setelah pakaian terlepas kini fokus ku beralih ke bagian bawah yang membuat aku menahan nafas
dengan perlahan tapi pasti aku membuka diapres nya dan melepaskan nya untuk di ganti
deg
'' xl''gumam ku
'' apaan sih hanifah dasar otak mesum kenapa aku mikir yang ngak2 sih.''ucap ku yang langsung memukul kepala ku sendiri
dengan perlahan dan hati2 aku membersihkan tubuh mahendra secara menyeluruh
setelah selesai aku kembali memakai kan diapres pada nya
'' andai kau suami ku tuan mahen pasti aku bahagia kamu sempurna apa lagi milik mu.. mungkin aku akan sangat terpuaskan''ucap ku ngawur
hari berganti hari bulan pun berganti sudah satu bulan aku merawat tuan mahendra mau bagaimana lagi bu halimah hanya berapa kali pulang dan itu pun hanya sebentar lalu pergi lagi terpaksa semua urusan rumah diserahkan pada ku dan satu bulan juga aku tak pernah kemana mana hanya sesekali saja itu pun ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur
'' ya bu terima kasih untuk kepercayaan nya saya akan bekerja sebaik mungkin.''ucapku yang langsung menerima uang bonus dari bu halimah
entah kenapa dia begitu percaya pada ku.
wajar bu halimah percaya karena selama ini dia memang memasang cctv di seluruh rumah untuk memantau keadaan rumah dia melihat seluruh aktifitas ku
bu halimah tau aku orang yang bertanggung jawab dan jujur maka dari itu dia merasa tenang meninggalkan anak nya bersama ku
sebenarnya aku suka dengan pekerjaan ini dan menikmatinya tapi semakin lama aku jadi menyimpan rasa untuk nya jujur aku takut menaruh hati pada nya
sedangkan jauh di kediaman kami
mas alfian yang baru saja pulang dari tempat nya bekerja begitu marah dengan ibu mertua ku yang tiba2 datang memintanya menikah dengan putri sahabat nya
__ADS_1
'' mah aku tak bisa aku mah aku tak mau menghianati hanifah aku sangat mencintai nya aku tak mau menikah lagi jangan paksa aku mah.''ucap mas alfian meninggi
'' mamah ngak mau tau fian kamu harus menikah dengan dewi mamah dan tante ira sudah setuju dan akan melaksanakan pernikahan kalian tiga hari lagi jika kamu masih menganggap mamah ada turuti keinginan mamah nak.''
'' mamah ''
'' tak ada bantahan fian mamah hanya mau cucu dari kamu mamah sudah tua apa kamu tak kasihan.untuk apa kamu terus mempertahan kan istri kamu yang mandul itu ha...sudah baik mama usir dia dan tidak memaksa nya bercerai.''ucap nya
yang membuat mas alfian semakin marah dan kacau
'' jadi mamah usir hanifah kenapa mah kenapa mamah usir istriku.''
'' kenapa kamu bilang dia itu pembawa sial fian gara2 kamu menikahi nya lihat lah sekarang hidup kamu 5 tahun bersama nya tak mendapatkan apa pun sia sia bahkan tuhan pun tak memberikan anak untuk mu karena dia mandul.'' ucap ibu alfian penuh dengan kebencian
'' cukup mah istriku tidak mandul dan dia juga bukan pembawa sial.''ucap mas alfian yang langsung pergi meninggalkan ibunya masuk kedalam kamar karena sudah sangat marah dan sakit hati
'' kamu akan menyesal fian dia sendiri yang bilang sama mamah kalau dia itu tak sehat setelah dia pulang dari rumah sakit.''ucap nya di depan kamar
mas alifian menangis di dalam kamarnya sambil menatap kasur tempat kami biasa bersama
'' maafkan aku sayang.''ucap nya serak
lalu dia mengambil foto ku di laci berniat untuk sekedar melihat foto ku tapi niat nya mengambil foto
justru mas alfian menemukan sesuatu yang membuat nya hancur berkeping2
apa yang terjadi setelah alfian menemukan sesuatu
akan kah rumah tangganya akan berakhir
jangan lupa komen dan like
__ADS_1