
menyesal sakit itu yang mahendra rasakan saat ini melihat wanita yang di cintai sedang bercumbu dengan pria lain di depan matanya
'' brengsek harusnya aku tak memasang kamera pengintai dan cctv di sana cukup dengan alat perekam suara saja jadi malah menjadi senjata makan tuan kan''ucap mahendra kesal
apa lagi mengingat juan dengan mudah nya mengelak semua yang aku tanyakan
'' sebenarnya apa yang menjadi motif nya dia begitu misterius dan mencurigakan''ucap mahendra yang duduk sambil terus mendengar percakapan ku
aku yang sudah lemas karena percintaan yang mendadak membuat ku tak sanggup untuk bangun
'' maaf sayang membuat kau lelah habis tubuh mu sangat candu sayang apa lagi perut mu ini cup''ucap juan yang membuat ku malu
'' emmmm kamu sangat ganas sayang beruntung anak mu tak apa2''ucap ku
'' apa kamu mau lagi sayang aku masih mau nih''
'' mas''ucap ku yang melihat mas juan sudah berada di atas ku
seketika aku mendapatkan kilasan balik peristiwa saat melihat mas juan tersenyum dan melakukan percintaan lagi
aku sekarang bisa melihat jelas dimana aku yang hamil berada di tempat yang tak asing bagiku
'' kamar kakek... tegal....hamil''
'' aku tak perduli fah ini anak siapa yang terpenting aku menerima kamu dan anak kamu''ucap nya dalam ingatan ku
aku tak dapat melihat dengan jelas siapa pria itu tapi suara itu...ya...aku merasa tak asing
aku menahan rasa sakit di kepala ku dengan menutup mata dan mendesak sering mas juan menghujami ku
'' kamu kenapa sayang apa sakit''
'' tidak mas hanya lelah sayang''
'' maaf ya sayang mas ngak bisa tahan sekali lagi ya setelah itu kamu istirahat ''
'' ya sayang...ngak apa2 mas...apa boleh aku tanya sesuatu''
'' apa sayang....?''
''apa sebelum aku menikah dengan mas apa aku pernah menikah selain dengan mas alfian''ucap ku
'' memang nya kenapa kamu tanya seperti itu apa ada yang berbicara pada mu yang membuat mu menayakan itu pada ku sayang''
'' bukan seperti itu sayang aku cuma mau ''
'' baik mas jawab tidak pernah sayang kamu hanya menikah dengan mas.... dari dulu. hingga sekarang sayang ayo lah kamu jangan memikirkan itu lagi apa gara2 kamu bertemu dengan dokter itu kamu jadi mencurigai suami mu ini yang harus kamu tau kalau aku adalah suami mu hanifah kamu harus percaya pada ku....masalah obat itu aku pun tidak tau percaya lah.... sama aku sayang aku mencintai mu sangat mencintai mu apa yang terjadi di masa lalu dan akan datang lupakan lah sayang demi pernikahan kita dan anak2 kita''ucap juan tersenyum
'' ya mas''ucap ku pasrah hati ku masih saja mengganjal dan hanya membalas senyuman mas juan
dua hari sudah aku tak kemana mana entah kenapa aku merasa tak bergairah pikiran ku terus memikirkan semua ingatan2 ku yang satu persatu muncul menghantui ku beberpa hari ini semenjak aku tak minum obat tersebut bukan aku tak mau minum tapi aku menghindari dan membuang setiap mas juan memberikan nya
'' sebenarnya ada apa dengan masa lalu ku kenapa aku merasa mas juan menyembunyikan nya dari ku apa yang harus aku lakukan apa aku harus bertanya pada nya''batin ku
'' ya aku harus menanyakannya pada dokter juan ''
aku langsung mengambil ponsel dan mengambil kartu nama milik hendra
'' hallo''
'' ya hallo dengan siapa''
'' aku hanifah dokter hendra''
deg
__ADS_1
hati mahendra berdegub kencang mendengar ku dan menghubungi nya
'' ada apa hanifah ada yang penting''
'' maaf dok apa dokter sibuk''
'' tidak saya senggang memangnya ada perlu apa ''
'' tidak hanya saja ada yang mau saya tanya kan pada dokter dan apa bisa kita bertemu''
'' bisa dimana''ucap mahendra bersemangat dia sangat bahagia bisa bertemu dengan ku
'' di kafe di mall xxx apa bisa dok jam 2 siang''ucap ku
'' baik kita bertemu di sana hanifah tapi saya boleh bawa ar''
'' ya boleh dok saya juga akan bawa alissa''
'' ya terima kasih dok''
'' sama2 sampai berjumpa lagi''
tuttttttttttt
aku merasa lega akhirnya bisa menyampaikan nya pada mahendra sebelum nya aku sangat takut kalau dia menolak nya
pukul dua siang aku yang sudah di sana. bersama al mencari keberadaan dokter hendra
tak lama aku melihat sosok tinggi tegap dengan jas dokter mendekat kearah ku bersama bocah kecil di samping nya.
'' mah....itu om baik mah sama siapa''
'' ya sayang itu anak nya om baik nanti kamu main ya mamah ada perlu yang mau di omongin sama om baik''
'' ya mah''
'' mommmy ar...kangan''ucap ar yang langsung memeluk ku
'' ya sayang mommy juga kangen sama ar bagaimana kabar kamu sayang''
'' baik mom..mom siapa dia ''ucap ar menunjuk ke arah alissa
'' dia adik kamu sayang''ucap mahendra
'' adik ded...''
'' ya kenalan dong''
'' om baik aku kangen''
'' ya sayang my princes ku''
'' ini siapa om''
'' anak om cantik kenalan gih''
''hallo aku ar''ucap ar malu
'' aku alisaa''ucap alissa yang langsung menjabat tangan ar
aku dan mas hendra melihat pemandangan itu entah mengapa rasanya bahagia begitu juga dengan mas hendra dia bahagia bisa mempertemukan kedua nya
mereka pun menjauh bersama pengasuh yang sengaja aku bawa untuk menjaga mereka
aku dan dokter hendra sekarang berada di depan ku kita sejenak terdiam canggung harus mengawali pembicaraan
__ADS_1
sampai akhirnya hendra yang tak sabar kaya para pembaca yang mau nya langsung pun akhirnya angkat bicara
'' ada apa hanifah ingin bertemu dengan saya''ucap mahendra
'' saya hanya mau menanyakan tentang ini''ucap ku sambil menunjukan foto yang aku ambil di apartemen milik nya
mahendra yang sudah menyangka akan membahas foto ini tersenyum ke pada ku
'' kamu dapat ini dari buku agenda ku fah''
'' ya...apa bisa di jelaskan tentang ini.''
'' apa yang mau kamu tanyakan ''
'' apa ini foto pernikahan anda tuan mahendra''
'' ya benar''
'' dan mempelai itu adalah aku''
'' ya memang benar itu kamu''
'' itu tidak mungkin dok...ini pasti rekayasa dokter kan apa mau dokter sebenarnya''ucap ku
'' tidak semua bukan rekayasa fah aku suami kamu dan ar juga alissa anak kita fah ''ucap mahendra
'' itu tidak mungkin dok pasti dokter bercanda aku tak percaya apa yan dokter katakan jika memang benar tolong ceritakan semua nya kebenaran itu''ucap ku
aku tak tau apa yang aku rasakan antara percaya dan tidak dokter hendra menceritakan semua nya
aku terdiam dan tidak berkata apa2 hatiku rasanya sakit mendengar kenyataan dari nya
'' itu yang bisa saya ceritakan jujur aku bahagia penantian ku bertemu dengan mu membuat ku bahagia tapi aku tak menyangka kalau kau tak mengingat ku lagi''ucap mahendra berkaca kaca
'' tapi aku tidak bisa mengingat apa pun tentang dokter aku masih tidak percaya kalau kita pernah ada hubungan dok''ucap ku
'' aku tau kamu pasti tak percaya aku juga bingung kenapa kamu tidak mengingat ku padahal kamu ingat dengan mantan suami pertama kamu tapi kenapa tidak dengan ku tapi aku tak perduli fah yang penting kamu tau kalau aku masih mencintai mu dan kamu hanya perlu bertanya pada orang tua mu saja fah jika memang aku tak berbohong''ucap mahendra
'' ok saya akan tanya ayah dan ibu dok untuk mengetahui perkataan dokter benar atau salah''ucap ku
aku pun langsung menghubungi ke dua orang tua ku
langsung saja aku menanyakan apa yang ingin aku ke tahui
'' bu hanifah boleh bertanya''
'' ya ada apa nok''
'' apa ibu kenal mahendra''
deg
jantung mahendra berdegub kencang mendengar jawaban orang tua ku
'' tidak nok memang mahendra siapa''
'' ibu beneran gak tau''
'' ya sayang ibu ngak tau dan tidak mengenal nya''
'' memang nya ada apa nok apa mahendra itu mengusik mu dan berbuat jahat kepada mu'' tanya ibu
'' tidak bu hanya ''ucap ku yang langsung menceritakan permasalahan nya
'' kamu jangan percaya sayang suami kamu hanya juan dan kamu harus percaya pada nya suami mu itu lelaki yang baik dan bertanggung jawab jadi kamu tak pantas meragukan nya kamu mengerti''ucap ibu
__ADS_1
'' ya bu''
saat aku masih menelepon ibu ku tiba2 seseorang memanggil ku