Senandung Cinta Untuk Anaya

Senandung Cinta Untuk Anaya
SCUA-Bab 27


__ADS_3

Pagi hari di sekolah Negeri X.


Anaya memutar kedua matanya dengan jengah saat dirinya di hadang olah Trio racun.


“Well, ini dia gadis sok cantik yang sedang berusaha untuk mendekati Gerald,” ucap Angel dengan sinis, ia berjalan memutari Anaya, dan menatap Anaya dari atas sampai bawah dengan penuh kebencian.


“Please, minggir!” ucap Anaya kepada Trio racun yang menghadangnya.


“Woah, ternyata dia bisa mendengar guys! Oh, bukankah dia ini adalah gadis tuli?! Ha ha ha,” ucap Angel tertawa keras sambil bertepuk tangan.


DEG


Jantung Anaya berdetak dengan cepat, ia menggigit bibirnya dengan kuat. Bagaimana bisa Angel mengetahui tentang dirinya?


“Angel, please.” Anaya memohon kepada Angel agar tetap diam


Melihat Anaya yang ketakutan tentu saja malah semakin membuat Angel sangat senang dan semakin gencar mengganggu Anaya untuk membalaskan dendamnya.

__ADS_1


“Huh, sepertinya dia ketakutan,” ucap Angel kepada kedua temannya.


“Ha ha ha ha, lihat wajahnya manis banget ya,” ledek Angel lalu tertawa terbahak seperti iblis, di ikuti oleh kedua temannya.


“Hei!! Kalian semuanya!” teriak Angel sambil menepuk tangannya beberapa kali, agar seluruh murid berkumpul di koridor sekolah.


Anaya menatap sekelilingnya, wajahnya pias dan kedua matanya berkaca-kaca. Ia takut dan tubuhnya bergetar hebat, saat semua murid mengelilinginya.


“Aku mempunyai berita yang mengejutkan untuk kalian semua. Kalian tahu ini siapa? Ini adalah Anaya yang kalian banggakan dan kalian agungkan. Anaya yang sudah membuat aku cidera dan harus menjalani operasi tulang belakang!” ucap Angel sambil menunjuk Anaya dengan penuh kebencian.


“Sudahlah, Ngel, masalah itu sudah berlalu dan kamu ‘kan yang mencari masalah lebih dulu!” seru Ica yang baru datang lalu merangkul Anaya. Menguatkan sahabatnya itu.


“Ngel!” teriak Anaya dengan suara tertahan.


“Jangan di dengarkan, Nay. Ayo, kita pergi saja,” ucap Ica menarik tangan Anaya agar segera pergi dari kerumunan itu.


“Wait!” ucap Angel mencegah Ica agar tidak pergi dari sana. “Apakah kamu tidak tahu jika selama ini menyembunyikan rahasia besar darimu?” tanya Angel.

__ADS_1


“Apa maksudmu?” tanya Ica lalu menatap Anaya yang menundukkan kepala.


Angel tersenyum tipis lalu memegang kedua pundak Ica dan menekannya dengan pelan. “Temanmu ini adalah gadis TULI! TULI. Kamu tahu TULI alias BUDEK!” ucap Angel dengan penuh penekanan.


Ica membekap mulutnya lantaran sangat terkejut, begitu pula para siswa yang berkerumun, mereka saling bisik dan saling bertanya-tanya kenapa Anaya yang cantik adalah gadis tuli? Sangat di sayangkan sekali.


Anaya menjatuhkan air matanya dengan begitu derasnya, ia melepaskan tangan Ica.


“Jangan bicara omong kosong!” bentak Ica kepada Angel.


Gerald dan Lucky yang baru datang terkejut saat melihat kerumunan di koridor sekolah, mereka mendekat dan menerobos kerumunan tersebut, terkejut saat melihat Anaya di sana.


“Naya!” seru Gerald lalu mendekati Anaya yang terlihat terpukul.


“Bagus Gerald datang tepat waktu. Agar dia tahu siapa gadis yang di sukainya!” ucap Angel sambil menunjuk Anaya.


“Jangan membuat masalah lagi, Ngel!” bentak Gerald dengan kuat.

__ADS_1


Angel semakin meradang lalu mendekati Anaya dan menarik kedua alat bantu dengar dari telinga Anaya dengan perasaan yang sangat kesal.


__ADS_2