Senandung Cinta Untuk Anaya

Senandung Cinta Untuk Anaya
SCUA-Bab 44


__ADS_3

Tidak terasa Anaya sudah sampai di Bali, gadis cantik itu berjalan sembari menyeret kopernya menuju kamar hotel mewah yang sudah ia pesan sebelumnya. Anaya tersenyum senang saat sudah di dalam kamar hotelnya, kedua manik indahnya mengedarkan ke seluruh kamar hotel tersebut.


Anaya berjalan menuju jendela kemudian Ia membuka hordeng jendela tersebut. Tampaklah pemandangan yang begitu indah di depan matanya. Pemandangan laut yang terbentang luas di hadapannya begitu indah, berwarna biru, dan menyejukkan mata.


Anaya menjadi tidak sabar, ia ingin segera bermain di tepi pantai tersebut, tidak sabar bermain dengan air laut dan menikmati Pasir Putih yang ada di tepi pantai itu.


Anaya mengambil topinya beserta kacamata hitamnya untuk menutupi wajahnya, agar para fans-nya tidak mengenalinya. Ia juga mengganti celana panjangnya dengan hot-pant. Bibir manisnya terus melengkung sejak tadi, ini lah yang ia butuhkan, sebuah liburan yang akan mampu membuat dirinya merasa senang dan melupakan sejenak kepenatan dan kesibukannya di Ibu Kota Jakarta.


"Aku sudah tidak sabar lagi," ucap Anaya, ketika Gadis itu sudah keluar dari kamar hotelnya. Iya berjalan menuju lift, yang akan membawanya ke lantai dasar hotel tersebut. Di dalam lift tersebut ia tidak sendirian ada seorang pria muda yang berdiri di sampingnya, sepertinya pria itu adalah seorang Executive muda, jika dilihat dari penampilannya.


Anaya hanya sesekali melirik pria tersebut yang berdiri di sampingnya.


Ting!

__ADS_1


Pintu lift terbuka, ketika sudah sampai di lantai dasar. Anaya segera keluar dari lift tersebut, bersamaan dengan pria muda itu.


"Sorry," ucap Anaya ketika dirinya tidak sengaja sengaja menyenggol lengan pria tersebut. Anaya membenarkan kacamata dan juga topinya, agar pria tersebut tidak mengenalinya. Anaya adalah artis terkenal, dirinya sudah menjadi publuk figur, dan siapa pun akan mengenalinya, termasuk pria yang ada di sampingnya itu.


"Tidak apa-apa," jawab Pria tersebut dengan datar, kemudian segera berjalan mendahului Anaya.


Anaya menatap punggung lebar itu dengan tatapan sebal. "Cih, sombong sekali dia!" Anaya berdecih kesal, karena menurutnya pria tersebut adalah pria yang sombong dan angkuh yang baru pertama kali ia temui.


Tidak ingin memikirkan hal tersebut, Anaya pun segera melanjutkan langkahnya menuju pantai yang di dekat hotel yang ia sewa itu.


"Coba saja Ica mau di ajak ke sini, pasti seru," ucap Anaya sambil melepaskan kaca mata hitamnya, lalu menyangkutkannya di sela bajunya tepat di bagian depan dada. Angin laut yang berhembus begitu kencang dari arah laut, dan membentuk ombak-ombak kecil yang bergerak hingga ke tepi pantai.


Anaya tidak menyadari jika dirinya saat ini menjadi sorotan pada pengunjung pantai tersebut. Yap, mereka mengenali Anaya.

__ADS_1


"Itu Naya! Naya!" seru seorang gadis yang berdiri tidak jauh dari sana sambil menujuk Anaya yang berdiri di tepi pantai sambil menikmati deburan ombak yang menyapu kakinya.


Anaya menoleh, kedua matanya melotot lebar saat melihat orang-orang di sekitarnya berjalan ke arahnya. "Ah, gawat!!" pekik Anaya segera melarikan diri dari sana.


***


"Shiit! Kenapa harus meeting di pantai? Aku tidak suka dengan pantai!" umpat Pria muda itu yang berjalan menuju pantai, yang membuatnya bertambah kesal adalah dirinya salah kostume. Seharusnya ia memakai pakaian pantai bukan Jas seperti ini!


"Hei! Tuan, tolong aku!!" pekik Anaya yang berlari menuju pria muda tersebut.


Pria tersebut sangat terkejut saat melihat gadis yang ada satu lift dengannya saat berada di hotel tempatnya menginap, gadis itu kini bersembunyi di belakang badannya.


"Hei, Nona!" kesal Pria itu.

__ADS_1


"Sttt, diamlah! Bawa aku pergi dari sini," ucap Anaya dengan nada berbisik sambil mengintip para fans-nya yang mencari keberadaannya.


"What?!"


__ADS_2