Senandung Cinta Untuk Anaya

Senandung Cinta Untuk Anaya
SCUA-Bab 28


__ADS_3

“See! Ini adalah alat bantu dengarnya! Dia adalah gadis TULI!” ucap Angel menunjukkan ABD yang ada di telapak tangannya.


Semua orang terdiam. Begitu juga dengan Gerald dan Ica.


Anaya memejamkan kedua matanya dengan erat, “Ya, aku gadis tuli! Aku tidak bisa mendengar tanpa alat bantu itu!” ucap Anaya dengan segala rasa sesak di dada. Air matanya mengalir deras membasahi pipinya.


Angel tersenyum puas, lalu menerima Toak yang di berikan oleh Bonita. Ia menyalakan sirine yang ada di Toak tersebut dengan volume yang sangat keras. Membuat semua orang yang ada di sana langsung menutupi telinga mereka karena suara tersebut begitu menusuk gendang telinga mereka. Kecuali Anaya yang tidak bergeming.


Gerald menatap Anaya dengan tatapan yang sulit di artikan, begitu pula dengan Ica.


“Naya,” ucap Ica, memegang tangan Anaya dengan lembut.


Namun Anaya langsung menepis tangan Ica dengan kasar. “Aku rasa persahabatan kita sampai di sini!” ucap Anaya langsung beranjak dari sana, membelah kerumunan tersebut.


Tidak ada yang tulus kepadanya. Lalu salahkan seorang gadis tuli berada di tengah-tengah orang normal? Salahkan dirinya jika selama ini menutupi kekurangannya?


Angel dan kedua temannya tersenyum dengan penuh kemenangan.


“Lo jahat tahu nggak!” bentak Ica lalu mendorong Angel hingga terjengkang di atas lantai.


“Brengsek!” umpat Angel, yang di bantu dua temannya untuk berdiri.

__ADS_1


Ica berlari mengejar Anaya yang meninggalkan area sekolah.


“Lo nggak punya hati, Ngel! Urusan kita belum selesai!” umpat Gerald lalu mengejar Anaya.


“Dasar ******!” kali ini Lucky yang mengumpati ketiga gadis itu, ia pun ikut mengejar Anaya.


“Kenapa mereka tetap membela gadis Tuli itu?” geram Angel sembari mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


*


*


“Naya!” teriak Ica yang terus mengejar Anaya sampai keluar pintu gerbang sekolah.


TINNNNNN


Mobil yang melaju kencang itu meng-klakson dan mulai kehilangan kendali, pada akhirnya ...


BRAKKKK!


Anaya tertabrak dan tubuhnya terpental hingga 1 meter dari lokasi kejadian.

__ADS_1


“Naya!!” teriak Ica dan Gerald bersamaan.


Dan pengemudi mobil tersebut panik, dan segera keluar dari mobil untuk melihat siswi yang di tabraknya. Lalu lintas jalan tersebut menjadi ramai dan macet. Banyak pengendara lainnya yang ikut berkerumun di sana untuk melihat kondisi korban.


“Gerald, panggil ambulance!” teriak Ica memeluk tubuh Anaya yang tidak berdaya. “Naya!” Ica menangis dengan kencang menangisi sahabatnya.


Gerald segera menghubungi ambulance, kedua tangannya bergetar dan kedua matanya berkaca-kaca.


“Maafkan saya, rem mobil saya blong. Kita bawa ke rumah sakit, menunggu ambulance akan lama,” ucap pengemudi mobil yang menabrak Anaya. Tanpa banyak kata ia segera mengangkat Anaya yang sudah berlumuran darah. Ica dan Gerald mengikutinya dari belakang.


Satpam sekolah yang ikut melihat kondisi Anaya pun segera memberitahukan kejadian tersebut kepada pihal sekolah dan keluarga korban.


“Angel!!!” teriak Lucky dengan berapi-api, ia menghampiri Angel yang sedang berdandan di dalam kelas.


“Apa sih Jawir!” ucap Angel dengan santainya.


“Ini semua gara-gar lo! Anaya tertabrak mobil!”


“Loh kok gue sih? Salahkan dia dong kenapa budek! Lagi pula bagus juga sih kalau dia meninggoy sekalian!” jawab Angel dengan santainya.


Lucky dengan kesal langsung menarik rambut Angel dengan kuat. “Jika di negara ini tidak ada hukum sudah gue pastikan lo akan mati di tangan gue! Tapi, lo harus tetap bertanggung jawab dengan semua ini!” bentak Lucky lalu menyeret Angel keluar dari kelas tersebut. Kedua temannya pun mengikuti dari belakang.

__ADS_1


“Bangsat! Lepasin rambut gue!” teriak Angel.


__ADS_2