Senandung Cinta Untuk Anaya

Senandung Cinta Untuk Anaya
SCUA-Bab 46


__ADS_3

Gerald menjadi melupakan meeting-nya bersama Klien-nya. Seharian itu ia memilih menjadi tour guide untuk Anaya.


Mereka menghabiskan waktu bersama pada hari itu, melepaskan kerinduan mereka serta mengungkit kenangan masa lalu mereka saat di masa putih abu-abu.


Saat ini mereka berada di pantai sembari menikmati keindahan senja pada sore hari itu. Gerald dan Anaya duduk bersisian di atas pasir putih.


"Aku tidak bermaksud mengungkit masa lalu yang menyakitkan itu, Nay, tapi aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku sejak dulu menyukaimu," ucap Gerald yang sudah tidak bisa menahan perasaannya lagi.


Anaya yang tadinya tertunduk kini mengangkat kepalanya dan menoleh ke kiri, menatap Gerald dengan tatapan tidak percaya.


"Rald—"


"Aku menyukaimu saat pertama kali kita bertemu, masih ingat?" tanya Gerald memotong ucapan Anaya.


Anaya tersenyum lalu mengangguk pelan. "Di hukum membersihkan kamar mandi kelas 12. Padahal itu adalah hal yang memalukan di dalam hidupku," jawab Anaya jujur, tapi siapa sangka hal tersebut malah menjadi cerita tersendiri untuk Gerald.


"Jadi?" tanya Gerald.


"Jadi apa?" Anaya malah melontarkan pertanyaan lain. Menatap bingung pada Gerald.


"Kamu mau menjadi kekasihku, Nay?" jawab Gerald seraya menggenggam salah satu tangan Anaya dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


Anaya menatap tangannya yang di genggam oleh Gerald, kemudian ia menariknya dengan cepat. "Maaf Rald, aku bukan gadis yang sempurna untukmu," jawab Anaya dengan perasaan sedih.


"Bagiku kamu adalah gadis yang sempurna, Nay," jawab Gerald berusaha untuk tersenyum saat mendapatkan penolakan dari Anaya, akan tetapi dirinya akan tetap berusaha untuk meyakinkan Anaya, jika hanya dia lah yang pantas untuknya.


Hanya Anaya yang mampu meluluhkan hati Gerald yang dingin. Dan hanya Anaya yang mampu menggetarkan hati Gerald.


"Tidak, Rald, aku tidak pantas untukmu. Tidak perlu aku sebutkan lagi kekuranganku, karena kamu sudah mengetahuinya," jawab Anaya seraya beranjak namun denga cepat Gerald menarik tangannya hingga dirinya terjatuh ke pelukan Gerald.


"Nay, jangan pernah tinggalkan aku lagi," ucap Gerald lalu mendekap tubuh Anaya yang ada di pangkuannya dengan sangat erat.


"Rald!" Anaya berusaha untuk melepaskan diri dari dekapan Gerald, akan tetapi semakin berusaha melepaskan, dekapan itu semakin erat.


"Anaya, please! Aku tahu kalau kamu juga mencintaiku kan?!" Gerald tidak akan melepaskan Anaya. Ia tidak ingin kehilangan cinta pertamanya.


Gerald mengendurkan pelukkannya kemudian menangkup wajah Anaya seraya menatap gadis itu dengan dalam.


"Aku mencintaimu, Nay," ucap Gerald dengan penuh kesungguhan.


"Rald," lirih Anaya berkaca-kaca saat menatap kedua mata Gerald yang terlihat tulus kepadanya.


CUP

__ADS_1


Tanpa di sangka dan tanpa di duga, Gerald melabuhkan kecupan manis di bibir Anaya.


Anaya membulatkan kedua matanya saat mendapatkan kecupan singkat dari Gerald.


"Bagaimana Nay?" tanya Gerald kepada Anaya yang terlihat bengong.


Anaya mendongak, menatap Gerald lalu tersenyum tipis kemudian ia menarik tengkuk Gerald dan mencium bibir pemuda itu dengan lembut dan dalam.


Betapa bahagianya Gerald saat ini. Apakah ini bertanda jika Anaya membalas perasaannya?


"Aku juga mencintaimu, Rald," ucap Anaya ketika ciuman itu terlepas.


Gerald tersenyum bahagia lalu kembali mencium bibir Anaya dengan lembut, mencurahkan kasih sayang dan cintanya.


Akhir perjuangan hidup Anaya yang begitu manis. Ia mendapatkan cinta yang tulus, dan menerima dirinya apa adanya. Semoga Anaya dan Gerald hidup bahagia untuk selamanya.❤


...TAMAT...


Terima kasih semuanya sudah mengawal kisah Anaya sampai Akhir. Sekali lagi Emak ucapkan banyak terima kasih. Dan jangan lupa mampir ke karya Emak yang lainnya.


Maaf jika endingnya tidak sesuai dengan yang kalian harapkan 🙏 semoga di novel ini ada pelajaran yang bisa di petik.

__ADS_1


See you di lapaknya Uncle Dom❤


__ADS_2