SENJA KU TAK SAMA

SENJA KU TAK SAMA
KECEWA


__ADS_3

" ehhh... udah nggak kerasa jam 1, Dod pulang yok..." ujar Didi sembari melihat jam dinding


"iyaaa yaa nggak kerasa loh.." saut Dodi


"jadi... kalian pulang nih?" ucap Bagus


"Yo'i brooo... udah jam segini nggak biar nnti kalo sampai rumah pas.." ujar Dodi


"loohhh... kalian mau kemana?" Tanya Dewi muncul dari pintu tengah


"pulang lah.. tuh udah jam 12 lewat banyak" sambung Didi sambil menunjuk jam dinding


"kamu mau ikut pulang nggak?" tanya Dodi


"emmmm kalian duluan aja deh.. aku disini dulu nemenin bagus" ucap Dewi yang langsung duduk di samping bagus dengan memegangi toples yang berisikan nastar


" yo wes... kita pulang dulu yak..., Wik minta yak, untuk bekel pulang.. hehehe" ucap Didi sembari merogoh toples berisikan nastar kesukaan dewi


"eh... nggak boleh banyak-banyak" ucap dewi ketus sambil menepis tangan Didi


"ya elahh... pelit betul" ucap didi sembari memakan nastar satu-satunya dari hasil rampasan


"wik.. tuh di panggil tante,.." ucap didi


dengan refleks Dewi memalingkan wajahnya, alhasil dodi berhasil merampas lebih banyak nastar dari toples Dewi


"Dod... buruan kabur" ucap Didi bergegas keluar


"Didiiiiiiiiiiiii.....!! Awas kamu!!" teriak Dewi berusaha mengejar didi sambil melempari dengan Bantal kecil


"minta dikit aja, neng hahahahahaa" ucap didi sembari lari


"tante permisi pulang dulu yaaaa, assalamualaikum...." ucap Dodi sembari mengejar didi yang tunggang langgang lari duluan


"woyyy tunggu di, dewi kalo marah lebih galak dari badak di ragunan.. hahahahahaha" teriak Dodi dari kejauhan sambil mengejar didi


"udaaahhh, kalao urusan nastar emang nggak ada yang ngalahin kamu wi" ujar Bagus..


"iyaa lah, apalagi buatan ibumu yang lain nggak boleh nyentuh" ucap dewi duduk di samping bagus sembari membenarkan roknya


" gus... ibu sama naumi mau ke dokter sekalian singgah dirumah bukde mu soalnya di sana ada acara aqiqah si nabel, ooo ya nak dewi Tante tinggal dulu ya" ucap ibu sembari mendorong kursi roda naumi yang hanya bisa melambaikan tangannya


"iya bu.. hati-hati dijalan" ucap bagus


"Gus... kue buatan tante tuh enak banget loh... kenapa nggak buka toko kue aja" ucap Dewi

__ADS_1


" belum cukup modal wi untuk buka toko" ujar Bagus


" oooh ya wi, kamu belum mau pulang?" tanya bagus


"ah... males gus, dirumah juga lagi nggak ada mama" ucap dewi


"wi... emang siapa sih orang yang sedang kamu suka" tanya Bagus


"ee... emmmm... ada gus, nanti kamu juga bakal tau siapa orangnya" jawab Dewi malu-malu


"Aku penasaran sama cowok itu" ucap Bagus dengan wajah penuh penasaran


"mmmmm Gus...." panggil Dewi


"iya" jawab bagus sembari menatapi wajah Dewi


Bagus dan Dewi saling pandang saling menikmati wajah para pencari cinta, matanya tertuju pada retina yang sedari tadi kecil membesar, wajah yang saling berdekatan semakin dekat dan semakin dekat lagi, Dewi benar-benar takluk oleh tatapan Bagus, detak jantung yang tidak beraturan mewakilkan rasa dari sebuah *****, Dewi mulai memejamkan matanya seakan ia siap di jamah oleh ketampanan Bagus, saat wajah meraka memang sudah benar-benar dekat.


"kamu tu kebiasaan banget kalo makan berantakan" ucap Bagus sembari mengusap bibir Dewi dengan jarinya


sontak Dewi membuka matanya, wajahnya mulai memerah menahan malu, refleks Dewi langsung mencubit paha bagus cepat-cepat dewi membersihkan remahan kue yang melekat di area mulutnya, Bagus hanya tertawa puas sudah mengerjai sahabatnya itu,


mereka bercanda tertawa riang, cubitan-cubitan kecil mendarat di perut bagus, bagus membalas dengan gelitikan-gelitikan manja bagus suguhkan di pinggang Dewi


dengan napas terengah-engahereka menyandarkan kepala mereka di sofa .. suasana hening seketika


"Sama aku juga ada satu hal yang ingin ku katakan kepadamu" jawab Bagus


"Apa?" tanya Dewi penasaran


"mmmmm Kamu aja dulu" jawab Bagus penuh semangat


"Kamu aja dulu gus" ucap Dewi semakin penasaran


" gini aja deh.. suit aja deh, gimana? " ajak Bagus


" mmmm boleh deh.." jawab Dewi mengalah


"Gunting batu kertas yaa..." ujar Bagus


Gunting... Batu...Kertassss


" Naaahhhh kamu duluan Gus..." ucap Dewi kegirangan


" mmm... ko' aku ngerasa gerogi ya " ucap Bagus gugup

__ADS_1


" mmm.. Aku sedang jatuh cinta kepada seseorang " ujar bagus sembari menatap Dewi


"Siapa orangnya Gus..?" Tanya Dewi penasaran dan sembari senyum-senyum malu dihadapan bagus


"Emmmm siapa yaaaa hahahaha" ujar bagus penuh semangat


"ayooo laaahh jangan buat aku menunggu" ujar Dewi


" namanya Angel.. kami sudah menjalani pacaran satu tahun... maaf aku tidak memberi tahu kalian karena kami sedang backstreet, kurang tau alasan pastinya apa tapi kami sudah salin jatuh cinta " jelas bagus sembari berbicara panjang lebar


Dewi diam seribu bahasa, wajahnya mulai memerah matanya mulai berkaca-kaca, sesak rasanya.


Dewi hanya bisa memaksakan bibirnya untuk tersenyum dihadapan bagus sudah tak ia dengarkan lagi ocehan-ocehan bagus, tak disadari air matanya mulai tak tahan menggantung dan mengalir di sela pipi mulusnya yang putih


Bagus sontak terdiam melihat Dewi tiba-tiba menangis


"Wi... kamu baik-baik saja?" ujar Bagus Heran


"Wi.... kamu kenapa" tanya Bagus


"ooh.. enggak Gus.. nggak apa-apa aku hanya terharu mendengar kamu sudah punya pacar" Ucap Dewi sembari mengusap air mata yang membasahi pipinya


" aku hanya ingat dulu.. jaman SD kamu pernah bilang bakal nikahin aku gara-gara ada kakak kelas mau jadi pacarku, sampai-sampai kamu nangis minta sama ayahmu cepet-cepet dinikahkan" ujar Dewi sembari tertunduk


"yaaa itukan dulu wi hehehe" ucap bagus malu-malu


" tapi beneran loh wi.. sampai SMP juga nggak ada tuh deketin cewek selain kamu aja, yaaaa sempat nggak rela sih kamu jadian sama toni sampai-sampai aku nggak masuk sekolah seminggu gara-gara tau kamu pacaran tuh sama si kumis tipis" ucap Bagus sembari mengingat


"eeehh katanya kamu ada yang pengen kamu omongin tadi " ujar bagus


"mmm nggak apa-apa gus.. nanti aja" ucap Dewi


"Gus... Aku pulang dulu ya.. udah sore, mama pasti nungguin di rumah" sambung Dewi sembari merapikan


" Aku antar sampai depan ya " tawar Bagus


"Nggak usah Gus aku bisa sendiri" ucap Dewi


" Wi... kamu nggak apa-apa kan?"


Dewi hanya mengangguk dan meninggalkan bagus yang termangu di depan pintu rumahnya ia memandangi Dewi dari kejauhan


"Astaga.... Angel... Aku harus menghubunginya sekarang" Gumam Bagus segera bergegas kedalam untuk mengambil handphonenya dengan tertatih-tatih ia berjalan


20 panggilan tak terjawab

__ADS_1


"Mati aku..., Astaga maaf Angel..." gumam bagus gelisah sembari menelpon balik pacarnya itu.


"Ayooo dong angkat...." ucap Bagus panik


__ADS_2