SENJA KU TAK SAMA

SENJA KU TAK SAMA
BERTENGKAR


__ADS_3

Sudah diputuskan pengharapan Agus, wajah yang sedari tadi berseri sekarang kembali muram, di sandarkan punggungnya di dinding yang sudah mengusam, tangannya gemetaran sembari memegangi handphone yang dibelikan angel waktu itu,


drtttttttt drtttttttt drrtttttttt


Handphone bergetar di tangannya, matanya terbelalak melihat Nama di layar handphone yang sedari tadi berkedip


"Angel...!!!"


"Aku sudah didepan rumahmu"


Dengan cepat bagus menuju pintu depan untuk membukakan pintu, sudah berdiri seorang gadis dengan seragam putih abu-abunya menatap bagus dengan tajam


"Angel...!! maaf..... Ak..."


Plaaakkkkk


tamparan kecil mendarat di pipi bagus, kemudian Angel segera memeluk kekasihnya itu.


"Maafkan saya.. nggak ngabarin kamu, aku ingin segera memberitahumu hanya saja aku takut mengganggu waktumu"


"Aku khawatir banget sama kamu gus, awalnya aku memang marah sama kamu, tapi sekarang aku percaya sama kamu" ucap Angel sembari melepaskan pelukannya


mereka segera masuk kedalam rumah,


Angel dengan tatapan sendunya memperhatikan keadaan kekasihnya itu dan mendengarkan penjelasan bagus yang sedikit rasional untuk di terima logika, tiba-tiba Angel kembali memeluk bagus kali ini cukup erat..


"Aku rindu... aku nggak mau jauh darimu" ucap Angel


mereka saling bertatapan bagus begitu menikmati wajah kekasihnya itu, darah sudah memuncak ubun-ubun, panas dingin rasanya.


detak jantung mulai mempercepat bagus mulai memberanikan menjamahi bibir mungil Angel di usapnya dengan ibu jari, Angel mulai memasrahkan nafsunya untuk sebuah cinta. bibir bagus mulai ******* perlahan, dengan lembutnya ia telusuri bibir mungil itu


"Gus... Ibu... Naumi?" ucap Angel sambil melepaskan ciuman itu


"hanya aku sendirian Sayang" ucap Bagus sembari menarik kembali tubuh Angel


diregutnya bibir mungil itu sampai Angel kehilangan sadarnya, tak ada apapun yang di pikirkannya kecuali kenikmatan yang sudah merasuk ke peredaran darahnya, direbahkannya tubuh Angel di sofa yang empuk namun berisik diciumnya kening dan pipi angel menuju jenjang leher yang indah itu, ditimpanya tubub Angel yang ramping itu, ******* demi ******* melengking dari mulut mungil Angel yang sedang dikalahkan nafsunya tangan Bagus mulai Aktif menggerayangi tubuh Angel angel semakin menggeliat seperti cacing kepanasan dibukanya kancing baju angel namun Bagus mulai merenggangkan cumbuannya Bagus memandang wajah cantik Angel dengan tajam


"Maaf sayang.. ini terlalu jauh untuk kita lakukan.. maafkan aku" Ucap Bagus


Angel termenung lama dan hanya terdiam, kemudian ia duduk di samping bagus sembari merapikan pakaiannya yang lusuh.


"Kamu sayang padaku kan?" ucap Angel tersenyum di barengi tangannya mengelus-elus rambut Bagus


bagus hanya bisa mengangguk dengan penuh keyakinan. dengan gesit Angel kembali menciumi bibir bagus dengan beringas, bagus hanya bisa terpaku melihat tingkah kekasihnya itu.


kryuuuuuukkkkkk.....


Angel dengan wajah memerah kemudian melepaskan ciuman itu, tingkahnya kikuk, merah merona menampakkan dirinya di atas pipi yang montok dan kenyal itu


"kamu lapar...?" ucap bagus menyunggingkan senyum

__ADS_1


Angel hanya dapat menunjukkan malu kepada Bagus yang sedaei tadi memandangnya


"oke.. akan ku buatkan masakan istimewa buatmu"


Bagus segera menuju dapur, rasa sakit di badannya sudah tidak ia hiraukan, namun Angel segera membantunya.


"kamu bisa masak?" ucap Angel


"sedikit-sedikit, yaaa meskipun rasanya nggak seenak di restoran, oh.. iya bisa kan potongin koll yang ada di kulkas?" ujar Bagus


"tentu,.. ooh iya kamu belum cerita gimana sampai kecelakaan"


" oooh itu, kemaren mlm waktu di jalan ada perempuan nggak sengaja mau nabrak jadi aku kaget dan hilang kendali"


"orangnya mau tanggung jawab?"


"iya.. dia membawaku kerumah sakit"


"makanya kamu tu hati-hati aku belum siap loh kehilangan kamu"


"emang kalo aku mati kamu bakalan nangis?"


"ya nangis lah..., nah kalo aku yang mati kamu nangis nggak gus?" tanya angel sembari memotong


"potongnya tipis saja ya, mmmm kalau kamu yang mati ya aku cari yang baru lah" ucap Bagus santai


"ih.. kamu tu jahat banget ya" ucap Angel ketus sembari melempar Bagus dengan potongan kol


"duh... duhhhhh... aku jadi terharu"


Bagus dan Angel sangat menikmati kebersamaan mereka, dengan mahirnya bagus membuat masakan khusus kekasihnya itu


"yeeeeeyyyy sudah siappp... kelihatannya lezat gus"


"kamu belum pernah makan makanan seperti ini?"


"Belum.."


"nih... kamu cobain, Ak.."


"hmmmmm enak gus, waaaaah ini enak banget"


"coba campur sama nasi pasti lebih enak"


"waaah bener gus enak"


" siapa duku dong kokinya"


Bagus sangat memanjakan Angel, diperlakukannya seperti ratu


"Ahhh kenyang..."

__ADS_1


"besok-besok kamu yang hatus masakin buat aku"


"yaaaahh aku kan nggak bisa masak"


"yaaa belajar dong".


"males ah... ribet, masak air aja sampai hangus"


"huuuu dasar anak manja"


"biarin, buktinya kamu aja mau sama aku"


"namanya juga cinta"


"Gus... aku tu beruntung banget dapetin kamu, kamu tu beda dari yang lain, kamu tu sederaha pokoknya beda lah"


"ah masa? segitunya amat. mmm Kitakan pacaran udah 2 tahun sampai kapan kita backstreet?"


Angel memberhentikan makannya seakan ia sudah tak ***** makan lagi, diteguknyan air putih


" tunggu sampai waktunya gus"


"iya.. tapi kapan?"


" ya nanti. akan ada waktunya untuk kita "


"aku lelah harus bersembunyi dari orang-orang, dari sahabat-sahabatku dari orang tuamu"


"kamu tidak mempercayai ku?"


"aku percaya, tetapi aku butuh kepastian, atau kamu malu mempunyai kekasih yang miskin sepertiku? atau aku.hanya kamu jadikan pelarian? "


"Cukup!!! jaga ucapanmu gus.." bentak Angel


"Aku muak mendengarkan ucapanmu tentang status hubungan kita, apakah cinta harus di dasari dengan status? kamu nggak ngerti perasaanku gus, mana yang kau bilang cinta tulus kepadaku? Mana!!!!"


Bagus terdiam, ia begitu terkejut ketika kekasihnya yang lembut itu mulai menampakkan amarahnya


"terima kasih makanannya, semoga lekas sembuh"


Angel sangat murka, wajahnya memerah dan segera pergi meninggalkan bagus


"Angel... Tunggu"


Angel tetap melangkah keluar panggilan Bagus sudah tidak di indahkan lagi olehnya, nampak raut kekecawaan tergambar di wajah cantiknya


di gebraknya meja makan oleh bagus, kesal dan kecewa sudah merundung di hati Bagus, pikirannya sudah mulai kacau berpikir ini dan itu tentang Angel memang selama mereka berpacaran tak pernah sekalipun bagus di perkenalkan kepada orang tua Angel, seakan banyak misteri yang di pemdam oleh Angel


"arghhhhhh Bodoh" gumam Bagus


Bagus hilang kegembiraanya yang ia dapati tadi seolah-olah hanya mimpi di siang bolong, rumah yang sedari pagi riuh kini sudah mensunyikan diri, hanya ada suara cicak seraya menertawakan kemalangan Bagus. di ambil handphonenya sudah tidak ada harapan nomor yang dituju tidak aktif, di hempasnya Handphone tersebut di kasur dan disusul pula ia merebahkan diri seolah-olah sebagai penawar kegundahannya

__ADS_1


__ADS_2