
Bagus terkejut bukan main Adik dan ibunya merayakan hari ulang tahunnya dengan tumpukan kue donat dan lilin sisa ulang tahun adiknya tahun kemarin,
17 tahun.. tepat di usianya ia baru merasakan pesta yang sangat-sangat sederhana dengan di bumbui kehangatan keluarga kecil..
Adik Bagus, Naumi hanya dapat berusaha mengucapkan selamat ulang tahun dengan bahasa Bisindo begitu pula Bagus ia mengatakan bahwa hari ini sangat bahagia karena sudah memiliki keluarga sepertinya
Bagus segera memeluk Adiknya yang berusia 13 tahun itu, dia kecup pipi kanan kirinya begitu pula ibu Bagas segera mencium adiknya.. begitu hangat keluarga kecil ini, sejak kematian ayahnya gugur saat bertugas Ibunya menjadi tulang punggung untuk keluarganya Bagus juga kadang di malam hari ia harus kerja sambilan untuk menambah perekonomian Kelurganya
"Brak...."
Bunyi dari arah kamar tengah kepemilikan Naumi
"Ya ampun... Adek..." Teriak Bagus sepontan berlari ke arah kamar tengah
Dengan wajah cemas Bagus & Ibunya segera menghampiri, namun adiknya hanya senyum cengengesan melihat arah bagus sembari duduk di kursi rodanya.
Bagus bertanya ada kegaduhan apa menggunakan bahasa bisindo yang selalu ia gunakan saat berbicara dengan adiknya. Ternyata adiknya berusaha mengambil kado untuk kakaknya namun kursi yang Naumi duduki ada baut yang sudah lepas sehingga tidak mampu menahan beban dan naumipun terperosok di antara lemari pakaian
Bagus mengisyaratkan bahwa harus hati-hati saat melakukan sesuatu dan adiknya pun hanya dapat mengangguk, kemudian Bagus menggendong adiknya ke tempat tidur dan di temani ibunya.
" Bu.. Lebih baik ibu istirahat di rumah jagain adek. masalah Uang Bagus nnti akan mencari tambahan, Bagus nggak mau ibu terlalu capek" Jelas Bagus kepada ibunya..
"Ndak apa-apa Gus... Ibu malah seneng bisa memenuhi janji ibu ke pada bapakmu" Ucap Ibunya sambil merapikan rambut anak perempuannya
"kamu jangan khawatir sama ibu, ibu masih kuat ko' " sambung ibu bagus seolah-olah ia sudah pasrah menerima kenyataan
bagus hanya terdiam saat mendengarkan perkataan ibunya, dan pergi ke gudang untuk memperbaiki kursi milik adiknya
seselesainya Bagus memperbaiki kemudian ia duduk di meja makan sembari memperhatikan kado dari Angel, Bagus hanya tersenyum saat mengenang peristiwa tadi.
ketika ia melihat sudah pukul 19.00 ia tediam sebentar sepertinya ada yang terlupakan
"Ya ampun.... Dewi" ucap Bagus bergegas menuju kamar mandi
dengan cepat Bagus segera membersihkan diri, dan bersiap-siap dandan untuk pergi ke acara ulang tahun Dewi
" Ibu... Bagus kerumah Dewi dulu ya, ada acara katanya" ucap Bagus tergesa-gesa
" eee... sebentar, ini ada Kue nastar buat Dewi kesukaanya, ibu titip ke kamu ya" ujar ibu sambil mengambilkan box kecil
"Bagus berangkat dulu bu" ucap bagus sambil mencium tangan ibunya
Bagus segera bergegas mengendarai Vespa tuanya, ditengah perjalanan tiba-tiba motor Bagus tidak bersahabat untuk malam ini.
"lohh lohhh..." Bagus kebingungan
"Ayo dongggg jangan sekarang, Ini Darurat" Gumam Bagus
sesegera mungkin Bagus memeriksa Vespanya
" Kenapa lagi... kamu ini... Bensin masih ada, coba cek businya dulu " gumam Bagus segera membuka tutup mesinnya dan segera memperbaiki
" Hmmm ternyata businya, haduhhh mana bengkel nggak ada, (sesembari bagus melihat jam tangan yang dikenakan) "Ya Ampun.... jam 20.00 mati aku di omelin dewi, Dorong aja lah.. semoga belum seslai acaranya" ucap bagus
tiba-tiba
"Jrassssssssss"
"hmm sial betul hari ini, Motor rusak, Kena Hujan hmmn.. tuhan.. salah apa diriku" Gumam Bagus
__ADS_1
hujan turun sangat deras, Bagus segera berlari sambil mendorong vespanya, Bagus terengah-engah kakinya serasa mau copot, sudah lima kilo meter Bagus mendorong
motornya
waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 sesampainya di rumah Dewi, bagus segera memarkirkan motornya dengan Basah kuyub bagus segera masuk.
tampak suasana di rumah yang megah itu sudah sepi hanya ada beberapa orang yang sedang merapikan perasmanan, meja dan kursi, Bagus mulai gelisah ia takut sahabatnya itu marah, tampak dari kejauhan terlihat Dewi, Didi dan Dodi sedang berbincang seru sekali..
tiba-tiba didi menoleh kebelakang
"Bagus... walaaahh kepriben iki..! ko' baru nongol?" Teriak Didi sambil melambaikan tangannya sembari menghampiri Bagus.
" Acara sudah selesi ya?" tanya Bagus basa-basi
"Walaah ya sudah dari tadi lah, lah kamu kemana saja sih, nah napa basah kuyub gini" tanya didi keheranan
"Mati aku!! Dewi marah nggak" Tanya Bagus panik
"Oooh tidak lah, yaa paling kamu di bakarnya, hahahaaaa" jawab Didi sambil menghampiri Dewi dan Dodi
"Kemana aja kamu Gus, ini sudah jam berapa? nggak setia kawan banget sih.. ini hari specialku kamu tau itu kan?, mana simpatimu kepada temanmu ini, kita sudah berteman dari kecil ko' kamu tega sih" ungkap Dewi kesal
Dodi dan didi pun hanya bisa terdiam melihat temannya marah, tidak biasanya Dewi semarah ini kepada Bagus
"Wik, udah lah.. yang penting sekarang Bagus udah dateng" jelas Dodi
"Kamu diem Dod, ini masalah janji bukan masalah dateng apa nggak ya" timpal Dewi
" Wi, maaf aku sudah berusaha untuk datang kesini, motorku mogok, kamu nggak liat kakiku gemeteran" Jelas Bagus
namun tatapan Dewi masih penuh dengan kekecewaan,
semuanya terdiam, Bagus hanya dapat memasang wajah memelas kepada Dewi.
Dodi dan didi tidak mau meninggalkan kesempatan itu mereka berdua segera melemparkan potongan kue tepat di wajah Bagus,
Dewi terpingkal-pingkal melihat Bagus apalagi melihat wajahnya yang sudah seperti monster di tutupi cream. susana menjadi gaduh tawa mereka melepas keheningan mereka memang menjalin persahabatan dengan baik.
setelah mereka usai dan membersihkan wajah mereka, Dodi dan didi segera pamit pulang
"Wik... Gus... kami pulang duluan ya.. udah malem.. inget ada PR Matematika BAB 5 halaman 108" Ucap Dodi sambil melambaikan tangannya
"Laaah Eneng PR, waduh inyong lupa... Dod Sesuk minjam punyamu yak, kitakan sahabat sejati" Rayu Didi dengan logat khasnya
"Ondee mandeeeeee, Enak betul... Indak bisa.. urusan sahabat beda sama urusan PR" jelas Dodi dengan raut muka kesal
"hahahaha, udaaah... besok pagi liat aja punyaku. PR ku udah selesai ko'.." sambung Dewi
"yaaahh... masa nyontek wi.." ucap Dodi kecewa
" Nggak apa-apa anggap aja ini hari keberuntungan kalian " senyum dewi yang makin terlihat cantik
"yessssssss.. itu namanya sahabat sejati" sambung Didi
"ya sudah.. sampai jumpa besok ya.." ucap dodi
"yok di, udah larut" ajak dodi sampil menepuk punggung didu
merekapun segera berlalu, bagus kemudian menyeka sisa cream kue yang menempel..
__ADS_1
Dewi ternyata sedari tadi memperhatikan Bagus, sepertinya ia menikmati setiap bagian wajah Bagus, Hidungnya yang mancung seperti bule, bibirnya yang tipis, alisnya yang tebal dan bulu mata yang lentik.. hati siapa yang tak ingin memiliki lelaki seperti Bagus.
"Gus..." panggil Dewi
"oh yaaaa lupaaa ya ampun... sebentar Wi" potong Bagus sembari pergi ke parkiran
Dewi hanya memandangi punggung bagus dari kejauhan,
tak selang beberapa lama Bagus kembali lagi sambil menyodorkan bungkusan kantong plastik
"ini apa gus?" tanya Dewi penasaran
" udah.. buka aja..." Jawab bagus mulai kedinginan
"Waaaaahhh Nastar" teriak Dewi
"ini pasti ibu kan yang kasih, aduuuuhhh paling ngerti ibu mertua" ucap Dewi kegirangan
"Hahaha ibu mertua, bisa aja kamu..." timpal Bagus
"di makan sampai habis ya kodok...." ucap Bagus sambil mengacak-acak rambut Dewi
tiba-tiba keluarlah ibu Wijaya dari dalam ruangan
"looh ada nak Bagus,udah lama nggak pernah main kesini lagi?, oh ya nak Bagus baru sampai disini " tanya ibu Wijaya senyum ramah
"Malam tante iya tante motornya rusak jadi agak terlambat" jelas Bagus
"Bagus tu sibuk kerja di Caffenya om firman ma, kerja paruh waktu. makanya udah nggak sempat maen kesini" jelas Dewi sambil sibuk mengunyah nastarnya
" ooo gitu baguslah kalau begitu.., Wi besok tolong antar mama ke mall ya, ada barang yang mau mama beli, oh yaaa kalian jangan begadang besok harus sekolah kan?" ucap ibu wijaya
"iya tante" jawab Bagus
"ooohh ya tante lupa, bilang sama ibu mu, Tante pesan bolu gulung ya untuk acara arisan besok malam pesan 20 gulung" jelas ibu Wijaya sembari masuk ke dalam ruangan
"iya tante nanti saya sampaikan" jawab Bagus..
"Oh ya wi.. kamu mau ngomong apa tadi?" tanya Bagus penasaran
"mmmm nggak apa-apa, nggak jadi" jawab Dewi malu-malu
"ya sudah aku pamit ya, oh yaa ini hadiah dariku, lama looh aku buat" ucap bagus sambil mengeluarkan gelang tali yang di buat oleh bagus
"Waahh bagus banget" Ucap Dewi kegirangan sambil sesegera memakai gelang tersebut
"aku pulang dulu ya" ucap Bagus
"Gus titip salam buat ibu dan Naumi ya" kata Dewi sambil memperhatikan gelang yang ada di tangannya
"oh ya gus... " teriak Dewi
"iyaa ada apa?" tanya Bagus keheranan
"mmmm.... akuuuuu..... ak.. akuuu" ucap Dewi Canggung
"iyaaa kamu kenapa?" teriak Bagus dari kejauhan
"pakai aja sepeda ku kalo mau pulang" teriak Dewi menjadi kikuk
__ADS_1
"ooooh oke deh" jawab bagus sembari senyum
perlahan hati Dewi menjadi Deg degan canggung malu, ia hanya dapat melihat sahabatnya itu dari kejauhan sampai hilang di telan kegelapan