
terlihat Bagus dari dapur membawa secangkir Air mineral menuju ruang tamu,...
"akrab betul... sampai nggak ngajak ngobrolnya" ucap Bagus sambil mencubit pipi adiknya
kemudian Naumi mengisyaratkan kepada Kakaknya, temannya cantik sekali dan juga pintar bahasa Bisindo
itu sangatlah keren
Bagus segera menjawab pertanyaan adiknya dengan bahasa isyarat, meskipun suasananya masih terdengar sunyi tapi tidak bagi mereka, bahasa isyarat sudah mewakilkan satu bahasa.
"ooo iya ibu kedapur dulu ya" ucap ibu Bagus
" ooooh iya tante " jawab Angel dengan sopan
Naumi, Angel dan Bagus sangat sibuk dengan obrolan mereka, kemudian ibu Bagus kembali ke ruangan sembari membawa kue yang sudah di potong rapih, sangat terlihat lezat sekali
****
"Ayo nak silakan di Coba, maaf kami hanya bisa sekedar menyuguhkan ala kadarnya" ucap ibu bagus sambil membawa secangkir teh
"Aduh.. Tante... jangan repot-repot, air mineral ini juga sudah cukup" Timpal Angel dengan sedikit menunduk seraya menghormati yang jauh lebih tua
"nggak apa-apa, ayo silakan di cicipi" sambung ibu
setelah Angel mencicipi kue buatan ibu, Angel terkejut dengan cita rasa yang lezat, benar-benar enak , black forest ter enak yang baru Angel rasakan
"waaaaah, ini lezat banget.. ini Tante yang buat?" tanya Angel penasaran
bagus merasa senang Angel sudah mulai akrab dengan keluarganya, sepertinya Angel tidak mempermasalahkan mewah atau tidaknya rumah ini, Bagus sedikit lega
*****
Bagus hanya tersenyum melihat Angel dan ibunya berceloteh, Ibu sudah lama tidak seheboh ini berbincang kepada orang lain, sejak meninggalnya Ayah saat itu, ibu banyak melamun, untuk berbicara panjang lebar pun rasanya kurang bersemangat,
"Tante bisa ajari aku buat kue?" tanya Angel penuh harap
" ooo tentu, kebetulan ibu masih ada sisa bahan kue, mari ikut ibu kedapur " jawab ibu dengan semangat sembari bergegas pergi ke dapur
"Kamu mau ikut Gus? " tanya Angel dengan penuh semangat
" Ooo silakan kalian berdua saja " jawab Bagus sembari mengajak adiknya keluar menuju halaman depan
" oke deh.. nanti aku buatin yang special buat kamu " ucap Angel kegirangan pegi menyusul ibu bagus
ketika sesampainya di halaman, Bagus segera menggendong adiknya dan di pindah ke kursi kayu yang biasa mereka pakai untuk bersantai
__ADS_1
"Itu pacar kakak?" tanya Naumi
"menurutmu apakah Angel cantik dan cocok dengan kakak?" kata bagus tanya balik
" Cocok, Aku suka kakak Angel , dia baik dan yang paling aku senangi dia bisa bahasa Bisindo" jawab Naumi dengan gerakan jari dan intonasi bahasa yang kurang jelas dari mulutnya
"Dia sangat cerdas dan pintar sama sepertimu" terang Bagus sembari menggunakan isyarat pada jarinya
kemudian mengelus-elus rambut adiknya itu dan mencium keningnya
Bagus segera memperbaiki Kursi roda yang tempo hari agak sedikit perlu di perbaiki hanya beberapa menit Bagus sudah menyelesaikan kursi rodanya kemudian ia mengisyaratkan kepada Naumi untuk mencoba, setelah bagus memindahkan naumi ke kursi roda dan naumi pun mengacungkan dua jempolnya menandakan sudah nyaman
*****
"Gus... Mau cobain kuenya nggak" ucap Angel sambil membawa kuenya
"maaf sedikit gosong, tadi kelamaan angkat dari oven, habisnya seru banget buat kue sama ibu" sambung Angel sambil cengar-cengir
"iya.. " jawab Bagus sambil berlalu menuju ruang tamu bersama adiknya
meraka menikmati kebersamaan hari itu, canda tawa mereka memberikan warna baru pada keluarga kecil itu
"Gus aku pulang dulu ya, udah sore" ujar Angel
" mau aku antar seperti biasa?" tawar Bagus sambil meletakkan potongan kue yang di letakkan di piring
"ooo ya nak Angel, ini ada beberapa potong kue untuk di bawa pulang" ujar ibu sambil memberikan bingkisan
"Terima kasih banyak Tante, jadi ngerepotin" kata Angel sambil menerima bingkisan
"Tante, Angel permisi dulu ya tante, daaaah Naumi" Ucap Angel sembari melambaikan tangannya
Kemudian Angel dan Bagus segera menuju Jalan Raya sembari jalan kaki yang memang jaraknya tidak terlalu jauh,
"Gus, makasih ya hari ini aku seneng banget" ujar Angel sambil senyum-senyum
Bagus hanya membalas dengan senyumannya,
"Gus... maaf ya aku baru tau kalau Ayahmu sudah meninggal, sudah 2 tahun kita pacaran malah aku baru tau sekarang" ujar Angel sambil menatap bagus penuh penyesalan
"oohh soal itu, Jangan terlalu di pikirkan, Ayah sudah lama meninggal saat menjalani tugas dan sejak saat itu ibu mulai melarangku untuk bercita-cita jadi tentara, ibu takut aku akan bernasib sama seperti ayah" jelas bagus sambil menundukkan wajahnya
tak terasa obrolan mereka sudah mengantarkan mereka sampai pinggiran jalan raya
"Taxi" Teriak Bagus
__ADS_1
tika selang lama mobil sedan kuning menepi
" Pak, ke jalan komplek Blok A jalan kenanga ya" Ucap Bagus sambil menundukkan kepalanya di pintu depan
"Baik, mas" jawab supir taxi dengan ramah
"Gus.. mmm makasih ya untuk hari ini, nanti aku kabari kamu sesampainya dirumah" ujar Angel
"mmmm Angel..." ucap bagus namun bingung untuk melanjutkan pertanyaan itu
"ya Gus... kenapa" jawab angel penasaran
"nggak apa-apa, nggak jadi" ujar bagus
"ooo gitu, ya sudah aku pulang dulu ya, mari pak.. Dah sayaaang" Ucap Angel sembari memberikan senyumannya kepada bagus
Bagus membalas senyum manis Angel, senyuman yang membuat setiap laki-laki akan meleleh hatinya Bagus melambaikan tangannya, kemudian ia melihat jam tangannya
"Hah jam 5 lewat 20, mati aku kue tante Wijaya untuk arisan" ucap bagus sembari menepuk jidatnya
Bagus segera bergegas pulang, tenyata ibunya sudah menyiapkan box yang sudah tersusun rapi.
"Gus..." Ucap ibu sambil mengikat box kue
" Iya bu maaf... Bagus antar sekarang " Jawab Bagus gelisah
segera bagus mengantarkan Box tersebut ke rumah ibu wijaya orang tua Dewi. Dengan cepat Bagus mengayuh sepeda yang di pinjamkan oleh Dewi
sesampainya ia di rumah Dewi
"Assalamualaikum Tante.." ucap Bagus
"Dewiii..." sambung bagus
tiba-tiba pintu terbuka,
"waalaikumsalam eeeehhh den Bagus" Jawab bi inem
"ini bi, pesanan tante Wijaya untuk arisan" ucap Bagus
"ooo gitu.. maaf den Bagus taruh di meja ruang tengah ya, bibi lagi masak takut gosong" Ucap bi inem dan segera kembali ke dapur
Bagus segera menuju ruang tengah, dan merapikan beberapa tumpukan kue,
"Gus... lagi ngapain?" tanya Dewi menuruni anak tangga
__ADS_1
bagus segera menoleh ke sumber suara, betapa terkejutnya Bagus melihat penampilan Dewi. bagus terpana melihat Dewi, Daster transparan dan bentuk tubuh yang ramping terlihat samar-samar, rambut terurai menambah sisi cantiknya Dewi. Bagus terpaku melihat temannya bertahun-tahun belum pernah melihat dewi secantik itu, yang selama ini Bagus lihat hanyalah cewek yang tidak memperdulikan penampilan.
" Bagus?... heyyy...." Ucap Dewi keheranan melihat tatapan bagus