
***
Sontak Bagus terkejut bukan main saat ia mendengar perkataan dari bibir Angel yang mungil itu..
" Apakah kurang jelas selama ini, Apa yang sudah saya lakukan kepada kamu?" Jelas Bagus dengan tatapan serius
" Yaa.. aku kan cuma tanya " Timpal Angel
" Saya cinta sama kamu itu tulus Angel, Cinta pertama dan terakhir cukup satu kamu " terang Bagus dengan mata berbinar-binar
" Aku hanya Ragu kamu akan lebih memilih perempuan yang jauh lebih baik dariku " Jelas Angel dengan wajah cemas
Bagus sontak merasa di atas angin, Senang, bahagia. rasanya ingin teriak sekencang-kencangnya mengatakan bahwa ia benar-benar mencintai seorang gadis yang ada dihadapannya itu
" Cukup kamu yang saya butuhkan, cukup kamu yang saya jaga, kamu ingat janji yang sudah kita buat?" tanya Bagus dengan nada lembut
" Ya.. jelas aku masih ingat! waktu itu aku yang mengajakmu ke danau biru dan kamu tiba-tiba membuatkanku mahkota dari akar ilalang, hahaha lucu juga ya kalau di ingat-ingat, Aku masih ingat mantra-mantra mu" jelas Angel sambil senyum-senyum
" Jingga... jangan datang terlalu lama datanglah angin dari barat menjaga embun hingga jelang senja, wahai paduka keheningan datang lah sambut cinta tulus sang Awan " Ucap Angel sambil mengingat mantra-mantra itu
" Kamu masih ingat mantra itu? aku sendiri malah lupa, hahaha " sambung Bagus dengan wajah ceria
begitulah para pujangga cinta merajut cerita mereka, saling bercerita menghilangkan beban di kepala, namun tiba-tiba ponsel Angel berdering
"Papa" ucap Angel agak cemas mengisyaratkan kepada Bagus untuk tidak bersuara
Bagus sudah mengerti dengan apa yang di maksud Angel, Bagus diam seribu bahasa dan hanya bisa memperhatikan kekasihnya
" iya pa.. ini lagi kerja kelompok sama temen-temen, iyaaa.. nanti Angel bakal cepet pulang ko', Dah... papa..." Ucap Angel dan segera menutup ponselnya
" Bohong lagi? " Tanya Bagus dengan kecewa
" Maaf sayang... aku belum bisa membicarakan tentang hubungan kita ke papa, lagi pula kita masih SMU kan? Sabar yaa nanti pasti ku ceritakan kepada papa tentang hubungan kita " Jelas Angel dengan memegang tangan Bagus agar kekasihnya itu percaya
" Benar juga sih, tetapi setiap kali kita berdua kamu selalu mengatakan kebohongan kepada Papamu, itu yang membuatku agak risih, sampai kapan kita memikul kebohongan terus kepada orang tuamu " jawab bagus dengan nada agak kecewa
" Sabar yaa cintaku.. sayangku... senyum dong... biar gantengnya nambah " Goda Angel sambil memegangi pipi Bagus yang memerah
" eh.. udah jam 3, sebaiknya kita harus segera pulang. sebentar aku bayar dulu " ucap Bagus sembari mengeluarkan uang receh dari kantong celananya
Angel hanya bisa tersenyum melihat tingkah kekasihnya mengumpulkan uang dari kantong celananya
" Mas semuanya berapa?" tanya Bagus penasaran
" Es teh manis 2, Mie ayam spesial 1 sama Mie ayam Bakso 1, totalnya Rp.18.000,- mas " jawab pramusaji
Nampak Bagus kebingungan, yang ia kumpulkan hanya berkisar 10 ribu saja, ia rogoh kembali semua kantong celana dan bajunya berharap masih ada uang di kantongnya, kemudian ia merogoh kantong2 yang ada di tas sekolahnya
"Sebentar ya mas " ucap Bagus sambil senyum-senyum tak enak hati
Angel mengerti dengan kondisi Bagus, namun ia hanya tersenyum dan menikmati tingkah kekasihnya yang sedang kebingungan.
" ini mas Rp. 18.000,- kan?" sambil memberikan uangnya kepada Pramusaji " Makasih ya mas " ucap Angel sambil senyum manis kepada pramusaji
Aduh... alangkah malunya Bagus. ia hanya diam tepaku dan memegangi uang recehnya.
" Udah simpan aja uangnya, kamu lebih butuh, kan aku yang ngajak kamu jalan-jalan " ucap Angel sambil memasukkan dompetnya ke dalam tas
" Sayang, pulang yuk.. " ajak Angel sambil menggandeng tangan Bagas
" mmmm... baiklah " Jawab Bagus langsung berdiri dan berlalu
" Maaf ya.. hari ini seharusnya aku yang traktirin kamu, tapi malah jadi begini " ucap Bagas sambil menggaruk kepalanya
"Santai aja lah, lagian kamu kan lebih butuh uang itu.. emngnya motormu nggak butuh bensin" ujar Angel menuju parkiran, tiba - tiba
" Taxi...." teriak Bagus
kemudian mereka menghampiri Taxi yang mulai menepi, kemudian Angel segera masuk
" Makasih ya sayang sudah nemenin jalan - jalan, aku seneng banget hari ini, nanti telpon aku ya, dah sayang...." ucap Angel manja
setelah Taxi berlalu, Bagus hanya bisa memandang dari kejauhan, dan tiba - tiba Bagus seperti habis memenangkan jackpot sampai dia loncat kegirangan ..
" Yes...." Teriak Bagus
tak sadar beberapa pasang mata memperhatikan tingkah polah Bagus, ketika Bagus menyadari bahwa ia menjadi pusat perhatian saat itu, ia bergegas menghampiri motor bututnya dan segera berlalu..
****
Setelah sampai dirumah Bagus langsung membersihkan diri, keringat yang mulai menutupi tubuhnya sangat membuatnya risih.
__ADS_1
17.40
senja mulai muncul dari upuk barat, Matahari sepertinya sudah kelelahan seharian menemani aktivitas Bagus dan Angel, Kumandang adzan magrib dari surau-surau mulai terdengar. lampu - lampu di pinggir jalan mulai dinyalakan..
" Sholat dulu Gus, ngelamun terus kerjaanmu " Ucap wanita kisaran 45 tahun dari dalam bilik kamar
" Iya mak..." Jawab Bagus sesegera bangun dan menuju kamar mandi
Suasana begitu hening, hewan-hewan nocturnal mulai berkunjung di heningnya malam.
Cletek.. kreeek. suara pintu terbuka dari salah satu kamar, Segera Bagus menutup kembali.
Kruyuuuuuuuuttt
bunyi perut lapar Bagus seolah-olah memberikan isyarat bahwa perutnya harus di isi, kemudian ia bergegas menuju dapur pandangan Bagus tak luput dari tudung saji usang berwarna merah
" mantappppp ikan asin di tambah tumis kangkung.. masakan Emak emng paling mantap " gumam Bagus...
Setelah beberapa waktu sembari ia makan ia ingat bahwa Angel meminta untuk menghubunginya. Entah kenapa rasanya benar - benar sangat rindu jika membayangkan kecantikan Angel, rasanya ingin bertemu kembali seperti tadi Siang.
Bergegas Bagus segera menyelesaikan makannya.
" Mak.. Bagus keluar sebentar ada keperluan mendadak " Teriak Bagus
Sesegera mungkin Bagus mengendarai motornya, Sesampainya di telpon umum ternyata orang sedang mengantri panjang kemudian ia mencari tempat telpon umum lainnya tetapi tetap saja sama.
"dalam rangka apa ya? telpon umum ko' ramai semua, biasanya sepi" gumam Bagus dengan nada kecewa
" Oh... iya Wartel... kenapa baru kepikiran sih " ujar Bagus..
tanpa waktu lama Bagus segera mencari Wartel terdekat, meskipun sesampainya di situ Bagus masih harus menunggu 1 orang. tidak maslah lah setidaknya tidak lama lagi mendapatkan giliran..
setelah giliran bagus dimulai, Bagus segera mengingat ongat digit nomor Angel.
tuuuuuut.....
tuuuuuuut....
tuuuuuuttt...
"Angel kemana ya?, kenapa lama sekali angkat telponnya" Ucap Bagus Cemas
" mungkin harus ku coba sekali lagi "gumam Bagus sambil memasukkan beberapa digit angka lagi
" Halo Angel, kamu Sedang apa?" tanya Bagus Deg-degan
"Hei... Bagus..." Angel kegirangan
" Maaf, tadi lagi kumpul sama papa mama sama nenek juga, Aku pikir kamu nggak jadi telpon" sambung Angel dengan nada manjanya
" tadi sudah keliling cari Telpon umum tapi selalu penuh "Jelas Bagus
"mmmm... Angel.. entah mengapa aku benar-benar rindu kepadamu, rasanya sesak " sambug Bagus tersipu malu
" hah?? tumben banget kamu kangen hehehe... biasanya kamu tu nggak pernah bilang kamu kangen sama aku, Aku juga rindu Gus.. " Jawab Angel malu-malu
Bagus dan Angel seperti pujangga yang sedang di mabuk cinta malam itu kata rayuan gombalan dan candaan mereka sanjungkan pada satu sama lain.
setelah mereka puas berbincang Agus mengakhiri obrolannya, namun Bagus masih juga belum menyembuhkan rindunya, kemudian ia terlintas sebuah ide untuk pergi saja kerumah Angel kebetulan tidak jauh lagi untuk pergi ke sana.
" Hmmm... rasanya masih belum cukup mengobati rindu, Apa aku harus kerumahnya ya?.. Ah... terserah lah masa bodoh.. Mungkin ini indahnya jatuh cinta. aku ingin menemuinya malam ini juga" gumam bagus dalam hati
Tekat sudah di ujung ubun-ubun, bagus memberanikan diri untuk pergi ke rumah kekasihnya itu, dengan segera ia memacu kuda besinya melaju ke komplek dimana tertengger rumah-rumah besar berlantai dua di hiasi beberapa mobil di bawahnya, luar biasa memang megahnya.
Bagus sebelumnya memang sudah mengetahui kediaman kekasihnya itu namun di karenakan hubungan mereka backstreet ia hanya bisa memandang dari luar pagarnya saja.
" Lampu kamarnya masih menyala " gumam Bagus
tiba-tiba Bagus mempunyai ide..
cletak... bunyi krikil kecil mengenai daun jendela namun tidak ada respon lalu ia mencoba lagi
" Sungguh tidak sopan kamu Gus, bertandang kerumah orang tapi tak tau etika " gerutu Bagus dalam hati
"cletek..."
kemudian seorang wanita muda membuka tirai jendela kamarnya, yaa ia Angel
Betapa bahagianya Bagus saat melihat kekasihnya membuka jendela
" Bagus " ucap Angel kaget bercampur bahagia kenapa tidak barulah beberapa menit mereka ngobrol dan saling mengucapkan rindu tiba-tiba muncul di hadapan nya.
__ADS_1
Bagus hanya dapat melampaikan tangannya dari kejauhan
kemudian Angel menggunakan bahasa Bisindo yang di ajarkan oleh bagus, Angel segera menanyakan kenapa Bagus ke rumahnya dan Baguspun menjawab bahwa ia sangat merindukan Angel mereka saling pandang meskipun dari kejauhan, itu saja sudah cukup untuk mereka.
" cantik sekali kamu malam ini, andai aku bisa memelukmu, akan ku peluk dirimu sampai aku mati " gumam Bagus dalam hati
"Su. dah. La. rut, segera. lah ti. dur" ucap Bagus dengan bahasa Bisindo
" Ba. ik. la. h Sa yang ku " jawab Angel
Bagus segera menintinkan motornya, senang bukan main rasanya, hatinya sedang dirundung kebahagiaan sesekali menoleh kekasihnya yang masih berdiri di balik jendela dan Angelpun hanya bisa memandangi punggung kekasihnya sampai terlihat samar di telan gelapnya malam.
" Dasar Bagus,... kamu sangat beda dengan cowok-cowok lain, itu yang membuatku jatuh hati kepadamu" gumam Angel dalam hatinya sambil senyum-senyum kegirangan sembari menutup jendela
kemudian Angel merebahkan di tempat tidur dan memeluk boneka Teddy bear yang di berikan oleh Bagus.. sambil membayangkan Bagus memeluk tubuhnya, Angel malam itu di buat kikuk oleh Bagus Angel selalu senyum-senyum sendiri dan menciumi bonekanya.
06.45 - SMU 230 Jakarta
Beberapa siswa menuju Sekolah ada yang jalan kaki ada yang naik sepeda ada yang naik motor..
hiruk pikuk riuh seperti di pasar saat lonceng di pukul oleh pak Diman mereka pun segera memasuki kelas masing-masing.
"Gus... ada surat dari siswa SMU Pelita Jaya, katanya untuk kamu" ucap Dewi sambil mengambil surat dari kantong bajunya
"Surat? dari siapa Wi?" tanya Bagus keheranan
"Nggak tau tuh.., Eh Gus... nanti malem kamu datang kan ke acara ulang tahunku? tanya Dewi sambil menyodorkan surat yang di titipkan
" iyaaa iyaaaa... pasti dateng ko' " sambil menerima Amplop pink yang di balut pita biru wangi amplop itu seperti tidak asing di hidungnya..
ketika Bagus memandangi amplop itu tiba2 Pak Tarno guru matematika masuk ke dalam kelas...
" Pagi anak-anak, hari ini kita ulangan" jawab pak Tarno dengan wajah killernya
" Yaaaaahhhh" Semua siswa serentak teriak..
kelas pun menjadi gaduh, bagi anak-anak si kutu buku mereka sangat antusias namun tidak bagi mereka yang bengal, pembuat gaduh.. memegang kejam si guru killer itu.
tak selang beberapa lama mereka melaksanakan ulangan, ada yang serius mengerjakan soal, ada yang mencontek diam-diam, ada yang kerjanya menghitung kancing baju, ada juga yang sok serius tapi satupun belum di kerjakan.
45 menit sudah berlalu..
"waktunya habis.... silahkan dikumpulkan" teriak pak Tarno
kelaspun seketika menjadi gaduh..
"Ayo cepat kumpul, tidak ada lagi aktifitas selain mengumpulkan lembar jawaban" teriak pak Tarno dengan logat jawa medoknya
setelah usai mengumpulkan embar jawaban pak Tarno segera meninggalkan kelas, seperti biasa kelas pun kembali berisik
" ahhh.... gila ambo di buat pak Tarno , berasaplah kepalaku dibuatnyo " teriak Dodi dengan dialek padangnya sambil mengusap usap rambut belah tegah sejuta umat
" ya elah kaya nggak tau pak Tarno aja " sambung Dewi
" lah wong inyong semalem belajar dari magrib sampe subuh malah ora mlebu ning utek" timpal Didi dengan bahasa ngapaknya
kelas menjadi riuh di buat pak Tarno, mereka sibuk membicarakan susahnya soal-soal yang di kerjakan namun beda dengan Bagus yang sedari tadi memperhatikan Amplop pink itu, kemudian ia mulai membukanya perlahan
setelah bagus membuka
Sepulang sekolah, jemput aku di halte tempat biasa. kita ke danau biru, ada yang ingin aku katakan, Penting.
Angel
kemudian ia menutup kembali suratnya dan memasukkan ke dalam tas. namun ia sedikit penasaran tumben Angel mengajaknya ke danau biru.
tiba-tiba bagus matanya gelap seperti ada yang menutupnya dari belakang
" icha... udah ah mataku bisa-bisa buta beneran kamu tutupin " ucap Bagus sambil membuka tangan icha dari wajahnya
"hehehee iya iya maaf, yaa abis serius amat bacain Surat, dari siapa?" tanya icha penasaran
"ooo eee d- dari temen" jawab Bagus kelabakan
" temen apa teman " sambung Dodi penasaran level dewa
Dodi, Didi, Bagus, Icha dan Dewi bersahabat sejak sekolah menengah pertama entah kenapa mereka selalu satu kelas sampai ke jenjang SMU kelas 3 F mereka tetap sama-sama.
__ADS_1
setelah beberapa waktu jam pelajaran berakhir dan mereka masing-masing pulang, maka Bagus bergegas menuju parkiran segera menjemput kekasihnya
"semoga tidak terlambat" gumam Bagus