
" Gus.... " panggil Dewi sambil menepuk pundaknya
"E a ee..a. ada apa?" Jawab bagis gelagapan sembari memegangi kue yang akan di persiapkan
"ayooolah gusss buang pikiran jorokmu" gumam bagus dalam hati
" Ada apa ada apa ya... kamu yang ada apa?" ucap Dewi sambil melihat lihat isi kue
" tumben banget, pakai daster biasanya juga kaos oblong sama celana pendek" ujar bagus sambil merapihkan kotak kue diatas meja
"loooh emqng nggak boleh?, pengen aja gus, kata mama harus rubah penampilan biar punya pacar" jelas Dewi
"makanya kalo jadi perempuan tingkahnya jangan kayak laki," ujar Bagus
"udeeh mending kamu bantu beresin nih pesanan tante" sambung Bagus sembari menarik tangan Dewi yang halus
" menurutmu aku cantik nggak gus?" tanya Dewi
"uhukkkkkk... ukhhhuuuk...."
"loooh kenapa gus? nih minum dulu" tawar Dewi
"kamu nggak sedang sakit kan?" tanya bagus sembari menempelkan tangannya di kening Dewi
"Nggak panas kok " ujar bagus
"ih... kamu tu bcandaaaa mulu, kapan kek seriusnya" Ucap Bagus ngambek
" Iyaaaa iyaaaa, Kamu tu cantik, baik, andai saja kamu nanti menemukan cinta sejatimu pasti dia adalah laki-laki yang beruntung" ujar bagus sambil memegang kedua pipi Dewi yang mulai memerah di atas kulit putihnya
tiba-tiba mereka saling pandang tatapan bagus begitu menikmati keindahan wajah Dewi, begitu juga Dewi menatap bagus begitu dalam
" eee.... ehh Ve Vespaku kamu parkirin dimana?" Ucap bagus sambil melepaskan tangan dari pipi Dewi sembari salah tingkah
" kke keemarin mang mamat yang taruh di garasi belakang" ucap angel sambil malu-malu
"ya udah aku cek dulu ya, soalnya mau ganti busi" ujar Bagus sembari salah tingkah dan menuju garasi
Bagus bergegas menuju halaman belakang, Bagus sudah hafal bentul seluk area rumah keluarga Wijaya, saat masih taman kanak-kanak Bagus selalu di ajak ayahnya ke rumah Dewi karana ayah Dewi dan Bagus merupakan sahabat sejak bangku sekolah dasar mereka begitu akrab sampai-sampai mereka di terima sebagai Taruna Muda di Akademi Militer.
" nahhh... my lovely...." ujar bagus dengan girang sembari memegangi motor kesyangannya itu
"baru saja kita berpisah satu hari rasanya sewindu sudah berlalu" ucap Bagus sembari senyum-senyum menggelengkan kepala
Bagus segera memperbaiki motornya, dengan hati-hati
"Gus..." panggil Dewi sembari berdiri di samping bagus yang sedari tadi sibuk memperbaiki motornya
"Kenapa wi" tanya bagus sembari memasang busi motornya
"mmmm.... anu..." jawab Dewi canggung
__ADS_1
"anu anu apanya?, mbok yo yang jelas... kodok" ucap Bagus sembari memegangi motornya
"Aku.. Aku.. mmmm aku suka...." jawab Dewi gugup
Treng teng teng tengggg...
"naaaaaaahhhhhhh, Akhirnyaaaaaa!!!!!!" Bagus kegirangan
" Yaaaaa ampuuunnnn, jam berapa wik?" tanya Bagus cemas
" sss...sekarang jam tujuh kurang lima belas menit gus" ujar dewi sembari melihat jam tangan mungil yang melingkar di nadinya
"Waduuuuuhhh bisa mati aku, Aku pergi dulu ya" ucap bagus tergesa-gesa
"Aku berangkat kerja dulu yaaaa dok, udah mepet nih" ujar bagus penuh kecemasan dan segera menarik gas motornya dengan perlahan
"Tapi gus... ada yang mau aku omongin ke kamu... " teriak dewi
"ngomongnya nanti aja. besok di sekolah oke kodok" teriak bagus dn berlalu pergi
"Huuuuu dasar" gumam Dewi sembari memperhatikan temannya berlalu
Bagus dengan tergesa-gesa, dengan kecepatan tinggi dia melibas kemacetan, kemudian ia lebih memilih jalan pintas, gang-gang kecil ia telusiri dengan penuh kewaspadaan
Tiba-tiba
Ciiiiiiiittttt Brak
"masnya nggak apa-apa kan ?" tanya laki-laki agak tua sembari membantu Bagus berdiri
" Ng... nggak apa-apa" Jawab bagus sempoyongan sambil memegangi bahunya yang kesakitan dan kaki yang terkilir
Dengan tertatih bagus segera menuju Vespanya yang sudah meringkuk di selokan, beberapa bagian vespa penyok
"malang betul nasibmu" ujar Bagus sembari menahan sakit dan memandangi vespanya
di sela-sela riuhnya gaduh suara orang-orang beradu argument terdengar suara perempuan dari kejauhan
"Mas... mas nya nggak apa-apa, maaf mas, tadi aku nggak fokus soalnya lagi buru-buru" ujar gadis berkerudung sambil mengiba agar kesalahannya diampuni
"Ohh... nggak apa-apa mbak, cuma agak terkilir aja" jawab bagus sembari membalikkan badan menghadap gadis yang diperkirakan berumur 17 tahun
tiba-tiba darah bagus mengalir dari sela-sela rambutnya yang di soroti lampu-lampu rumah yang tertengger di pinggir gang
"Ya Allah.... mas, itu... Darah" ucap Gadis itu panik
Bagus meraba dan melihat,
"apa betul ini darah?" gumam bagus sembari melihat samar-samar di tangannya
tiba-tiba bagus merasa pusing dan rasanya semakin lemas saja,
__ADS_1
"Mas..... eh masss kamu kenapa" teriak gadis itu
"Pak... tolong pak bawa kerumah sakit terdekat" ujar gadis yang sedang kepanikan
Entah dari mana Dodi tak sengaja melintas di antara kerumunan orang-orang yang sedang sibuk dengan bala bantuannya,
"maaf mas ada ribut-ribut apa ya?" tanya Dodi kepada salah satu pemuda yang sedari tadi hanya menonton saja
"orang kecelakaan mas" ujar pemuda tersebut
dengan rasa penasaran, Dodi memberanikan diri untuk melihat yaa meskipun harus membantu
tiba-tiba....
"Astagfirullah Baguss!!!" teriak bagus kaget bukan kepalang
"hei... ayokk bantu.. cepat" ucap seorang warga yang dengan sigap membantu
" ayok pak cepat, biar aku cari taxi sebentar." ucap dodi dengan segera berlari ke ujung gang
Bagus pingsan,di sela-sela matanya meredup yang di lihatnya hanyalah bayangan-bayangan semu yang berlarian mendekati bagus
"Pak!! Cepat!!!" teriak dodi menandakan Taxi sudah ia dapatkan
saat Dodi membukakan pintu dan memapah Bagus masuk kedalam Taxsi, tiba-tiba gadis cantik tersebut menyerobot masuk di depan
"Loh kamu siapa???" tanya Dodi bingung
"lah masnya siapa?" ujar gadis itu tanya balik
"jelasinnya nnti aja mas, kita harus buru-buru" ucap gadis itu panik
Bagus segera di larikan ke rumah sakit terdekat,
Gadis itu...
ya, gadis itu terus membuntuti tetap bagus.. mungkin sebagai bentuk permintaan maaf dan pertanggung jawaban atas insiden yang sempat menghebohkan malam yang telah di khianati sang senja.
suasana menjadi gaduh, panik, cemas dan rasa bersalah semakin menjadi jadi dikarenakan keteledorannya, Bagus harus menghindari adu kambing dan menghantam tiang listrik.
****
Sesampainya di rumah sakit mereka bergegas membawa bagus ke ruang Unit Gawat Darurat,
setelah 30 menit menunggu, kemudian dokter keluar dari ruangan Unit Gawat Darurat
"Bagaimana keadaan teman saya dok?" tanya Dodi penuh kecemasan
"Ooo teman anda baik-baik saja hanya sedikit terkilir dan luka sedikit di kepala, tapi anda tenang teman anda tidak terluka parah" jelas Dokter kemudian berlalu
"Haaahhhhh, syukurlah" ujar gadis itu sembari menghelna napas..
__ADS_1
" hey... maksudmu?" ujar bagus menatap tajam si gadis itu