SENJA KU TAK SAMA

SENJA KU TAK SAMA
JATUH CINTA


__ADS_3

matahari sudah meninggi, Cahaya-cahayanya sudah mengintai dari sela ventilasi, riuh bunyi burung berkicau kesana kemari.


perlahan bagus membuka mata, ia bergegas melihat handphonenya, namun tidak ada satu pesanpun dari angel masuk pagi ini.


"hmmmm nampaknya dia benar-benar marah terhadap ku" gumam bagus sembari melirik sarapan pagi yang tergeletak di meja kecil


Bagus berusaha menghubungi Angel namun handphonenya tidak aktif.


kemudian ia menuliskan pesan permohonan maafnya bahwa ia sedang mengalamai kecelakaan


Tok.. tok... tok...


"Bagus... kamu sudah bangun?" ucap ibu dari mulut pintu yang tertutup


"Sudah bu" jawab bagus sembari membuka pintu kamarnya


"sarapanmu cepat di habiskan ibu mau ke pasar, Naumi akan menemanimu di rumah" ucap ibu


" iya bu" jawab bagus


Tiba-tiba Naumi muncul dari belakang ibu yang kemudian berlalu meninggalkan mereka berdua


"Kakak baik-baik saja" ucap Naumi dengan Bahasa Binsondonya


" Tentu, kakak baik-baik saja, seperti yang kamu lihat" ucap bagus sembari tersenyum


" aku dan ibu menunggu kakak sampai larut malam, tapi aku ketiduran" ucap Naumi dengan menggerakan jari dan tangannya sebagai isyarat


" kakak minta maaf ya" ucap bagus sembari mengecup kening adik nya


"kakak bau sekali, cepatlah mandi" ujar Angel sembari menutupi hidungnya


" hahahahaaa, oke tuan putri kakak mandi dulu" ucap bagus


Bagus bergegas menuju kamar mandi dengan kaki pincangnya ia seret menuju kamar mandi


tok.. tok.. tok...


Assalamualaikum....


Permisi....


terdengar suara pemuda dari luar, Naumi segera bergegas mengayuhkan kursi rodanya menuju ruang tamu,


Ckreeeettttt......


Nampak tiga remaja tanggung dengan pakaian Putih abu-abu yang sedari tadi menunggu siapa yang membuka pintu


"Hallo.. Naumi" ucap Dodi dan Didi sembari melambaikan tangannya

__ADS_1


" haiii Naumi!! kakak ada?" ucap Dewi dengan bahasa isyarat sembari mencubit pipi Naumi


Naumi mengangguk kegirangan saat melihat Dewi dan teman-temannya datang kerumah, Naumi menyegerakan meraka masuk kedalam rumah


"Kakak sedang mandi, kakak-kakak silakan duduk" ucap Naumi dengan bahasa isyaratnya


"waduuuuhh kayaknya ada siswa-siswa bolos nih" ucap bagus sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk


sontak mereka kaget melihat bagus yang tiba-tiba nongol


"ya ampun Bagus... kaki kamu? tangan? kepala?" ucap dewi sembari bergegas menghampiri bagus dan memeriksa semua bagian-bagian luka pada tubuh bagus


"Dewi dan didi yang ngotot ngajakin kesini untuk liat kamu gus" Jelas Dodi


"yaaaa kan mau liat keadanmu gus" sambung Dewi


"kan sepulang sekolah kalian bisa kemari" ujar bagus sembari menuju mereka sambil tertatih sembari di pegangi Dewi


"Dodi udah cerita ke kita, awalnya sih pengennya pas pulang sekolah tapi aku khawatir jadi ngajak bolos aja, sekali kali nggak apa kan" ujar dewi sambil membenarkan posisi duduknya bersamaan dengan bagus


"eh.. kalian mau minum apa?" tawar Bagus


"ahh.... nggak usah repot-repot gus.. teh susu aja kalo gitu" jawab Didi sembari malu-malu


"kamu dod? Wi?" tanya bagus


" oke... kalian tunggu disini ya" ujar Bagus sembari berusaha Bangun dari duduknya


"eeehh kamu duduk disini aja, biar aku yang buatin,, yuk dek... kamu ikut kakak ke dapur ya" ucap Dewi penuh semangat sembari mengajak Naumi menuju dapur


" eh gus.. kenalin ke aku lah si cewek yang Dodi bilang itu" rayu Didi kepada agus dengan logat ngapak


"cewek yang mana di" tanya Bagus bingung


" laaaahh itu sapa namanya ra. ra .. raaaa" kata didi mengingat


"Ara Gus," sambung Dodi


"ooooo ara!! yaaa aku ingat, tapi nomor handphone yang di catat di tangan ku sudah nggak jelas lagi kena keringat, tapi aku punya karru nama pelanggan bengkelnya, kamu mau?" ujar Bagus


"oaalaaaah moh aku ora sudi, kepriwe lah" ucap didi kecewa


"hahahaaa... Didi... didi... ada-ada aja kamu ini" ujar Dodi sambil tertawa


"kamu ingat nggak waktu kamu baru kenal cewek SMA Harapan 3 bulan yang lalu, kamu ikutin terus dari halte sampai halaman rumahnya bukannya dapet eeeee malah di uber bapaknya pakai celurit, mana kumisnya segede lakban lagi, hahahahaa" jelas Dodi tertawa terbahak-bahak


"kok kalian pada tau sih" ujar Didi heran


"kan kita ikutin kamu dari belakang, lagian kamu tumben-tumbenan ngedeketin cewek ekstrem gitu" ucap Bagus

__ADS_1


"Assalamualaikum.... ehhhh ada tamu..." Ucap Ibu Bagus sembari masuk dengan membawa belanjaan di tangan kanan dan kirinya..


waalaikumsalam......


"eh tante... iya tante.. jenguk si Bagus tante" ucap Didi..


"looohhh,,, kalian nggak sekolah?" ucap ibu


"an- anuu.. tante" ucap didi gelagapan


"ng- ngak tante, guru lagi rapat jadi kami dipulangkan lebih awal" ucap Dodi sambil menginjak kaki Didi sembari senyum-senyum


"eeehhh tante... tante dari pasar?" ucap dewi sembari membawa beberapa minuman dan cemilan yang di bawanya dari dapur


"waaahhh ada nak Dewi,... iya ibu dari pasar tadi.. ikut tante ke dapur yuk ada kue kesukaanmu kentulan ibu buat kemarin" Ucap ibu kegirangan


"waaaah ngerepotin banget tante" ucap dewi sambil meletakkan nampan di meja


"udaahh nggak apa-apa, kamu udah lama banget nggak ke sini kan? kangen loh... tante sama kamu" ucap ibu sembari menarik tangan dewi perlahan


" ibumu sehat?" tanya ibu sambil menggandeng Dewi


"Sehat tante.." jawab dewi sembari membawa belanjaan ibu bagus menuju dapur


tiga pemuda tanggung yang sedari tadi ngerumpi di ruang tamu hanya dapat menikmati obrolan singkat ibunya bagus dan dewi


"tuhhh... pesanannya udah jadi.. minum gih..." ucap bagus sembari memindahkan nampannya


Sruupuuuuuttttt


"ah...., mantap.. susunya pas tehnya juga harum ini Gus... waaah coba kalo Dewi jadi istrimu.. bisa-bisa aku bakal maen kerumahmu tiap hari" ucap didi


"eh upil onta, yang ada bangkrut tuh Bagus sama Dewi di samperin mulu tiap hari" ucap Dodi ketus


"kan silaturrahmi ya gus" ucap Didi


"yaaa.. boleh... tapi harap dikubur tuh imajinasimu, Dewi udah mulai naksir seseorang cuma nggak tau siapa kemarin saat ngambil vespa dirumahnya dia sih ngomongnya gitu" jelas bagus


"HAAAAAAAAAHHH!!!! JATUH CINTA" teriak dodi dan didi bersamaan


" kamu serius gus dia mulai naksir Cowok?, lah dia kan trauma waktu kita Se SMP suka sama kakak kelas eeee ternyata cuma pelarian, maka dari itu Dewi nggak mau punya pacar lagi kan?" jelas Dodi penuh keheranan


"tapi acara ulang tahun dia kemaren nggak ada tuh cowok yang deketin dia, cuma kami berdua aja yang deketin Dewi" ucap Didi sembari menyeruput teh susunya


"aaahhh... yang pnting kita cari tau dulu nih si doinya siapa, jangan sampai Dewi di kecewain lagi kayak dulu, kita harus pastiin bibit bebet bobotnya, ya kan gus...." ucap Dodi penuh semangat


"sahabat kita nggak boleh ada yang nyakitin" ucap Didi


"yaaaa yaaaaa terserah kalian saja" ucap Bagus santai sembari menikmati cemilan

__ADS_1


__ADS_2