SENJA KU TAK SAMA

SENJA KU TAK SAMA
PERTEMUAN


__ADS_3

lonceng sekolah menandakan telah memasuki waktu istirahat pertama


"Kekantin yuk?" ajak Dewi dan Icha


"Ayok..." jawab Dodi dan Didi serempak


" Gus, kamu mau ikut? " tanya Dewi, sambil mengacak-acak rambut Bagus


"Kalian aja duluan, aku harus ke perpustakaan dulu, Ada beberapa materi pelajaran yang harus di siapkan" Jawab Bagus sambil menumpuk beberapa buiunya


" Materi apaan? kita kan nggak ada jadwal ulangan" timpal icha sambil menyandar di bahu Dewi


"udaaah buruan nanti malah habis jam istirahatnya" Jawab Bagus


setelah rombongan mereka keluar kelas menuju kantin tiba-tiba terdengar getaran Handphone Bagus dari dalam tas


"Angel" gumam Bagus penasaran


benar saja setelah Bagus membuka Handphonenya, Angel mengirimkan SMS Angel ingin main ke rumah bagus sepulang sekolah


Bagus mulai menghawatirkan Angel, ia takut Angel tidak bisa menerima keadaan keluarga Bagus, namun Bagus harus berfikir positif.


"Baiklah akan ku jemput di Halte tempat biasa menjemputmu" balas Bagus


cepat-cepat bagus mengemasi tasnya kemudian segera menuju Perpustakaan.


tiba-tiba dari belakang terdengar suara gadis memanggil namanya


"Gus" Panggil Gadis itu


Dengan refleks bagus menoleh belakang dan segera menghentikan langkah kakinya


"loh... bukannya kamu seharusnya di kantin sama yang lain?" tanya Bagus


" nggak apa-apa, kebetulan aku juga mau ke perpustakaan mau pinjam buku, bareng yuk" Ucap Dewi sembari menggandeng tangan Bagus


Bagus dan Dewi seolah-olah mereka sedang berpacaran mereka nampak seperti sepasang kekasih, Mereka saling menghibur dan melucu satu sama lain. apa lagi Bagus yang diam-diam memperagakan gaya mr. bean kepada Dewi. Dewi sudah tak tahan melihat tingkah polah Sahabatnya itu.


setelah mereka memasuki area perpustakaan maka Baguspun berubah menjadi seorang yang serius.. Dewi hanya memperhatikan temannya yang sedang sibuk memilih Buku


" Cari buku apa sih Gus" tanya Dewi


" Buku tentang sastra, aku lupa judulnya.. tapi aku yakin kemarin ada di deretan ini " jawab Bagus


" ya sudah aku bantu ya " tawar Dewi


" Boleh deh..." jawab bagus merasa senang


beberapa deretan sastra sudah mereka periksa tapi masih juga sama, nihil. ketika Mereka sibuk mencari bagian tengah tiba-tiba secara bersamaan tangan mereka saling berpegangan di buku yang sama, mereka sama-sama terkejut dan saling bertatapan, Pandangan Dewi benar-benar menikmati wajah tampan Bagus.


"wiiii... heyyy... Dewi Asmarani" ucap bagus keheranan sambil melambaikan tangannya tepat di wajah Dewi


"A... a.. ku.. emm nggak apa-apa Gus" jawab Dewi menahan malu..


"Bukunya udah dapet, yuk ke kelas


lagian jam istirahat sudah selesai, hei kodok buruan, katanya kamu mau pinjam juga kan?" ucap Bagus sembari pergi ke tempat peminjaman


"oo.. i-iya" jawab Dewi dengan sigap mengambil buku secara Acak tanpa ia melihat cover bukunya


sesampainya Dewi di tempat peminjaman...


"Wik tumben kamu pinjam buku Fisika, bukannya kamu anti fisika?" tanya bagus


"ooo ee a.. e an anu... untuk riset aja drumah, he .. he.. iya untuk riset" Jawab Dewi kelabakan

__ADS_1


 


14.00


bel sekolah berdenteng jauh lebih lama, semua siswa berhamburan dan segera bergegas kembali peraduan mereka.


"Gus aku sama icha balik duluan ya, mama udah pesen tadi pagi untuk bantu-bantu dirumah, soalnya ada acara arisan ibu-ibu yang nggak jelas" kata Dewi sambil merapikan buku-bukunya dan berlalu pergi sambil menggandeng Icha


"oke deh.. hati-hati ya" jawab Bagus


" kami berdua juga balik ya" kata Dodi sambil melemparkan kontak motor ke arah Didi


Baguspun segera merapikan Beberapa buku yang berserakan di mejanya kemudian ia segera bergegas keluar kelas dan menuju gerbang utama.


sesampainya ia di gerbang ia menepi di halte bersama siswa yang lainnya


"tumben Gus naik angkot biasanya kamu selalu beduaan sama vespamu" ucap harry penasaran


" biasa lah motor tua lagi manja dia" ujar bagus sambil cengengesan


" waah... musiumin aja" sambung reza dari belakang


tiba-tiba angkot berhenti tepat di hadapan mereka, semua siswa mencoba menyerobot masuk dan Saling berhimpitan, sesampainya di halte di blok D tepat tidak jauh dari sekolah yang Angel tempati sekarang.


setelah bagus menunggu beberapa waktu, ia coba menenangkan diri, duduk berdiri rebahan dan duduk lagi... yaa memang bosan menunggu


Bagus mencoba membuka Handphonenya.. ya.. dalih-dalih agar tidak mau menunggu lebih lama,


"ya tuhaaaannn, kenapa di kondisi sekarang malah baterainya habis" gumam Bagus menggerutu


tiba-tiba


"Hei Gus.. sudah lama nungguin ya?" Sapa Angel sambil senyum-senyum


"nggak sih, mungkin kalau lima menit lagi akan jadi ikan asin" jawab Bagus sembari memberikan senyuman manisnya


"biasa rusak lagi" jawab bagus sembari melihat bis yang lewat


" nah... kita naik bis aja, kamu belum pernah naik bis kan " tanya bagus


setelah bus berjalan agak pelan Bagus segera berlari menggandeng tangan Angel


"Ayo" ucap Bagus


Angel kaget dan cepat menuju bis, Angel agak kesusahan saat menaiki Bis karena ini baru kali pertamanya menaiki bis, beberapa kali di coba akhirnya Angel bisa.


dilanjut dengan Bagus dengan mudahnya, kemudian Bagus menuju Bangku yang masih kosong.


"Silakan tuan putri" Ucap Bagus sambil membungkukkan badanya


Angel dengan wajah memerah segera duduk di pinggir jendela bis, kemudian di susul Bagus.


" Maaf ya, hari ini kita naik bis, maaf kalau kamu jadi kepanasan " ucap Bagus


" ternyata seru juga ya naik Bis, eh gus tapi ko' kita harus lari sih, kenapa nggak berhenti menepi " Tanya Angel heran sambil mengernyitkan keningnya


" itulah serunya naik bis,..." Jawab Bagus sambil melihat kepolosan kekasihnya itu


Didalam bis mereka berbincang sepanjang perjalanan, entah apa yang mereka bicarakan dari hal yang lucu sampai serius, Lantunan gitar yang di mainkan oleh pengamen jalanan menambah suasana semakin riuh,


Tak selang berapa lama mereka turun di sebuah toko peralatan vespa, dengan cepat bagus menggandeng tangan Angel dan segera menyeberangi jalan tatapan Bagus penuh kewaspadaan


Angel menatap Bagus sembari senyum-senyum,


sesampainya di pertokoan

__ADS_1


" Mas, Busi satu ya" Ucap Bagus


" Kumat lagi Gus? " Tanya Mas anton selaku pemilik toko


" iya mas.. biasa laaa besi tua " jelas bagus sambil memeriksa businya


" Pacarmu gus?" tanya Mas anton sambil memandangi kecantikan Angel


Bagus menoleh ke belakang


"Menurut Mas?" ucap Bagus sembari rersenyum kepada mas Anton


" Wehe heeeeeyyy... pinter kamu Gus cari Gandengan, Eh... ajak Touring aja.. minggu ini kita touring ke Bandung " Jelas Mas Anton


" mmmm gimana ya mas?" timpal Bagus bingung


bagus menoleh kebelakang sambil memperhatikan Angel yang sedang melihat Vespa antik yang tertengger di ruangan,


" Mbak.." panggil Mas Anton


" mbak pacarnya Bagus ya?" Tanya Mas Anton


"Iya Mas, saya pacarnya" Jawab Angel sembari menghampiri Bagus yang sedari tadi sedang ngobrol di meja kasir


"Subhanallah... Cantik banget si mbaknya" Rayu Mas Anton


"Ah... mas bisa aja" jawab Angel tersipu malu


" Minggu besok kami mau ngadain Touring ke bandung sekalian menyambangi beberapa panti asuhan disana, mbaknya mau? " Tanya Mas Anton penuh harap


" kayaknya aku nggak ikut mas, tugas sekolah lagi numpuk nih..." ucap Bagus


"oh ya mas.. kayaknya kami harus cepat pulang, ni mas uangnya, maksih ya mas" sambung Bagus sembari bersalaman ala-ala anak vespa pada umumnya.


"Oke deh kalo gitu, hati-hati ya" ucap Mas anton senyum sembari menggelengkan kepalanya saat mereka berlalu


Bagus segera pulang, kebetulan jarak rumahnya tidak jauh dari mereka berada,


"masih jauh gus?" tanya Angel penasaran


"ooooh. nggak kok, setalah pos kamling itu kita masuk gang 50 meter Kita sampai" jelas bagus sambil melihat angel kepanasan


sesegera mungkin bagus melepas jaket yang ia kenakan.


" Pakai ini aja biar nggak kepanasan " Ucap bagus sambil memayungkan diatas kepala Angel


Angel menoleh ke arah bagus, bagus membalas tatapan itu dengan senyuman, tak sadar mereka sudah sampai di rumah dinas yang sudah mulai mengusang namun terlihat sangat sejuk.


Bagus segera membuka pagar jaring besi yang sudah mulai merapuh , Bagus sebenarnya mulai merasa khawatir akan respon yang di lontarkan oleh Angel, tetapi saat ia melihat wajah Angel tidak menampakkan respon tidak suka, malahan dia terlihat biasa-biasa saja


Kreeeekkkkk


"silakan masuk, maaf berantakan inilah adanya kediaman kami" ucap Bagus sembari merapikan ruang tamu


"iya.." Jawab Angel tersenyum


"kamu mau minum apa?" Tanya Bagus


"Air mineral aja Gus" jawab Angel sembari memandangi area sekitar


"oke deh..." jawab bagus segera mengambilkan air mineral untuk Angel


tiba-tiba dari pintu depan terdengar suara perempuan paruh baya sambil mendorong seorang gadis kecil di atas kursi rodanya.


"Wah... ada tamu rupanya" Ucap ibu seraya tersenyum

__ADS_1


"Halo tante..." ucap Angel sambil tersipu malu


__ADS_2