
Dengan cepatnya Bagus berlari menuju Parkiran dan bergegas menuju tempat yang sudah di janjikan..
sesampainya di Halte terlihat seorang gadis sedang menunggu.
"Maaf, menunggu lama tuan putri" Ucap Bagus sembari menepikan motornya.
"Ayo.. gus kita segera kesana" jawab Angel dengan datar
Bagus ke heranan dengan sikap kekasihnya ini,
"kenapa dia begitu dingin hari ini, apakah sudah terjadi sesuatu kepadanya?" gumam Bagus keheranan
"adakah sesuatu yang membuatmu marah?" tanya bagus
"nanti saja bicaranya Gus" jawab Angel cuek
sepanjang perjalanan Bagus tetap memikirkan ada apa gerangan kekasihnya, jantung mulai berdegub kencang darah mendidih rasanya, namun ia harus tetap fokus mengendarai Vespa antiknya itu.
tak selang begitu lama sampailah mereka di Danau biru, segera bagus menuju parkiran tanpa pikir panjang Angel segera menuju Danau biru tanpa kata sepatahpun yang dilontarkan kepada Bagus
" Ya Tuhan... tidak biasanya Angel seperti ini " gumam Bagus sembari melihat punggung Angel dari kejauhan
" Angel Tunggu!!.." panggil Bagus dan mengejar Angel
entah kenapa angel begitu dingin hari ini, Bagus mulai khawatir akan sikap Angel. Bagus segera berlari dan menarik tangan Angel
" Angel, ku mohon apa salahku?, tolong jelaskan apa salah ku, apa aku salah bicara?" tanya Bagus cemas
beberapa pengunjung mengarahkan matanya kepada dua insan yang sedang merasakn manis asamnya hubungan
"cieeeee lagi berantem ni yeeee, kalo berantem di rumah aja mas jangan di sini" cibir seorang pemuda yang sedang melintas
Wajah Bagus memerah seketika menahan malu dan hanya menyunggingkan senyuman tipis kepada pemuda itu
Angel melihat raut wajah Bagus penuh kecemasan, namun Angel segera memalingkan wajahnya dari hadapan Bagus dan melepaskan cengkraman tangan Bagus dan diam seribu bahasa Bagus hanya bisa mematung dan pasrah
Angel bergegas menuju dermaga kecil yang ada di bibir danau, tatapannya begitu tajam menatap kemilau cahaya yang di pantulkan matahari.
Bagus sudah putus asa, dia mengikuti langkah Angel yang mematung di ujung dermaga, kemudian tepat Bagus berdiri di samping Angel, tiba-tiba Angel tertawa lepas sambil menutupi mulutnya
"A-apa yang terjadi Angel?" tanya Bagus keheranan dan panik
"Hahahahahhaaa" Tawa Angel sambil menutupi wajahnya yang merah merona
"Bagus sayangku, maafkan aku ya.. hahahaha" ucap Angel menahan tawanya
Bagus tambah kebingungan, dan hanya bisa menggaruk pelipis matanya
"hei... Ada apa Angel? kamu ini kenapa? tanya bagus kebingungan
seketika Angel berhenti tertawa dan menatap mata agus dengan penuh penghayatan dan membuka tasnya kemudian mengeluarkan kotak kecil
"Happy Birthday sayang"ucap Angel sambil mengusap matanya yang berair akibat ia terlalu banyak tertawa
__ADS_1
"ha?" Bagus tercengang
Bagus lupa ini adalah tanggal kelahirannya, selama ini bagus memang tidak pernah memikirkan tentang ulang tahun, di pikirannya hanya memikirkan tentang bagaimana ia bertahan hidup untuk membantu keluarganya.
"selamat ya sayang.. selamat menua" ucap Angel menggemaskan
Tiba-tiba Angel memeluk Bagus dengan eratnya sontak bagus terkejut bukan main, Entah apa rasanya sudah tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, oh... inikah namanya pelukan pertama Hangat dan tenang. parfum yang khas menyengat hidung Bagus sehingga Bagus semakin terlena oleh kehangatan Angel
"Cwiwwww wwiiittt, Pacaran ni yeeeee" Saut pengunjung Danau dari kejauhan
sontak mereka berdua terkejut dan segera melepaskan pelukkan tersebut, keduanya mendapati rona merah di pipi saking malunya mereka hanya saling pandang dan saling senyum.
"Eh... maaf.. buka dong kadonya" Ucap Angel memecahkan pandangan
"o- oh.. iya.." jawab Bagus gelagapan
Bagus dengan hati-hati membuka bungkusan biru dengan corak silver dan berbau sangat harum dan setelah di buka terlihat sebuah jam tangan dan Handphone
" semoga suka ya sayang " ucap Angel sambil menatapi wajah Bagus
"oooh tidak Angel, Aku suka.. sangat suka" Jawab Bagus sembari memegangi Handphone tersebut
Bagus hanya terpaku melihat hadiah pemberian kekasihnya itu, Bagus tidak habis pikir Angel memberikan hadiah semahal itu, ini butuh 5 bulan gaji Bagus bekerja paruh waktu di Cafe milik teman Almarhum ayahnya
Bagus menatap Angel dengan berkaca - kaca, kemudian Bagus meraih rambut Angel dan menciumnya dengan lembut, Bagus memang tidak pernah berbuat macam-macam kepada Angel karena ia juga menghargai sepenuhnya perempuan.
Angel terdiam atas perlakuan Bagus, Angel bingung, tetapi ia senang dengan perlakuan Bagus yang sederhana tanpa adanya pikiran-pikiran kotor di otaknya. ini lah kenapa Angel sangat mencintai Bagus ia merasa aman dan memang benar-benar di hargai sebagai perempuan.
Angel menoleh Bagus.. seakan lontaran kata-kata itu mewakilkan jawaban yang selama ini Angel cari dari Bagus.
Angel senyum-senyum kegirangan sampai pipinya merona merah du kulit putihnya itu.
"Gus... kalau kamu memang mencintaiku dan tidak berbohong, bisakah kamu berdiri di pulau kecil di tengah danau?" Tanya Angel, sebenarnya Angel hanya bercanda karena tau Bagus itu takut akan kedalaman air
"Akan ku buktikan kepadamu bahwa aku memegang perkataan ku" teriak Bagus dengan penuh semangat
"Byur......
seketika Angel sangat kaget melihat bagus. cemas, takut dan khawatir akan keselamatan kekasihnya itu. para pengunjung mulai memusatkan perhatian meraka kepada bagus
"Bagus..." teriak Angel ketakuatan lutut Angel gemetaran
Angel sangat kikuk dibuat tingkah Bagus
tiba-tiba Bagus teriak..
" Angel sudah ku buktikan cintaku padamu, dan semua yang ada disini menjadi saksi untuk cintaku padamu" Teriak Bagus penuh semangat
para pengunjung meneriaki bagus dan memberikan tepuk tangan, perlahan Angel mulai merasa lega kekasihnya tidak tenggelam namun masih terasa lemas seluruh tubuh, tiba-tiba penjaga Danau menghampiri Angel
"mbak temannya kenapa? masih waras kan?" tanya Petugas Danau
"Nggak tau pak tiba-tiba aja dia sudah terjun ke bawah dan berenang kesana padahal aku cuma becanda untuk berenang kesana" Jelas Angel sambil bersimpuh
__ADS_1
"Oooh gitu" ucap petugas
"Loh.. ko' cuma oh." tiba-tiba Angel menatap Petugas tersebut
"Nggak apa-apa mbak di area ini kedalamannya masih aman, paling cuma sebatas leher mas nya, karena area ini masih dalam tahap pengembangan" jelas Petugasnya
kemudian Angel tersenyum lega saat mendengarkan penjelasan si petugas, kemudian Angel berteriak kepada Bagus
" Gus, kamu lupa ya kamu itu kan nggak bisa berenang dan takut sama kedalaman air " Teriak Angel dari kejauhan
Secepat kilat Bagus tersadar, hilang sudah keberaniannya kenapa ia baru menyadarinya sekarang, Wajah Bagus mulai pucat pasi lulut menjadi lemas.
"Gus... hati-hati ada buayanya nanti kamu di lahab loh...." ledek Angel sambil menakut nakuti
"Jangan bercanda kamu, Angel" Teriak Bagus ketakutan
" kalo aku dimakan buaya, lalu aku mati kamu tidak akan menemukan cinta yang tulus seperti ku, tolong jemput pakai sampan ya" teriak Bagus sambil merengek ketkutan
"nggak apa-apa Gus, Bapak ini juga sama baiknya kaya kamu" ucap Angel sambil menunjuk si petugas
" Pegangan tali yang ada di pohon itu aja mas, nanti masnya tarik ya untuk pegangan" teriak si petugas mengarahkan instruksi kepada bagus
" Nah begitu mas, nggak dalam kok mas paling sebatas pinggang nya mas aja" teriak petugas masih memandu Bagus
setelah bagus menyeberangi menggunakan tali benar saja tidak dalam sama sekali
"aduh... malunya aku.." Gumam Bagus
semua tertawa tidak terkecuali Angel dan si petugas melihat Bagus dengan tingkah konyolnya yang tidak bisa berenang bisa menyeberangi pulau kecil yang ada di tegah danau dengan cara berenang.
setelah bagus mengenakan pakaian yang di tanggal kan di dermaga mereka bergegas pulang karena waktu menunjukkan pukul 16.20
Mereka sangat bahagia di sepanjang perjalanan mereka bercengkrama begitu intens, bak pasangan muda yang baru kawin saja.
seperti biasa Bagus mengantarkan beberapa blok dari rumah Angel dengan dalih agar tidak sampai terlihat oleh orang tua Angel,
Bagus hanya dapat memperhatikan kelasihnya berlalu dari belakang sembari memastikan kekasihnya baik-baik saja
"dari belakangpun kamu sangat cantik Angel" gumam Bagus
setalah kurang lebih 100 meter terlihat seseorang menghentikan sedan Mercedez Benz di depan Angel, terlihat Angel menghentikan langkahnya, terlihat pria tua sekitar 40-50 tahun turun dari mobil itu dan menghampiri Angel dan menawarkan tumpangan ke Angel, Bagus mulai Was-was tetapi ia melihat Angel tidak ada perlawanan sama sekali bagus sempat memberanikan diri mengikuti mobil tersebut dari belakang dengan jarak yang agak jauh.
tiba-tiba mobil itu berhenti tepat di depan rumahnya dan Orang tersebut mengikutinya dari belakang menuju runah Angel, namun Bagus tidak mau ber spekulasi terlalu jauh.. mungkin itu pamannya, Bagus segera melihat jam tangannya
"ya ampun... aku harus segera pulang" ucap bagus buru-buru
hatinya sudah lega setidaknya kelasihnya itu sudah sampai ke rumahnya dan tidak terjadi apa-apa
dengan ceat bagus menarik gas motornya agar cepat sampai rumah
saat bagus sampai di rumahnya, dan membuka pintu tiba-tiba
"Dooorrrrrrrrrr" Bagus sangat terkejut bukan main
__ADS_1