
" kalo aku perhatiin kamu dari tadi, kamu cemas banget, kamu pacarnya? ahhh... kayaknya nggak mungkin, atauuuu....." ujar Dodi curiga sembari menatap gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki
"m-maaf, tadi gara-gara aku naik motor nggak bener, temanmu mengalami kecelakaan" ucap gadis itu ketakutan
" heh, kalo naik motor itu pakai matalah, jangan pakai dengkul, kamu pikir nyawa manusia itu banyak dijual di mall mall " bentak Dodi merasa jengkel
"maafkan saya, saya betul-betul minta maaf" ujar gadis itu sembari menatap dodi dengan mengiba
"Alaahh modus, kamu harus tanggung jawab, Lihat temanku luka-luka begitu" Ucap Dodi marah
"Udah lah Dod, dia nggak sengaja lagian aku juga terlalu ngebut tadi" ucap Bagus meringis kesakitan sembari memegangi tongkat peyangga dengan balutan perban di kepalanya
"Gus... kamu nggak kenapa-kenapa kan?" ucap Dodi sembari menghampiri bagus dan memeriksa tubuh bagus
"ya elah dod, nggak apa-apa lah, buktinya ini masih sehat di hadapanmu" ujar Bagus
"Syukurlah kalo begitu..." sambung Dodi
"mas..... ,mmm aku minta maaf ya, aku nggak hati-hati saat mau keluar gang, sampai-sampai masnya kaget" ujar gadis itu sembari menunduk takut
"nggak apa-apa, saya juga salah terlalu melebihi kecepatan" ujar Bagus
tiba-tiba bunyi handphone disaku gadis itu berbunyi..
"Mas permisi sebentar saya angkat telpon dulu" ucap gadis itu sembari menjauh beberapa meter dari bagus
Bagus hanya mengangguk, dan segera duduk di kursi tunggu di susul Dodi disebelahnya
"eh Gus kok kamu bisa nyungsep sih, padahal cewek itu nggak kenapa-kenapa malahan" tanya Dodi keheranan
"ooooh itu, aku tu dari rumah dewi nganterin kue pesanan mamanya, pas mau berangkat kerja sengaja lewat belokan gang tadi eh... tiba-tiba dia udah nongol dari arah depan, aku kaget alhasil ya kayak gini" jelas Bagis sembari melihat kakinya
"kenapa kamu nggak marah sama tu cewek, apa mentang-mentang cakep gitu...?" ujar Dodi mulai mengintrogasi
"udaahh nggak apa-apa dod, ya elahhh emng dengan marah selsai masalah? ya nggak kan? syukur-syukur dia sudah mau tanggung jawab" jelas Bagus santai
__ADS_1
"Dod, sekarang jam berapa ya, mati aku kalo nggak masuk kerja" sambung bagus cemas
"udaaaah, santai aja broooo... tadi aku sudah telpon boss mu, aman.." ucap Dodi sembari memapah tubuh Bagus yang tiba-tiba berdiri
"Dod anterin pulang yuk" ucap Bagus
"Kamu gila apa! istirahat dulu di sini sampai sembuh" saut Dodi sembari melototkan matanya ke Bagus
"iyaaaaa emang beneran gila kalau tidur semalaman di Rumah Sakit" ujar Bagus melotot balik
"hahaha ooo iya ya kamu kan parno sama suster ngesot, hahahaa eh Gus kalo suster ngesotnya cakep sih nggak apa-apa, luamayan lah untuk nemenin kamu sampai besok pagi" ejek Dodi sembari cengengesan
tiba-tiba gadis cantik itu menghampiri bagus yang sedari tadi sibuk berbincang di ponselnya
"Mas emmm Vespa mas udah saya masukkan di bengkel, mungkin butuh 1 minggu untuk diperbaiki, biaya pengobatan mas sudah saya urus, oh iya saya minta maaf soal kejadian tadi" ucap gadis itu sambil menunduk malu
"ohh iya nggak apa-apa ini juga sudah baikan, oh ya Namaku Bagus" ucap bagus sembari mengulurkan tangannya
"o-ohh saya Nara wulandari, panggil saja Ara mas" Sambil memeriksa ukuran tangan Bagus
"oh... yaaa nama saya juga bukan Mas, panggil saja Bagus" ucap bagus sembari senyum
"Eh... gus salaman boleh sih tapi jangan keenakan dong sampai nggak di lepas, nama saya Dodi, maaf ya saya sudah marah-marah sama kamu tadi" ucap Dodi sembari menepis tangan Bagus dan merampas tangan Ara
"Ara" ucap ara sembari senyum lebar
"oh, ya mas... eh ... Gus... (menarik tangan bagus dan menuliskan nomor telpon di telapak tangan Bagus), nanti kamu hubungi aja jika terjadi dengan keadaanmu dan ini kartu nama bengkel yang memperbaiki vespamu), aku pamit dulu ya gus, istirahatlah di sini untuk sementara sampai lukamu sembuh, Assalamualaikum...." ucap Ara sedikit membungkukkan badannya ke arah bagus dan dodi
"Wa Alaikumsalam...." ucap bagus dan dodi
Bagus dan Dodi terpaku melihat perginya Ara yang sedang menyelusuri lorong-lorong
"Gus... kamu naksir cewek itu? tanya Dodi
"ih... apaan, baru kenal juga.." Jawab Bagus tersipu malu
__ADS_1
"dari perkenalan tumbuh ke hati, cinta itu tumbuh tanpa ada syarat Gus, cinta itu sebenarnya nggak rumit yang rumit itu orang yang membangun cintanya, nihhh kamu lihat kalau dia noleh kebelakang aku yakin pasti dia naksir kamu??
satuuuu duaaaaaa tiiiiiiiiiii... gaa" ucap Dodi
tiba-tiba Ara menoleh sembari menyunggingkan senyuman manisnya yang membuat pauu meleleh hatinya
"nnnnaaaaaahh nahhhhhhhh kan" teriak Dodi kegirangan
"Aahhhh itu hanya kebetulan, udah ah, cepetan anterin aku pulang" ucap Bagus ketus sembari memalingkan wajahnya yang memerah
"ahaiiiii teman ku jatuh cinta,.. hahahahhahaaaaa" tawa dodi sambil mengejar Bagus yang nyelonong begitu saja
"Ah.... berisik kamu, jangan buat malu dong" ucap Bagus
"heheheee santai broooo.. ngomong-ngomong bagi dong nomor telpon Ara, duuhh gus kalo di perhatiin cakep juga sih, idaman banget" ujar Dodi
"udah ah, ngoceh mulu kayak burung kutilang kehabisan pisang, udah malem nih," ucap bagus sembari membenarkan perban dikepalanya
lorong-lorong rumah sakit mereka lalui memandu mereka sampai di muka pintu gerbang dan dihampiri taxi kuning yang kebetulan lewat dan membawa mereka dalam gelapnya malam yang di hiasi lampu penerang di pojok trotoar dan di bisingi celoteh dua anak muda yang sedang lupa akan apa itu beban
******
23.43 WIB
sebuah mobil taxsi memasuki Jl. Kenanga Blok 3 No.33 di iringi deru mesin yang halus dengan cahaya lampu mobil yang membelah pekatnya malam, nampak begitu sepi.
suara ketukan pintu terdengar di sambung ucapan salam seorang pemuda, terdengar engsel pintu yang sudah menua
"Astagfirullah Bagus!!! kamu kenapa nak?" ucap ibu Bagus dengan penuh kecemasan yang teraut diwajahnya
"Enggak apa-apa bu, hanya jatuh dari motor aja" ucap bagus berusaha menenagkan ibunya
setelah ibu bagus merasa tenang Dodi segera pamit pulang...
suasana kembali hening, Bagus bergegas kembali ke peraduannya sembari membaringkan tubuhnya yang mulai terasa sakit, kemudian ia teingat akan handphone yang ia tinggal sejak sore tadi, ketika ia membuka sudah puluhan kali Angel menghubunginya dan beberapa pesan yang di kirimkannya, Bagus mulai membaca satu per satu pesan yang berisikan kecurigaan terhadap bagus.. Bagus ingin menjelaskan namun di lihat jam dinding sudah menunjukkan pukul 00.15 WIB, sangat tidak sopan jika bagus harus menghubungi Angel sekarang.
__ADS_1
Kepalanya mulai terasa sakit dan ngilu di sekujur badan,
"Apa harus aku jelasin aja ya apa yang terjadi, ahhh nanti malah dia kerepotan" gumam bagus mulai kebingungan