
"ahh iya boleh deh yah, kalau ayah mau susu bunda apa susu dewi". tanya ratna
"apaan sih bun, kok ngaco gitu ngomongnya" raka mulai kesal dengan ucapan ratna.
"dihhh orang ngomong kenyataan kok ngaco, bukannya enak yah di kasih pilihan" ucap ratna lagi
"ihhh mba ratna, emangnya saya apaan" ucap dewi sewot
"lho apaan bagaimana, bukannya sebentar lagi kalian menikah ya" ucap ratna lagi menambah ketegangan
Deg...
dewi kaget dengan ucapan ratna.
"kamu tuh yah kalau ngomong gak di saring dulu, gak ada sopan santun ini kan tempat umum, kasihan dewi dong kan malu di denger orang" ucap raka mulai emosi
" ups maaf ya lagian sih kamu juga sih yah masa mesra mesraan di tempat umum, emangnya gak malu di tempat umum kayak gini. kan di rumah juga bisa ya atau di kontrakan, ehh tapi jangan lupa di halalin dulu jangan di sabet aja yah, masa mau berzina gak mungkinkan yah kasian lho orang tua kamu takut kena dosanya, inget yah jangan sampai berzina kalau udah gak tahan udah ijab kabul aja langsung". ratna berkata intinya karena percuma juga marah hanya buang energi saja pikir ratna jadi ratna hanya kasih ketegasan ke dewi dan raka supaya bisa langsung ambil keputusan sebab kalau kelamaan itu hanya menyiksa hati dan bikin pikiran tidak tenang hiduppun tidak bisa bahagia.
" udah deh bun jangan ngaco, ayo kita pulang kamu tuh makin aneh" raka bicara sambil menarik tangan ratna
" eh jangan pegang tangan saya, maaf ya mulai sekarang kita pisah saja sebab saya tidak mau se atap dengan laki-laki yang suka berbuat maksiat di belakang saya. ucap ratna penuh ketegasan
" apa maksud kamu, jangan mimpi kamu hah!!! kamu mau bebas ya dari saya, sampai kapanpun kita tidak akan pisah". ucap raka geram
"hahahaha, bebas kamu pikir. kamu lupa ya aku tuh seorang ibu, yah mungkin aku memang bebas dari kamu tapi aku masih harus tetap merawat anakku karena mereka butuh aku lalu kebebasan apa yang kamu maksud, aku bukan kamu yang bebas tanpa beban dan bisa berbuat semau kamu." ucap ratna menyadarkan raka.
tapi ya yang namanya cinta itu buta jadi walaupun ratna bicara panjang lebar juga percuma rasanya kalau hatinya sudah mati rasa, sepertinya raka memang sedang puber dia nampak seperti orang baru pacaran atau bisa di bilang juga orang yang mau enaknya saja.
"dengar ya bapak raka, mau atau tidak kita bercerai itu sudah tidak perlu persetujuan dari kamu, karena aku akan tetap pergi bawa anak-anak" ratna bicara dengan penuh ketegasan.
setelah itu ratna langsung pulang ke rumah dengan perasaan campur aduk dan masih tidak percaya kenapa takdirnya seperti ini, tapi ratna menepis pikiran yang seolah olah menyalahi takdir padahal di saat Allah memberikan ujian kepada kita itu bisa jadi merupakan teguran untuk kita karena kita pernah melakukan keburukan di masa lalu atau bisa jadi juga untuk menambah ke imanan kita kepada Allah karena pasti akan ada kebaikan setelah ujian itu berlalu, tergantung manusia nya sejauh mana mau berikhtiar mendekatkan diri kepada Allah.
"issshhh, judes banget sih. kok betah sih pak sama perempuan kayak gitu" dewi sengaja bicara seperti itu supaya hati raka tambah panass.
"diam!!! kamu dewi, kepala saya lagi pusing" raka membentak dewi.
dewi kaget dan meneteskan air mata, raka pun melihatnya lalu mengucapkan 'maaf' dan hanya di jawab dengan anggukan oleh dewi.
__ADS_1
mereka lupa kalau saat ini ada di warung angkringan, orang sekitar membicarakan dewi dan raka yang tidak tahu malu bermesraan dengan yang bukan mahromnya, dewi merasa hatinya panas karena banyak yang menyindir dan menyebut dewi pelakor.
"pak kita pulang aja yuk, disini hareudang" ucap dewi.
"ya sudah ayok, o iya dewi apa kamu sudah minta pisah sama suami kamu?" tanya raka
"ya belum atuh pak, saya kan tunggu kepastian dari bapak, kumaha sih" jawab dewi
" kalau gitu jangan bilang dulu, saya selesaikan masalah saya dulu dengan ratna"
"ok" mereka jadi pisah tidak ya, batin dewi.
*******
Akhirnya ratna sampai rumah, "Assalamualaikum bu".
"waalaikumsalam, kok malam banget ran kamu kehujanan gak?" ucap ibu.
yah di luar memang hujan deras tapi ratna memaksa untuk terus melajukan motornya supaya bisa sampai rumah sebab ratna sudah pusing ingin istirahatkan tubuhnya yang lelah seharian di londri.
" iya bu, maaf saya pulang malam dan basah kuyup tadi begitu saya sampai langsung mandi dan makan. saya mau langsung istirahat ya bu" ucap ratna
" eh raka mana rat, kok gak bareng kamu?"
" oh, masih di jalan kayaknya bu atau dia neduh dulu kali bu"
"oh ya sudah"
'paling juga dia lagi pelukan sama si j**ly pas hujan kan biar jadi anget, cih menyebalkan.
hufff....ratna menghela napas kasar biar saja lah bodo amat mendingan aku tidur saja'. ratna bergumam. ratna pun terlelap supaya bisa melupakan semuanya.
saat ratna sudah terlelap, raka baru sampai rumah jam 12 malam, padahal hujan sudah reda satu jam yang lalu.
tok tok
tok tok
__ADS_1
"Assalamualaikum bun, mbah" raka panggil istri dan ibu nya dan yang membukakan pintu itu ibunya.
"waalaikumsalam, dari mana kamu!!!! kenapa jam segini baru sampai rumah, neduh di mana kamu!!" tanya ibu agak emosi
"ya ampun mah, saya ke kamar mandi dulu sebentar soalnya bajunya basah nih"
" ok, mama tunggu"
" emangnya ada apa sih mah"
"mau di bahas sekarang emang!!!"
"bahas apaan mah" raka sudah terpancing emosi "ya sudah saya ganti baju dulu" ucapnya
"buruann!!!"
ratna kaget terbangun karena mendengar mertuanya agak emosi, ratna juga bingung kenapa ibu bisa marah padahal ratna tidak bicara apapun saat sampai rumah tadi.
"sudah belum, buruan mama tunggu di ruang tamu"
"iya...iya mah jangan kenceng ngomongnya nanti anak-anak bangun, memangnya gak bisa besok saja ngomongnya mah".
"gak bisa"
"ok, ya sudah aku sudah siap sekarang ada apaan nih"
" sebentar mama ambil ponsel mama dulu"
Deg,,
seketika jantung raka berdetak cepat ' masa mama nguntit aku sih, ah gak mungkin rasanya, semoga dugaanku salah' raka bergumam.
" lihat ini" ibu memberikan ponselnya yang ada foto raka sedang mencium dewi dengan mesra.
"apaan ini mah, mama dapet dari mana fotonya".
" kamu tidak perlu tahu, itu urusan mama. kamu pikir mama gak tau ya kalau kamu sudah mulai kurang ajar"
__ADS_1
Bersambung......