Serba salah

Serba salah
semakin dekat


__ADS_3

Akhirnya ibu sampai rumah, "Assalamualaikum" ucap ibu.


"waalaikumsalam" jawab ratna


'Alhamdulillah udah sampe, di luar panas banget, ada es gak yah' ibu bermonolog sendiri kemudian langsung bertanya ke ratna "rat, kamu punya es batu gak?" tanya ibu


"iya bu ada, mau saya buatkan es teh manis?". ucap ratna


"iya deh boleh, di luar panas banget tumben padahal masih pagi". jawab ibu.


di luar cuacanya memang panas tapi tidak sepanas yang ibu katakan, karena suasana hati dan pikiran ibu lagi sangat kesal jadi badan pun terasa panas.


'Astaghfirullah' ibu menarik nafas panjang untuk menghilangkan sesak di dadanya. rasanya pusing sekali habis minum air dingin bukannya segar malah jadi sempoyongan.


ibu masuk ke kamar, kemudian ibu mengirimkan chat ke raka


[raka, kamu di mana?]


[iya bu, saya di toko. ada apa bu?]


[kok tadi ibu ke toko kamu, kamu belum buka memangnya kamu kemana dulu tadi?]


[oh, tadi aku sarapan dulu bu]


[sarapan di mana?]


[di warung nasi uduk bu, emangnya kenapa sih bu aku lagi sibuk nih lagi beres beres londrian]


[kamu sarapan sama dewi ya? kok mesra banget?]


[ibu jangan ngaco deh, emangnya siapa lagi yang kasih tau? ibu sama saja sama ratna suka berpikir negatif soal aku, sudahlah bu aku lagi sibuk nih]


[........]


ibu tidak membalas lagi chat dari raka, setelah membaca chat yang terakhir ibu malah bertambah pusing, ibu gak sangka anaknya sendiri sudah ketahuan berbohong sama ibunya sendiri, ibu pun menangis tanpa suara karena gak enak sama ratna lalu kemudian ratna memanggilnya.


"bu..ibu sarapan dulu bu, dari pagi ibu belum makan lho". ucap ratna


ibu tidak menjawab panggilan ratna, ibu pura-pura tidur supaya ratna tidak curiga. sebisa mungkin ibu menahan isak tangisnya supaya tidak terdengar sama sekali oleh ratna karena ibu merasa malu dengan ratna.


lalu karena ratna tidak mendengarkan jawaban dari ibu, ratnapun memberanikan diri mengetuk kamar ibu.


tok tok bu..ibu..


kok gak ada suaranya ya???


karena penasaran akhirnya ratna membuka kamar ibu dan ternyata ratna melihat ibu tidur,


'oh ibu tidur toh, ibu capek kali ya' gumam ratna.


****

__ADS_1


Di Toko Raka


kenapa sih ibu curiga segala, apa tadi dia melihat aku ya, tapi kok aku gak lihat ya kalau ibu lewat. batin raka.


lalu kemudian raka mencoba cari tahu, raka pun menghubungi ratna berpura pura menanyakan zahra.


tuuuttt tuuuttt


tut tut


"Hallo, Assalamualaikum" ratna mengangkat gawainya.


"waalaikumsalam" jawab raka, "bun, kamu di mana? kamu udah berangkat ke toko belum dan zahra siapa yang anter?" ucap raka lagi


"aku baru mau berangkat, zahra tadi di antar sama ibu soalnya ibu sekalian beli kancing tadi, jadi aku baru mau jalan nih" jawab ratna


'oh pantes, kurang asem jangan-jangan ibu ngikutin aku lagi. aku harus lebih waspada sekarang' batin raka


"hallo yah, yah kok gak ada suaranya" tanya ratna " udah dulu ya yah aku mau jalan nih" ucap ratna lagi


"oh iya iya bun, hati-hati yah. kamu udah sarapan belum?" tanya raka lagi


" udah...udah dah yah Assalamualaikum" jawab ratna dan langsung mematikan gawainya.


cih.... sok perhatian pura-pura biar gak ketahuan, memangnya aku gak tau apa kalau kamu habis sarapan bareng dewi terus ketahuan ibu, kasihan ibu pasti pura-pura tidur karena gak enak sama saya.


saya sudah tidak percaya lagi sama raka jadi saya coba minta bantuan imas buat ikutin suami saya saat berangkat dan pulang saja, ternyata benar raka masih mencuri waktu sama dewi.


******


Di Toko Ratna


kondisi toko sudah di buka karena tadi dewi berangkat terlebih dahulu bareng suami ratna.


kurang dari 30 menit akhirnya ratna pun sampai toko.


"Assalamualaikum" ratna mengucap salam begitu sampai di toko.


"waalaikumsalam, eh mba ratna sudah sampe" ucap dewi


"iya teh, saya mau lihat catatan kerjaan kemarin teh" ratna duduk di meja kasir.


tidak lama kemudian teh imas pun sampe di toko.


"eh teh imas baru sampe, terima kasih ya infonya tadi" ucap ratna


Deg....


'info apa ya, apa teh imas ngomong yang aneh lagi ya' batin dewi.


'ah nanti biar aku aduin ke raka soal teh imas' dewi manggut manggut sendiri karena pikirannya sedang merencanakan sesuatu.

__ADS_1


dan tanpa sepengetahuan dewi ratna pun melihat gelagat dewi yang aneh dengan senyum sinis.


"i_iya mba sama-sama, maaf tadi anter anak sekolah dulu" jawab imas.


"ya sudah saya mau cek kerjaan dulu" kemudian ratna langsung cek laporan dari dewi dan langsung mengarahkan kerjaan ke dewi dan imas.


*******


waktu sudah menunjukan jam 10 siang


"teh imas nanti saya tinggal sebentar ya, saya mau jemput zahra dulu ke sekolah" ucap ratna


"iya teh siap" jawab imas


'hufff.... rasanya lelah sekali mondar mandir bikin pinggang sakit, mendingan saya beliin sayur mateng dulu buat anak-anak' ratna bermonolog sendiri.


kemudian ratna menuju ke sekolah zahra.


*****


setelah ratna pergi keluar toko, dewi berpikir untuk menghubungi raka sebab dia curiga dengan imas yang suka kepo urusannya.


'eh gimana ngomongnya ya di sini ada imas, mendingan aku ke warteg dulu lah nanti imas kepo lagi, hufff menyebalkan sekali imas'. batin dewi.


"teh imas, saya permisi sebentar mau ke warteg dulu ya sebab mau beli lauk nih udah laper banget" ucap dewi


"o iya teh imas mau titip gak?". ucap dewi lagi.


"ya udah sana pergi tapi jangan lama-lama ya soalnya saya sendirian di toko, saya gak titip teh". jawab imas.


'asik, bisa keluar juga. hahaha...saya aduin kamu imas biar tau rasa nanti kalau ikut campur urusan saya' dewi bicara pelan sambil jalan keluar dengan cengengesan.


dewi pun langsung duduk di warteg dan dia memesan makanan terlebih dahulu sebelum menghubungi raka.


"mba, saya pesan nasi di bungkus ya satu porsi saja". ucap dewi


"iya mba tunggu sebentar ya antri dulu". jawab mba warteg.


"ok mba". ucap dewi


'ah lebih baik aku hubungi sekarang saja sambil nunggu antrian' batin dewi.


tuutt tuutt


tuuutttt


tuuuttt


raka melihat ponselnya di layar tertera nama dewi dan dia langsung mengangkatnya.


"ya hallo, ada apa dewi" tanya raka dengan hati-hati dan melihat sana sini takut tiba-tiba ratna datang. setelah di rasa aman baru dia pilih posisi yang agak tertutup supaya tidak ada yang mendengar pembicaraannya.

__ADS_1


__ADS_2