Serba salah

Serba salah
Mencuri waktu


__ADS_3

setelah di rasa tubuhnya segar dan sudah ada tenaga ratna memeriksa tugas sekolah anaknya, sebagai seorang ibu walaupun sedang sakit tetap saja dalam hati selalu memikirkan anaknya tidak peduli rasa sakit yang di rasakan. satu persatu ratna bertanya kepada anaknya. yang pertama bernama fatimah dan yang ke dua bernama zahra.


kemudian ratna bertanya kepada fatimah.


"kakak, bagaimana sekolah hari ini susah tidak pelajarannya?".


"tidak bun, saya bisa paham kok pelajarannya". jawab fatimah


"Alhamdulillah kalau kakak paham, ada tugas tidak kak?". tanya ratna lagi


"ada bun sedikit dan kakak sudah kerjakan. jadi sekarang kakak mau ngaji dulu ya bun". ucap fatimah.


" iya kak, zahra di ajak ya dan yang akur ya nanti jangan ribut di masjid ya". ucap ratna


"ok bunda, kakak berangkat ya bun Assalamualaikum". fatimah pun pamit


"waalaikumsalam" jawab ratna.


setiap sehabis sholat maghrib anak anak ratna mengaji di masjid jarak masjid dari rumah tidak terlalu jauh tapi harus di tempuh dengan menggunakan motor, anak anak pun berangkat di antar oleh neneknya sebab saya harus jaga reyhan. setelah anak-anak berangkat ratna pun menunaikan ibadah sholat maghrib. 'Alhamdulillah pas adzan pas reyhan tidur jadi bisa sholat dengan khusyu' gumam ratna.


lepas sholat ratna kemudian berdoa


"ya Allah ampunilah dosaku, jika wudhu ku masih salah dan jika gerakan sholat ku masih keliru hamba mohon berilah petunjuk ilmu yang bermanfaat agar hamba bisa perbaiki wudhu dan sholat hamba". yah selama ini ratna memang terlalu fokus menjalani usaha karena terlalu banyak pengeluaran jadi dia pusing sendiri sehingga dia melupakan ibadahnya terkadang wudhu dan sholat terburu-buru karena kepikiran kerjaan, dan akhirnya masalah datang sedikit demi sedikit jadi sekarang dia sadar apakah mungkin wudhu dan sholatnya belum benar.


____


Di toko cabang raka pun sudah siap berangkat untuk antar londrian ke rumah customer, sebelum jalan raka menghubungi imas untuk menanyakan ada berapa banyak yang harus di antar hari ini, karena imas tidak menjawab gawainya akhirnya raka menghubungi dewi. dewi melihat gawainya berbunyi lalu kemudian dia melihatnya ternyata raka yang menghubunginya. kenapa jantungku berdebar ya, batin dewi. lalu dewi segera mengangkat gawainya.


"ya Hallo pak".


"teh dewi, saya mau tanya londrian yang ma di antar ada berapa packing" tanya raka

__ADS_1


"iya pak ada 10 packing". jawab dewi


"oh iya teh dewi selesai jam berapa kerjanya, ada yang masih belum rapi ya?". tanya raka lagi


"tinggal satu packing lagi pak, kenapa ya pak?" dewi malah balik tanya.


"oh gak gapapa kok, nanti di jemput gak?". ucap raka


"gak pak saya gak di jemput, apa bapak bisa antar saya pulang?". kesempatan karena lagi gak ada mba ratna, batin dewi.


"eh emm bisa tapi tunggu saya selesai kirim londri ya. tapi jangan sampai teh imas tau soalnya dia suka asal ngomong". jawab raka


"ok pak". dengan hati riang dan senyuman tipis dewi membalas ucapan raka.


imas yang melihat tingkah dewi pun bingung lalu bertanya, "ada apa nih teh kok kelihatannya seneng banget".


"eh anu emm gak ada apa-apa kok teh imas" jawab dewi.


" tadi telp dari siapa? kayaknya penting banget". tanya imas curiga


"awas lho jangan aneh lagi, kasihan mba ratna lagi sakit". imas coba mengingatkan dewi.


"ih teh imas, apaan sih emangnya saya nya ngapain kok bisa aneh lagian aneh gimana sih perasaan saya biasa saja atau teh imas cemburu ya sama saya". dewi malah balik nuduh supaya dia tidak ketahuan kalau ternyata dia yang minta di antar raka.


"ya ampun teh dewi ada ada saja ngapain saya pake cemburu sama teteh kan kita udah punya suami masing masing, sudahlah mendingan kita selesaikan kerjaan terus kita bisa pulang deh". ucap imas


"oh iya teh imas nanti pulang di jemput siapa? kalau tidak ada yang jemput


mau bareng saya gak pulangnya?" ucap imas.


"eh gak usah teh, nanti saya di jemput sama temen kok soalnya tadi pagi sudah janjian mau ada urusan". jawab dewi

__ADS_1


"oh ya sudah". ucap imas lagi


'apa dia janjian sama bapak lagi ya' batin imas. ah mendingan aku ikutin aja nanti pas dia pulang semoga firasatku salah, kalau memang benar kasihan mba ratna di bohongin lagi. imas bermonolog sendiri.


jam pulang pun akhirnya tiba, karyawan ratna mulai membersihkan dan merapikan semua alat yang habis di gunakan tadi supaya besok saat mulai kerja tidak terlalu banyak yang berantakan. setelah selesai semuanya mereka sudah siap pulang, mereka pulang tunggu raka datang sebab raka harus cek setoran terlebih dahulu sebelum pulang.


yang di tunggu pun datang, "akhirnya datang juga pak" ucap imas.


"eh iya teh imas, kelamaan yah maaf ya sebab saya baru rapi antar londrian ke rumah customer". jawab raka


"iya pak gak apa apa". ucap imas lagi


"ya sudah teh imas dan teh dewi boleh pulang, saya cek laporan setorannya sudah ok". sengaja raka bilang seperti itu supaya imas tidak curiga.


"baik pak". imas dan dewi jawab serempak.


lalu kemudian imas menawarkan untuk pulang bareng ke dewi untuk basa basi sebab di lihat dari tadi jemputan dewi belum dateng sebab tadi dewi bilang ada yang jemput.


"teh dewi, jemputannya mana kok belum datang, mendingan pulang bareng saya saja biar gak kemaleman". imas sengaja bilang seperti itu depan raka supaya raka cemburu.


"eh gak usah teh imas, sebentar lagi paling juga dateng biasalah kalau pulangkan antri absen dulu", dewi beralasan seolah olah suaminya yang jemput padahal dewi tahu kalau suaminya gak jemput karena lembur.


"oh ya udah deh, hati hati ya di toko saya tinggal sendirian jangan aneh lagi ya". suara imas keras sekali supaya raka tidak macem macem.


"iya bye". jawab dewi.


setelah imas pergi, kemudian dewi mendekat ke raka lalu berkata "ehm ehm pak, sudah boleh ngeceknya jangan lama lama nanti imas curiga lagi, lagi pula saya haus nih mau beli boba dulu". lumayan nih ngajak pulang bareng sekalian jajan ah sama beli makan malam, batin dewi.


"iya sebentar ya, soalnya sekalian ada yangau saya omongin. nanti kita makan dulu ya gak papa kan pulangnya telat". raka membujuk dewi


karena toko hari ini tidak ada kerjaan lembur jadi mereka masih bisa makan di luar.

__ADS_1


"iya gak papa kan ini masih sore". jawab dewi.


akhirnya mereka berdua pergi lawan arah dengan imas jadi imas tidak tahu kalau mereka pergi berdua.


__ADS_2