Serba salah

Serba salah
Ratna yang rapuh


__ADS_3

setelah lama berpikir akhirnya Raka memutuskan untuk pulang, sebelum itu Raka minta bantuan temannya yang kebetulan sedang mampir ke toko londri cabang. Raka bertanya kepada temannya "Anton, tolongin dong bantu jagain toko saya sebentar, saya lagi ada masalah sedikit sama istri saya, ini saya mau pulang dulu buat ngomong sama dia".


" memangnya ada masalah apa sih bro, penting banget kayanya terus gimana nih kalau ada pelanggan, saya gak ngerti soal londri bro". jawaban anton. lalu raka coba menjelaskan sedikit soal terima pelanggan


"ya nanti kamu tinggal catet aja di nota, nih contoh nya kaya gini nanti kalau kamu masih bingung kamu hubungi saya saja langsung, udah ya saya buru-buru nih". dan anton jawab dengan lantang "ok bos, jangan lupa bonusnya ya hehehehe".


Raka pun akhirnya menyalakan kendaraannya dengan kecepatan sedang, setelah 30 menit lamanya motor yang di kendarai raka pun sampai depan teras rumah.


toktok


" Assalamualaikum mah". karena Ibu yang menyuruhnya pulang jadi pertama kali yang dia cari adalah ibunya. "waalaikumsalam, udah sampai kamu sebaiknya kamu sholat dan makan dulu setelah itu coba kamu tanya ke ratna ada masalah apa, mama keluar dulu". ucap ibunya, ibu nya memilih keluar rumah dengan menggendong cucunya yang masih berumur 1 tahun untuk memberikan kesempatan kepada ratna bicara hanya berdua dengan raka supaya masalahnya cepat selesai. lalu ibunya berpesan lagi "bicara lah baik-baik dengan ratna, dan meminta maaflah kalau kamu ada salah sama dia serta selesaikan segera masalah kamu jangan sampai berkepanjangan". Dengan lemas dan bingung raka menjawab "iya mah".

__ADS_1


Raka pun mengerjakan sholat terlebih dahulu karena sudah 30 menit waktu sholat dzuhur berlalu. setelah itu dia makan dengan tenang seolah olah tidak ada masalah buat dia, yah dia menganggap masalah itu adalah masalah kecil. sedangkan ratna saat ini berada di kamarnya sedang merasakan sesak di dadanya dan sakit di lambungnya akibat kesal dengan sikap suaminya, ratna tidur dengan posisi miring sambil meremas perutnya supaya tidak begitu terasa sakitnya. karena saking keselnya ratna sampai malas makan dan minum obat, dia pikir biar sajalah dia sakit toh selama ini bagi dia udah terbiasa merasakan sakit. dia gak habis pikir punya suami setenang itu suaminya hanya memikirkan hatinya sendiri saja tanpa bertanya dan memikirkan hati ratna setiap kali ratna merasa bahwa dia sedang berjuang sendirian untuk bisa memenuhi dan mencukupi kebutuhannya selama ini, yah ratna pusing sekali dengan sikap suami nya yang cuek tanpa bantu berpikir untuk bagaimana caranya supaya bisa bayar tagihan bagaimana supaya bisa mencukupi kebutuhan ibu, istri dan anak nya tapi kenyataannya tidak seperti itu, dia tenang sekali seperti tidak ada beban di pundaknya, yang dia tahu bahwa ratna selalu punya banyak uang untuk semuanya, padahal anak-anak belum begitu besar biaya pendidikannya tapi baru sekecil itu saja sikap suami nya sangat tenang seperti tidak pernah memikirkan masa depan yang ada di pikirannya adalah bagaimana supaya hasratnya bisa tersalurkan, seperti itulah sikapnya. terkadang ratna kesepian dalam menjalani kehidupannya ini. begitu banyak cita-cita yang ingin dia capai terutama soal usahanya, selama ini ratna, hasil yang dia peroleh dari usaha londri bisa untuk membuka usaha baru sehingga dia tidak perlu terlalu kerja keras di londri.


waktu makan pun selesai tibalah waktunya raka bicara dengan ratna, raka pun berjalan masuk ke kamar dan melihat ratna sedang meremas perutnya dia pun bertanya kepada ratna "bun, kamu sudah makan belum, perut kamu sakit lagi ya maafin ayah ya bun kalau bisa bunda jangan dengerin apa kata imas, soalnya mulut dia comel sekali bun".


"saya malas makan". ratna menjawab lirih.


"jangan gitu dong bun, nanti asam lambungnya gak sembuh". raka coba membujuk ratna.


" Astaghfirullah bun, saya itu gak ada hubungan apa-apa sama ratna kenapa kamu mikirnya kejauhan". raka masih coba berdamai.


" iya sekarang memang tidak ada apa-apa, hanya sekedar antar jemput tapi kelamaan bisa jadi saling perhatian lalu saling jatuh cinta dan menghangatkan di ranjang, hahahahahahah...". ucap ratna

__ADS_1


" iya maafin saya bun, lain kali saya gak bohongin kamu lagi, terus saya gak mau antar dewi lagi". itulah pemikiran raka.


"denger ya, yang saya permasalahin di sini itu adalah kenapa kamu tega bohong sama saya, untung saya tahu dari awal coba kalau saya tahunya pas sudah terlanjur kamu jatuh cinta sama dewi sampai berbuat zina segala nantinya itu dosa mas dosa besar kamu itu sadar gak sih, atau jangan jangan kamu sudah suka sama dewi, iyaaa masss!!! betul gakkk!!!" ratna menggertak suaminya.


"iya maaf bun". jawaban singkat raka.


" kenapa cuma iya, benerkan kalau kamu suka sama dia". ratna coba memastikan.


raka hanya menunduk dan menangis menyesali perasaannya ke dewi, ya entahlah dia menyesal atau tidak sebenarnya itu hanya dia dan Allah yang tahu.


ratna pun tambah kacau, "tega kamu mas, kenapa setenang dan semudah itu hati kamu buat suka sama wanita lain, apa karena kamu tidak puas sama aku, ciihhh. pikiran kamu hanya ranjang saja keterlaluan kamu mas, kamu sadar gak kamu tahu gak selama ini berapa besar cicilan rumah dan seberapa besar kebutuhan anak-anak sama ibu kamu. ada gak di kepala kamu tentang semua itu, ada gak terlintas di otak kamu kalau saya merasa lelah, kalau saya kecapean kalau saya ingin segera pulang untuk istirahat tapi itu semua saya hilangkan, yah rasa lelah yang teramat sangat saya hilangkan saya selalu fokus pada tujuan saya, tapi kamu apa, apakah kamu ingat tujuan kamu mengambil pinjaman pada Bank, apa kamu tau bagaimana cara membayarnya, apa kamu sadar semenjak kamu keluar dari pekerjaan kamu itu yang harus bayar semuanya itu aku. kamu sadarrrr gakkkkk!!!!" suara ratna agak sedikit keras untuk meluapkan sesak di hatinya.

__ADS_1


"iya bun saya salah, saya minta maaf sekarang kita mulai lagi dari awal". raka coba menenangkan ratna.


__ADS_2