
Ratna menghela napas nya, berusaha untuk tenang dan bicara dengan pelan "mulai dari awal seperti apa, memangnya apa sih arti rumah tangga buat kamu apakah aku hanya alat untuk memuaskan kamu saja begitu, hah!".
"gak gitu bun, iya bun aku akan berubah aku akan jadi suami yang baik dan ayah yang baik aku janji bun" ucap raka.
cih,,,janji janji segala seperti nya memang watak dia seperti itu gak akan pernah berubah memang sudah wataknya bukan seorang laki-laki yang pengertian, ratna bergumam dalam hati, lalu berpikir sendiri bagaimana selanjutnya. kalau aku menyerah, enak sekali buat raka bisa dengan bebas mendapatkan kesenangan tanpa perlu tanggung jawab istri dan anaknya tapi kalau aku melanjutkan rumah tangga ini dengan suami yang mempunyai sifat tidak peka seperti ini rasanya aku harus xxxtraaaa sabarrr.
akhhh sudahlah kalau aku sakit hati terus yang ada aku rugi sendiri, dia bisa dengan santai tidak memikirkan semua kebutuhan dan semua tagihan, mendingan aku pikirin diri sendiri saja lah lebih baik aku rawat badan aku yang udah kurus kering ini, kalau untuk raka terserahlah mau dia kaya gimana semua aku kembalikan kepada Allah, yah aku teringat ke tiga anakku jadi aku harus mengalah untuk tidak berpisah dengan suamiku semuanya demi anakku lagi pula sekarang aku akan tunjukan kepada suamiku seberapa besar pengeluaranku selama ini supaya dia sadar akan kewajibannya sebagai seorang laki-laki. Akhirnya pikiran ratna agak sedikit tenang.
lalu ratna kembali bicara dengan suaminya, "ya sudah aku lelah, aku harap kamu benar benar berubah dan bisa paham apa tujuan rumah tangga yang sebenarnya".
" makasih ya bun, sudah mau maafin ayah". ucap raka. dan hanya terdengar jawaban singkat dari ratna "hmmmm".
"ya sudah sekarang makan ya bun, atau mau ayah suapin?". raka coba membujuk kembali ratna yang masih terlihat kesakitan karena perutnya belum juga di isi.
"minum obatnya dulu bun, aku ambilin yah" raka mencoba perhatian. dan hanya di balas anggukan oleh ratna. kemudian bergegas raka mengambil obat dan minum untuk ratna, raka pun membantu ratna untuk meminumnya karena ratna sudah sangat kesakitan.
" Ayah ambilin makan dulu ya bu, nanti kalau sakitnya gak hilang juga kita ke dokter aja ya bun". ucap raka
"sedikit aja makannya gak bisa banyak-banyak dulu" ucap ratna
"iya bun" balas raka.
"sehabis minum obat, kamu istirahat saja di rumah tidak usah kembali ke toko nanti biar aku aja yang cek kondisi toko" ucap raka lagi.
"hmmm" jawaban ratna
cih, paling juga dia mau lihat si dewi. gumam ratna.
selesai makan dan minum obat, ratna pun istirahat.
__ADS_1
raka pun sudah sampai di toko ratna, lalu sekilas dia melihat dewi sedang bekerja karena posisi dewi ada di bagian depan otomatis pandangan mereka bertemu sengaja ataupun tidak di sengaja, dewi pun melempar senyum ke suami saya, dan suami saya canggung melihatnya karena di toko ada imas juga jadi dia gak mau ada salah paham lagi.
" teh dewi, kerjaan tinggal berapa bon lagi yang harus selesai hari ini" raka bertanya.
"iya pak, tinggal dikit lagi kok, ibu kenapa pak? sakit ya?". dewi tanya balik.
"iya ratna lagi kurang enak badan, tolong bantu ya perhatikan urutan pekerjaannya" ucap raka.
"iya pak". jawab dewi.
lalu raka pergi lagi menuju ke toko cabang.
hanya dalam waktu 15 menit saja akhirnya raka sampai ke toko cabang, karena tokonya kecil dan tidak mempunyai lahan parkir raka pun memarkirkan motornya di samping toko.
"oh ya ampun, yang di tunggu tunggu datang juga akhirnya" ucap Anton.
"udah anak 3 masih main hati aja, terus bagaimana kondisi istrimu?". tanya Anton
"udah baikan Alhamdulillah, sekarang dia lagi saya suruh istirahat aja di rumah soalnya asam lambungnya kumat lagi kebanyakan mikir bro jadi nya kambuh deh". ucap raka sambil menghela napas kasar.
"terus giaman toko saya aman gak?" ucap raka lagi
"aman bro, tadi ada customer datang mau londri tapi saya belum buka bon dia bilang sudah langganan jadi barangnya saya terima aja". jawab anton.
"coba saya lihat barangnya" ucap raka
"oh ini, iya saya sudah kenal orangnya, gak apa-apa nton nanti saya hubungi orangnya langsung kalau sudah jadi, makasih ya" ucap raka lagi.
__ADS_1
"iya sama-sama, kalau gitu saya pulang dulu ya udah sore nih" pamit anton.
"ok nton, sekali lagi terima kasih. oh iya nih tadi saya beli makanan kamu bawa pulang aja" ucap raka
"ok bos, Assalamualaikum" ucap anton
"waalaikumsalam" jawab raka
eh, aku cek dulu laci uangnya aman gak yah. batin raka. 'Alhamdulillah aman' gumam raka yah walaupun anton temen deket raka dia tetap harus waspada tapi beruntungnya temannya bisa di percaya. sekarang raka lanjut mengerjakan tugasnya yaitu dia menyiapkan londrian yang sudah rapi yang siap untuk di kirim, memang semenjak meningkatnya londrian ratna, ratna pun menawarkan jasa antar jemput untuk customer yang jarak rumahnya tidak terlalu jauh dari londri dan yang bantu antar jemput raka sendiri.
____________
setelah beristirahat ratna merasa sudah baikan, ratna bangun karena perutnya merasa lapar sebab saat sakit tadi dia hanya makan sedikit karena tidak tahan dengan perutnya yang masih perih.
saat ratna berjalan ke dapur, ibu pulang yang entah dari mana.
"Assalamualaikum, ratna kamu sudah mendingan? ini ibu bawa makanan, kamu makanlah dulu". ucap ibu
"waalaikumsalam, Alhamdulillah bu saya sudah baikan, terima kasih ya bu makanannya". jawab ratna
"bagaimana tadi sama raka, sudah selesaikan masalahnya?". tanya ibu
" sudah bu, sudah saya selesaikan dan saya tidak mau perpanjang lagi". jawab ratna lagi
"Alhamdulillah, kamu yang sabar ya. maafin raka ya dia memang belum dewasa. nanti kalau ibu lagi berdua sama raka, ibu coba nasehatin dia biar dia mau berubah, kamu doain dia ya biar jadi laki-laki yang bertanggung jawab",- ucap ibu.
" iya bu, insya Allah selalu saya doain" ucap ratna
ratna pun mulai makan walaupun hanya sedikit yang bisa di cerna oleh perutnya tapi dia berusaha untuk sembuh, dia selalu siapin cemilan dekat kasurnya sebab dia harus banyak makan tapi tidak bisa langsung jadi bertahap.
__ADS_1
setelah makan, ratna kembali ke kamar dan menyusui anaknya sebab reyhan anak ratna yang berusia 1 tahun itu sudah lama di ajak keluar sama neneknya dan baru kembali 3 jam kemudian. setelah selesai urus reyhan ratna pun beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya ratna mandi menggunakan sabun aromatherapi supaya harumnya bisa menyegarkan kepala nya yang pening.