Serba salah

Serba salah
Menyelesaikan masalah


__ADS_3

"kenapa yah, kenapa harus bohong maksudnya apa memangnya salah saya apa kok tiba-tiba kamu bohongin saya". ucap Ratna panjang lebar merasa kesal sebab selama ini rumah tangganya terlihat baik-baik saja.


"saya gak mau kamu marah, saya minta maaf kalau saya bohongin kamu tapi saya gak ada maksud apa-apa. saya takut kamu mikir macam-macam kalau saya bilang yang sebenarnya padahal saya cuma anter doang saya gak tega lihat dia bonceng bertiga karena jarak rumahnya kan jauh jadi saya bilang ke dia kalau saya anterin itupun cuma sampai depan gang masjid doang". suaminya Ratna berdalih.


"hahahaha,,,, kamu bilang takut saya marah tapi kamu malah bohongin saya, saya rasa bukan itu alasannya kamu pasti menyimpan rasa sama dia dan kamu bilang gak tega sama dia udah malem belum pulang dan rumah nya jauh pula begitu ya iya, ya ampunnn mas lalu kamu kemana aja bukannya kamu juga punya istri ya yang belum pulang dari toko londri". padahal seharusnya Raka lebih khawatir dengan keadaan Ratna karena selama ini yang bangun usaha londri dari awal itu istrinya sampai Raka akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja sehingga Ratna harus bekerja keras untuk terus berusaha agar bisa memenuhi semua kebutuhannya, mulai dari cicilan rumah yang belum lunas, kebutuhan sekolah anak, kebutuhan dapur walaupun usaha londrinya sudah mulai ramai pengunjung tapi Ratna lelah memikirkan pengeluarannya semakin banyak. Ratna pun merasa heran kenapa hidupnya selalu pas pasan bahkan Ratna pun ikut membantu operasional londri supaya bisa capai target sampai terkadang dia kurang istirahat dan lupa makan sehingga menyebabkan asam lambungnya sering kambuh belum lagi harus merasakan sakit pula pada pay*daranya karena sedang menyusui dan belum pumping .


"Astaghfirullah mass!! saya baru tau ternyata kamu tidak pernah mikirin perjuangan saya untuk membantu ekonomi rumah tangga semenjak kamu memilih tidak mau bekerja lagi dengan alasan mau bantu saya di londri".


"kamu jangan mikir kejauhan bun, aku gak ada apa-apa sama dia lagian kamu pake dengerin apa kata imas, imas itu suka berlebihan kalau ngomong". suami Ratna masih saja membela diri.


"aku gak peduli imas itu kaya gimana, yang aku tau itu selama ini kamu gak pernah bohongin aku tapi ini tiba-tiba kamu berbohong cuma karena mau anter seorang dewi. awalnya memang tidak ada apa-apa cuma deket doang tapi kelamaan kan bisa lebih deket lagi kalau gak ketauan. sudahlah mas, aku pusing mikirin kamu aku gak ngerti kenapa kamu seperti ini". akhirnya Ratna mematikan gawai nya seketika karena lelah berdebat, cukup menguras tenaga bagi ratna untuk berdebat masalah kelakuan suaminya, ratna pun bingung apa yang membuat suami nya berniat untuk selingkuh dan tidak memikirkan perasaan ratna sama sekali, tapi kemudian ratna mengingat sesuatu 'apa karena aku malas melayaninya di ranjang ya' ratna bergumam dalam hati.

__ADS_1


ya memang semenjak suami nya memutuskan untuk tidak bekerja lagi rasanya semakin membuat ratna pusing ratna merasa bahwa semakin berkurang nanti penghasilannya padahal kalau bekerja dan mendapatkan gaji setidaknya bisa bantu buat bayar cicilan rumah yang baru 2 tahun di cicil, suami nya bilang saat itu dia mau bantu ratna untuk menangani londri tapi kenyataannya londri tidak ada kemajuan malah masalah terus berdatangan satu persatu mulai dari mesin rusak, kendala air masalah karyawan dan ini tiba-tiba masalah suami nya ratna sendiri.


ratna pun terkadang harus bantu operasional londri supaya penghasilan bisa terus bertambah karena mengingat tagihan yang harus ratna bayar, di rumah pun ratna masih harus bersih bersih karena mengandalkan ibu mertua ratna sendiri tidak enak kalau sampai harus menyuruh untuk membersihkan dan merapikan rumah, terkadang memang ibu membantu merapikan mainan anak saya tapi ya tetap saja harus Ratna ulangi membersihkannya sebab hanya sebagian saja yang di bersihkan oleh ibu, maklum saja beliau sudah tua. kadang karena terlalu banyak aktifitas yanh Ratna kerjakan dan banyaknya pengeluaran membuat ratna jadi lelah dan pusing bahkan sering sekali ratna tidak bertenaga jika harus melayani suaminya di ranjang. rasa lelah dan benci dengan sikap suaminya membuat ratna tidak bergairah.


ratna membuang napas kasar, "lelah rasanya lelah banget kenapa sih dia gak mikirin kemajuan londri tapi yang di pikirannya hanya ranjang!!!!! dan apa dia tau seberapa besar biaya kebutuhan selama ini yang harus aku tanggung" ratna bicara sendiri di rumah, ya setelah panjang lebar berdebat dengan suaminya saat masih di toko akhirnya ratna memutuskan untuk pulang ke rumah pikirannya saat ini kacau. berkali kali dia bertanya pada diri sendiri 'kenapa harus bohong, kenapa,,kenapaaaaaa,,'.


Ibu mertua ratna bingung melihat ratna marah dan bicara sendiri, 'ada apa rat? kenapa kamu begitu'. lalu setenang mungkin ratna menjawab karena ratna gak mau anaknya mendengar hal yang jelek. 'oh ini bu saya lagi bingung kenapa ya mas Raka kok gak bilang saya kalau mau antar pulang dewi padahal semalam saya menghubungi mas raka dia bilang dewi itu pulang bareng temannya tapi saya tanya temannya si dewi itu pulangnya di antar mas raka. kan saya gak ngerti bu salah saya apa ya kok mas raka gak bilang jujur aja.


Tut Tut


Tuuuttt

__ADS_1


Tuuuttt


Di saat Raka sedang santai mengobrol dengan temannya yang datang ke toko cabang, Raka mendengar gawainya berbunyi dia pun melihatnya yang ternyata panggilan dari mama nya. Raka pun mengangkat gawainya, "Hallo mah, Assalamualaikum".


Begitu mendengar suara dari Raka, kemudian Ibu mertua ratna menjawab, "waalaikumsalam, kamu lagi sibuk gak?".


"gak mah, kenapa mah?". Raka bertanya balik.


"bisa pulang dulu gak, kamu lagi ada masalah ya dengan Ratna? sebaiknya kamu selesaikan di rumah sekarang dan jangan lama-lama ya langsung pulang mama tunggu sekarang". Ibu mertua Ratna pun langsung mematikan gawainya tanpa menunggu jawaban dari Raka.


Raka menghela napas nya, dia bingung sendiri bagi dia masalahnya itu tidak terlalu rumit hanya saja karena yang memberikan informasi itu terlalu berlebihan sehingga menyebabkan ratna sakit hati. 'dasar imas mulut comel, ngomong nya kaya gimana sih sama ratna sampai ratna marah padahal aku gak berbuat aneh, aku cuma nganter doang.

__ADS_1


Raka masih belum sadar padahal jatuh cinta itu bisa datang karena dekat dan sering bertemu, dia berpikir pertemuannya dengan dewi hanyalah sekilas saja tanpa ada tujuan yang terlalu jauh mungkin baginya hanya untuk hiburan mata saja karena sedang jenuh dengan Ratna.


__ADS_2