
Di rumah Ratna
saat asik sedang bercanda dengan si ganteng reyhan, tiba tiba gawai ratna berbunyi dan tertera nama imas di sana,
'Kring'
'kring kring'
lalu ratna menjawabnya
"ya hallo, Assalamualaikum teh imas"
"waalaikumsalam, bagaimana keadaan mba ratna sudah sehat belum" tanya imas
"Alhamdulillah sehat, ada apa teh hubungi saya jam segini" jawab ratna
"enggak eng itu maaf ganggu mba ratna, saya cuma mau tanya bapak sudah sampai rumah belum?". imas hanya memastikan kecurigaannya.
"emmm belum tuh, kenapa yah" tanya ratna merasa heran
"anu mba emmm tadi pas saya mau pulang teh dewi masih ada di toko, saya pulang duluan soalnya tapi selain teh dewi ada bapak juga jadi mereka cuma berdua saja di toko". ucap imas merasa gak enak bilang seperti ke ratna tapi dia harus kasih tahu supaya raka tidak terlalu jauh dengan dewi.
Deg,,
pikiran ratna traveling ke mana mana dan mulai sedikit pusing lagi, tapi kemudian dia menarik napas panjang lalu mengeluarkannya secara perlahan untuk menghilangkan sesak di dadanya dan kemudian dia mengucapkan
"Astaghfirullah" dia berharap dengan banyak beristighfar bisa menghilangkan kecurigaan, amarahnya dan rasa sesak di dadanya karena dia tidak mau terus menerus sakit yang bisa menyebabkan usahanya dia turun sebab kalau yang punya usahanya sakit terus lama kelamaan usahanya bisa mati pikir dia begitu.
lalu dia kembali bicara dengan imas,
"biarin lah teh, saya cape marah marah terus nanti dia pikir saya fitnah kalau memang dia milih dewi saya ikhlas sebab kalau sudah tidak bisa atau tidak mau memperjuangkan saya buat apa lagi saya memaksa lebih baik saya fokus ke usaha saya dan fokus ke anak anak sebab perjalanan anak saya masih panjang dan saya harus mendukungnya". panjang lebar ratna menjelaskan ke imas supaya imas tidak lagi ikut campur urusan rumah tangganya sebab memang imas juga sifatnya paling seneng mengumpulkan bahan untuk gosip.
__ADS_1
"oh ya sudah mba ratna, cepet sembuh yah dan yang sabar yah". ucap imas lagi
" iya teh, terima kasih. kerjaannya besok saya cek ya". jawab ratna
"ok mba, Assalamualaikum" imas pun mengakhiri panggilannya.
"waalaikumsalam" ratna pun mematikan gawainya kemudian ratna istirahat sambil memikirkan kerjaan besok ada beberapa yang tertunda kalau di lihat dari laporan imas yang di kirim lewat chat. ya setelah ratna mematikan gawainya ratna minta laporan kerjaan hari ini ke imas, lalu kemudian ratna melihatnya.
emmm, baru di tinggal sehari saja kerjaan numpuk seperti ini bagaimana kalau saya tinggal lama. ratna bergumam
yang seperti ini apa dia mikir kerjaan segini banyak apa dia bantuin, cih kerjaannya cuma antar jemput doang aja udah banyak tingkah, dia mikirin anak gak sih. kaya gitu namanya cinta, mikirin saya kecapean aja gak pernah dia selalu marah marah kalau saya sakit dia selalu bilang "makanya bun, jangan telat makan kamu urusin kerjaan terus tapi lupa makan". ucapnya dengan nada ketus.
ya iyalah telat makan, gimana gak telat kerjaan banyak terus dan kalau di pasrahin ke karyawan tidak bisa capai target permintaan pelanggan karena pengeluaran ratna terlalu banyak jadi mau tidak mau ratna harus bantu operasional supaya hasilnya maksimal dan pelanggan tidak kapok londri di tempat ratna.
waktu sudah menunjukan jam 9 malam raka belum juga pulang padahal londri tutup jam 8 malam. karena besok kerjaan yang tertunda banyak jadi ratna memutuskan untuk tidur lebih awal, kebetulan anak-anak tidak rewel malam ini.
sudah jam 11 malam raka baru pulang, raka masuk ke dalam rumahnya tanpa suara dia berjalan pelan karena dia tahu ratna sudah tertidur. saat baru sampai ruang tamu, ibu menegurnya "dari mana kamu, ini jam berapa kenapa baru pulang"
setelah mendengarkan jawaban raka, ibu mendengar ada tukang nasi goreng lewat depan rumah berhubung ibu lapar akhirnya ibu keluar membelinya.
"abang beli nasi goreng satu porsi ya pedas ya bang" ucap ibu.
"iya bu, saya masak dulu ya". abangnya menjawab
saat abang nasgor nya masak, dari jauh ada perempuan jalan mendekati abang nasgor dan ternyata itu dewi. lho kok dewi kaya baru pulang ya soalnya bajunya masih rapi gitu, batin ibu.
" eh dewi, kok tumben kamu keluar ini udah malem lho" ibu bertanya
"eh iya bu, anu mas bekti minta kwetiauw goreng". jawab dewi. untung ibunya yang keluar kalau mba ratna yang keluar bisa repot aku lagian si abang nasgor di panggilin dari tadi malah berhenti depan rumah pak raka lagi. batin dewi.
"dew dewi, kok malah bengong dari tadi saya aja ngomong mikirin apa kamu". ucap ibu.
__ADS_1
"iya bu, ma maaf tadi tanya apa bu?". jawab dewi
" itu kamu baru pulang ya jam segini?". ucap ibu.
"iya bu" jawab dewi
" kok malem banget, emang kerjaannya banyak. kamu bareng anak saya ya tadi pulangnya". ibu curiga dari gelagatnya dewi ibu merasa kalau dewi habis jalan sama raka.
" emmm iya bu kerjaan lagi banyak, tadi saya lembur. saya pulang di jemput suami saya kok bu" dewi berbohong padahal dia memang jalan dengan raka, karena suami dewi lembur dan pulang malem dewi minta ijin ke suaminya untuk main ke tempat temannya walaupun yang sebenarnya dia tidak main ke tempat temannya melainkan jalan dengan raka.
"ya sudah saya masuk dulu ya" ucap ibu lagi
"iya bu" jawab dewi.
apa raka jalan sama dewi ya, sebab raka pun baru pulang. duh semoga kecurigaan ku tidak benar. ibu bergumam dalam hati.
saat sudah di dalam rumah, ibu langsung bertanya dengan raka.
" nak, kamu habis jalan dengan dewi ya?".
tanya ibu.
"apaan sih bu, ya enggaklah mana sempet saya jalan saya itu habis antar londri ke rumah pelanggan. jangan ngaco deh bu, lagian ngapain juga saya jalan sama dewi bisa di hajar sama suaminya si dewi saya bu". raka menjawab panjang lebar untuk memastikan kalau supaya kecurigaan ibunya tidak berlanjut.
"syukurlah kalau memang tidak jalan sama dia, ingat lho kamu tuh sudah punya anak kamu harus bisa jadi imam yang baik buat anakmu". ibu mengingatkan raka akan tanggung jawabnya yang ada di depan mata.
"iya bu, iya" jawab raka lagi.
"oh iya, tadi ada dew lho di depan dia habis beli nasi goreng juga buat suaminya tapi kok si dewi baru pulang ya memangnya kerjaannya banyak ya". tanya ibu
"emmm iya bu lagi banyak sebab ratna kan mendadak sakit jadi kerjaannya mendadak banyak". jawab raka lagi.
__ADS_1