
Setelah 3 hari di rumah Tante Abby aku pun akhirnya dipanggil untuk mulai bekerja di Tempat saudara ku. Sore itu pun aku langsung menuju ke sebuah rumah mewah di kawasan elite ini milik Tante Yilan dan suaminya. Namun sayang, ketika kami tiba di sana, hari sudah sangat gelap.
Waktu menunjukkan pukul 09.30 malam. Sehingga keadaan di rumah pun sudah gelap. Penghuninya sudah masuk ke ruang masing-masing. Aku dan Kopoh pun memasuki rumah dengan sangat hati-hati. Karena Kopoh memang tinggal di rumah ini jadi, tentulah Kopoh memiliki kunci sendiri.
Kopoh pun langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sementara aku mulai membereskan barang-barangku. Setelah selesai, aku pun langsung mandi dan lalu tidur. Karena Kopoh mengingatkan bahwa besok Ayi sudah pasti akan ke toko jam 6 pagi.
Mentari pagi bersinar terang, waktu menunjukkan pukul 6 pagi. Aku pun sudah siap untuk pergi ke toko, saat Ayi turun dari ruangan nya di lantai 2.
"Selamat pagi Ayi." Sapaku pada ayi.
"Selamat pagi juga Becca. Becca kan bener ya namanya?" Sapa Ayi padaku.
"Iya ayi bener. Saya Becca." Ucapku yang mengulurkan tangan pada Tante sekaligus bos ku ini.
"Oke Becca. Wajah kamu loh mirip banget sama mama mu waktu masi kecil. Ayi kayak lagi lihat mama kamu." Ucapnya sambil menjabat tanganku.
"Iya bener, mirip banget si eneng waktu kecil ya." Ucap Atio yang adalah suami Ayi.
"Wah masa sih ayi? Mungkin karena buah jatuh gak jauh dari pohon ya Ayi." Seruku sambil tertawa.
"Iya kayaknya sih gitu. Kamu udah sarapan?" Tanya ayi lagi.
"Belum Ayi. Becca gak biasa sarapan. Kayak gak enak di perut gitu Ayi." Ucapku lagi.
"Iya bener, suka gak enak di perut ya. Sama ayi juga gak suka sarapan. Ya sudah yuk kita berangkat ke toko aja." Ajak Ayi yang bergegas memakai sepatu sandalnya.
"Iya Ayi ayok." Aku pun memakai sepatuku.
Kami pun jalan bersama menuju toko Aku, Ayi, dan Atio. Karena toko nya tidak jauh dari rumah jadi kami tidak perlu menggunakan kendaraan. Hitung-hitung olahraga pagi juga. Kami pun berbincang santai sepanjang perjalanan. Sampai akhirnya kami tiba di toko.
"Becca, ayok kenalin dulu. Ini Mba Kas. Kas ini udah ikut Ayi dari jaman masi gadis. Udah 23 tahun ya Kas, Bener gak?" Ucap Ayi memperkenalkan pegawai kesayangan nya.
"Iya bener Bu. Alhamdulillah udah 23 tahun saya ikut Ibu." Ucap wanita paruh baya ini.
"Halo Bu Kas. Salam kenal saya Becca." Ucapku yang langsung mengulurkan tangan dan langsung disambutnya.
"Kas, ini Becca ponakan saya dari Bandung. Mulai sekarang dia bantu saya di sini. Nanti kau ajarin dia ya. Saya mau mulai besok bikin adonan martabak, bikin adonan bikam Ambon biar dia saja yang pegang." Ucap Ayi pada Bu Kas.
"Iya siap Bu. Nanti saya ajarin dulu resep nya." Tukas Bu Kas pada Ayi.
"Kalo gitu Becca kamu ikut Kas ya. Nanti di dalam masi ada beberapa lagi yang perlu kamu kenal. Biar Kas aja yang perkenalkan ke kamu. Ayi mau ke atas dulu ya. Nengokin Ce Siera sama anak-anak." Ucap Ayi yang langsung menaiki tangga.
__ADS_1
"Iya Ayi." Ucapku yang langsung mengikuti Ibu Kas ke ruang Kitchen.
"Becca kenalin, ini Wati dia yang suka bikin pastry. Kayak kulit pastel, pia pokonya pastry deh. Terus ini Kateng, dia biasa tugas bikin masakan. Kayak isian pastel, risoles, dll pokoknya masakan. Nah kalo ini Novi dia anak Ibu. Kalo Novi tugasnya di atas jaga anak-anak nya Non Siera." Ucap Ibu Kas yang memperkenalkan satu per satu karyawan di tempat ini.
"Halo semuanya. Saya Becca." Ucapku memperkenalkan diri pada mereka.
"Halo Becca. Kamu sodaranya Bu Yilan ya? Salam kenal ya." Ucap Mba Wati padaku.
"Iya Mba. Salam Kenal juga ya."
"Eh, kamu baru ya di sini? Gimana kalo nanti siang kita jalan yuk Ke Mall. Sekarang kan hari libur, jadi bebas aja di sini. Kita mulai kerja nya besok Senin." Ucap Novi pada ku.
"Boleh, tapi nanti aku minta ijin ayi dulu ya. Soalnya gak enak sama beliau kalo aku tiba-tiba pergi." Tukasku.
"Oya Becca sebenernya masi ada 3 orang lagi. Ada Jaya, Wawan sama Yaya di sini. Tapi karena ini hari Minggu Yaya gak masuk. Dia libur kalo Jaya sama Wawan bentar lagi dia datang. Mereka jaga caunter makanan di Mall. Nah itu juga yang nanti nya jadi tugas kamu." Ucap Bu Kas padaku.
"Oh iya Bu, baik. Nanti saya pelajari dulu ya tugas nya." Ucapku lagi
"Iya yuk kita mulai aja. Wati lagi nyiapin pastel. Nah kamu bikin adonan. Sini ikut Ibu. Tak ajarin resep nya ya." Ajak Bu Kas padaku.
Aku pun segera mempelajari resep yang diberikan nya. Mulai dengan membuat adonan Martabak. Kemudian dilanjut dengan membuat bikam Ambon. Untuk adonan Martabak aku bisa langsung menguasai nya karena memang tidak begitu sulit. Tapi Bikam Ambon ternyata lain hal nya. Karena ada beberapa trik yang perlu diperhatikan.
Tapi aku tak menyerah untuk mempelajari setiap resep yang diberikan padaku. Setelah mempelajari beberapa resep yang diberikan, Bu Kas juga tak lupa mengajarkan ku tugas apa saja yang harus ku lakukan jika sedang ada kursus kue. Akhirnya matahari pun semakin naik ke atas menunjukkan sinar nya yang semakin terang. Waktu menunjukkan pukul 9 pagi saat seorang pria muda datang ke toko.
"Iya, ini lagi di siapin. Adonan juga udah siap semua. Pastel baru mateng. Tunggu bentar ya." Ucap Bu Kas.
"Oya, Jaya kenali ini Becca. Dia keponakan Bu Yilan. Mulai sekarang dia bantu kita di sini. Nanti yang nyiapin adonan buat kamu juga dia ya. Sekarang lagi belajar dulu." Ucap Bu Kas memperkenalkan aku pada Jaya.
"Halo, Saya Becca. Salam kenal ya." Ucapku pada nya.
"Halo juga. Iya salam kenal juga ya." Ucapnya tersenyum ramah.
Setelah semua siap Jaya pun segera bergegas ke Mall. Karena katanya hari ini ada evebt Midnight Sale sehingga dia harus datang lebih awal untuk mempersiapkan semua barang dagangan nya. Setelah Jaya pergi Ayi dan Atio pun turun.
"Becca, kamu dimana?" Tanya Ayi yang memanggilku dari depan.
"Iya Ayi, Becca di sini." Ucapku yang segera menghampiri Tante ku ini.
"Kamu udah belajar? Belajar apa aja tadi?" Tanya Ayi padaku.
"Tadi belajar ngadonin Martabak, Bikam Ambon sama Pastel Ayi. Terus juga tadi belajar tata cara kursus. Apa saja yang harus disiapkan sama apa aja yang harus dikerjakan." Ucap ku pada Ayi
__ADS_1
"Ya udah itu udah betul. Becca ayi ada acara Ayi mau pergi dulu. Oya, kata Novi dia mau ajak kamu main ke Mall ya? Boleh juga tuh nanti kamu sekalian mampir liat counter ya siapa tau besok lusa kamu bantu jaga di sana." Ucap Ayi pada ku.
"Iya ayi. Nanti Becca coba liat dimana counter nya." Sahutku lagi.
"Ya sudah ayi pergi dulu ya. Oya, ini buat kamu. Buat nanti kalo mau jajan atau makan di sana ya." Ucap Ayi yang memberikan 2 lembar uang Rp 100.000,- pada ku.
"Makasih Ayi. Ayi hati-hati di jalan." Ucapku senang.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 11 siang. Aku dan Novi pun sudah siap untuk pergi Ke Mall. Setelah semua dikunci kami pun bergegas jalan ke Mall. Pertama kali nya untuk ku naik bajaj di Ibu Kota. Meskipun menurut orang-orang sekitar itu tidak bergengsi. Tapi aku sangat menikmati nya. Angin sepoi-sepoi pun menyejuk kan ku di saat udara kota sangatlah panas.
Akhirnya kami pun tiba di Mall. Begitu sampai Novi mengajak ku ke counter Ayi yang berada di mall ini. Meskipun kami tidak bisa membantu jaga di counter karena kami tidak mengenakan seragam. Tapi, aku senang karena ternyata keberadaan kami dapat menarik beberapa pelanggan untuk membeli makanan atau pun minuman yang kami jual.
"Jay, Si Wawan mana? Kok belum datang?" Tanya Novi pada Jaya.
"Belum lah, bentar lagi biasanya jam 12 baru datang. Noh tuh dia. Baru juga diomongin." Ucap Jaya yang menunjuk seseorang yang sedang menghampiri kami.
"Wan, siang bener datang nya. Bilangin Bu Yilan loh." Ucap Novi yang menegur Wawan.
"Yee. Bilangin aja. Orang emang kudu nya jam segini datang nya kali." Tukas wawan yang langsung masuk ke counter.
"Ngapain lu di sini?" Tanya nya lagi.
"Ini lah main. Sekalian ngasi liat Becca counter kita. Oya, kenalin ini Becca." Ucap Novi memperkenalkanku.
"Halo, Saya Becca." Ucap ku mengulurkan tangan.
"Halo juga. Wawan." Tukas nya mengulurkan tangan padaku.
"Baru datang ya?" Tanya nya lagi.
"Kalo ke sini ia baru datang. Kalo ke Jakarta udah beberapa hari lalu." Ucapku.
"Wuihh jelas bener.. udah kayak laporan koran. Kesini, ke mall yang gua tanya mah." Candanya
"Haha iya jadi kan lebih jelas." Sahutku yang disambut tawa kami.
"Udah dulu ya. Udah siang. Mau lanjut jalan ah. Bye" Ucap Novi yang langsung mengajak ku pergi.
"Bye Becca. Besok datang lagi ya." Ucap Jaya tersenyum.
"Iya. Bye." Sahutku yang melambaikan tangan lalu berbalik mengikuti Novi.
__ADS_1
Setelah berputar mengelilingi Mall kami pun mulai lelah. Novi dan aku pun bergegas pulang, karena tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Aku langsung ke rumah dan Novi langsung menuju Toko. Karena memang Novi, Bu Kas, Mba Kateng dan Mba Wati tinggal di lantai 2 Toko Ayi.