
Rendy menyempatkan diri untuk mandi pagi itu. Lalu dia pun membeli sarapan untuk kami makan. Setelah kami makan bersama, Rendy pamit pada Oma untuk pergi sekolah.
"Becca, kamu udah makan?" Tanya Oma.
"Sudah Oma. Tadi Becca makan sama bubur dibeliin Rendy. Oya, Becca juga udah siapin bubur buat oma sama Ken makan." Seru ku yang sedang sibuk mencuci pakaian.
"Oke kalo gitu, oma makan dulu ya." Sahut Oma setelah selesai mandi.
Tak berselang berapa lama, terdengar suara Ken yang baru bangun.
"Cece, Ken lapar." Ucap Ken yang masih mengucek matanya.
"Hai pagi Ken." Sambutku yang mencium pipi nya.
"Ken lapar? Mandi dulu ya. Nanti baru makan." Sambungku lagi.
"Oke, Ken mandi dulu ya ce."
Setelah itu dia pun berlari untuk mandi. Dia sangat semangat jika disuruh mandi. Karena mandi adalah tempat favorit nya untuk bernyanyi. Ya, adik kecil ku ini sangat suka menyanyi.
Terutama saat dia sedang mandi.
Karena katanya suara gema di kamar mandi membuat suaranya semakin merdu. Memang kocak lah adik ku ini.
"Ken, jangan nyanyi terus. Ayok cepet selesaikan mandinya. Ini bubur nya keburu dingin lagi." Teriak ku dari luar kamar mandi.
"Iya, ini udah selesai." Sahut nya yang segera keluar dari kamar mandi.
"Kamu ngapain sih? Lama bener. Ayo cepet makan dulu." Ucapku yang menyodorkan semangkuk bubur hangat padanya.
"Makasih cece. Hmm.. buburnya enak banget." Ucap Ken senang. Ia pun langsung menyantap habis bubur di mangkuk nya.
"Ce, Kita main yuk besok kan hari Minggu. Pulang gereja kita main lah sebentar. Ken kangen main sama cece." Ucapnya yang memohon padaku.
__ADS_1
"Hmm nanti kita pikirin lagi ya. Cece disuruh isi acara di gereja besok. Nanti kalo beresnya masi siang baru kita main ya." Sahutku padanya.
Meskipun sedikit kecewa, tapi dia bisa memaklumi keadaan ku. Namun seharian ini dia tidak ceria seperti biasanya. Dia hanya banyak diam. Melihatnya seperti itu membuatku agak sedih. Jadi aku menceritakan semua pada Rendy. Kami bersepakat untuk mengajaknya main esok.
Keesokan harinya...
"Ce aku mau makan dulu ya." Ucap adik ku kala di pagi hari.
" Okey. Ayo cepet ya. Sebentar lagi jemputan gereja datang. Kalo kita belum siap gak enak sama yang lain." ucapku memperingati.
"Oke Ce." Setelah itu dia pun langsung menghabiskan makanan nya.
Setelah 30 menit menunggu akhirnya jemputan gereja datang juga. Setelah pamit pada oma, kami pun segera menghambur masuk ke dalam mobil.
"Selamat pagi, semua." Ucap ku menyapa teman-teman seiman kami.
"Selamat pagi juga Becca." Ucap mereka.
"Selamat pagi semua. Selamat pagi Oma." Ucap Ken kepada salah satu penatua gereja.
Setelah itu pun mobil jemputan melaju di jalan raya pagi. Dengan kecepatan sedang, akhirnya kami pun tiba di sebuah gereja yang cukup jauh dari rumah. Bangunan mewah bercat putih ini adalah gereja tua, tempat ku beribadah sejak masi kecil.
Ibadah pun dimulai. Kami semua sangat semangat dan khusyuk dalam memuji dan menyembah Tuhan. Setelah khotbah selesai di penghujung acara aku pun mulai tampil untuk membawa sedikit kesaksian.
Akhirnya acara pun selesai. Aku yang duduk di ruang tunggu sekolah minggu, melihat sekitar saat mereka bubar. Aku mencari sosok adik kecilku dan Rendy. Semua sudah keluar, tapi Rendy dan Ken masih tidak terlihat. Sehingga aku pun mengambil inisiatif untuk menghampiri kelas mereka.
"Ken, kamu lagi apa? Kenapa gak keluar ruangan? Cece nunggu kamu daritadi." Ucapku santai.
"Iya ce, ini gambar Ken belum beres. Tadi temen-temen pada asik nanya gambar Ken. Sampe-sampe Ken jadi lambat ngerjain nya." Ucap Ken yang masih sibuk dengan gambarnya.
"Ya udah yuk cepat beresin gambarnya. Nanti keburu sore. Katanya Ken mau main." Sahutku lagi.
"Iya ce. Tunggu sebentar lagi beres." Ucap Ken yang sibuk mewarnai.
__ADS_1
"Udah lah sayang. Biarin dia selesai kan dulu gambarnya. Jangan sampe nanti dia malah jadi gak mood lagi." Ucap Rendy yang juga sibuk membereskan barang-barang sekolah minggu.
"Okey, terus kamu lagi apa say? Masih belum beres juga?" Tanyaku yang melihat Rendy sibuk merapikan kelas.
"Iya belum nih. Masi berantakan banget. Tadi anak-anak semangat banget ikut kelas. Sampe-sampe pada nyebar dimana-mana." Ucap Rendy yang bahkan tidak menatap ku.
"Ya udah, sini gua bantuin." Ucapku yang langsung mengambil alih pekerjaan menyapu kelas.
"Makasih ya sayang." Ucap Rendy yang kini menatapku.
"Iya sama-sama."
Setelah kami selesai membereskan tugas masing-masing, kami pun mengambil langkah untuk duduk. Karena memang kami kewalahan saking banyaknya tugas.
"Capek ya say?" Tanya Rendy yang khawatir padaku.
"Gak kok say, cuma segini aja." Ucapku yang menutupi rasa lelah, karena tak mau lelaki ku ini khawatir.
"Yeay.. Akhirnya beres juga liat ini Ko. Bagus kan?" Tanya Ken semangat.
Aku dan Rendy pun membelalakan mata. Aku tak menyangka, adik laki-lakiku ini ternyata sangat pandai melukis.
"Wah, bagus banget Ken. Hebat kamu!" Seru Rendy yang takjub.
"Iya dong! Ini buat Ko Rendy." Sahutnya.
"Loh kok buat koko?" Tanya Rendy bingung.
"Iya, selain Tuhan Yesus, koko super hero Ken. Waktu Ken sakit koko langsung datang ke rumah oma buat bawa Ken ke dokter. Koko juga selalu nyempetin waktu buat nengok Ken. Padahal cece gak ada di rumah tapi koko tetep merhatiin Ken." Ucapnya dengan mata berkaca-kaca.
"Pokoknya Ken sayang Ko Rendy. Kalo cece nanti gak sayang koko lagi, atau sebaliknya. Ken tetep mau jadi adek nya koko." Sambungnya yang kini mulai menangis terharu.
Rendy pun langsung memeluk Ken dengan terharu. Dia tidak menyangka jika dirinya lah yang Ken anggap sebagai sosok superhero. Padahal selama ini dia hanya ingin melakukan yang terbaik untuk orang tersayang nya.
__ADS_1
Aku yang melihat pemandangan indah itu pun ikut terharu. Aku kembali memandang lukisan adik kecilku. Lukisan bergambar langit senja yang berada di sebuah pantai. Terlihat 2 superhero satu berada di atas dan mengunakan mahkota serta jubah putih keemasan nya yang berkilau. Satu lagi berada di atas tebing dengan memakai kostum layaknya superman.
Aku yang melihat nya saja tersentuh. Apalagi Rendy yang jelas-jelas berada dalam gambar tersebut.