
Chapter 1
.
.
.
.
Mata menatap langit-langit kamar. Dengan ekspresi yang terlihat panik ia melihat sekitar kamarnya. Buru-buru keluar kamar, dan melihat sekitar ruang tamu.
"Bukan kah ini apartemen lama ku?"
Uzumaki Naruto kembali ke fisiknya ketika usia 18 tahun. Naruto memejamkan kedua mata, Kurama menyambut Naruto dengan menyunggingkan senyuman. Sebelum Naruto bertanya, Kurama lebih dulu menjelaskan semua yang terjadi. Dunia yang Naruto tempati memang seperti Konoha yang dulu sebelum di serang Akatsuki.
Naruto pergi ke kamar mandi sembari berkomunikasi dengan Kurama lewat telepati. Naruto terjebak di dunia yang hampir mirip ketika Naruto dan Sakura bertemu Obito yang mengirim mereka berdua ke dimensi lain. Kurama tak mau memberitahu setiap Naruto bertanya kenapa Kurama bisa tahu semua yang terjadi dengan detail.
Foto keluarga terpasang di bingkai berwarna coklat yang diletakan di meja dekat tempat tidur. Naruto tak tahu apapun yang terjadi sepenuhnya, ia hanya mendengar perkataan Kurama menjelaskan kalau Naruto yang sekarang memiliki orangtua yang sama namun masih hidup.
Jadi kesimpulannya ini mirip dengan kejadian waktu bersama Sakura dulu, tapi ketika itu usia Naruto masih 16 tahun. Naruto membuka lemari pakaian hanya ada 1 pilihan yang sama. Naruto jadi teringat guru Kakashi dan Iruka kalau melihat rompi lama itu. Naruto lebih suka model lama ketimbang yang baru ketika ia masih menjadi Hokage.
Naruto memiliki 2 anak dan istri yang baik namun Naruto selalu sibuk dengan pekerjaan menjadi Hokage. Anaknya sampai membencinya karena selalu sibuk. Naruto hanya berharap banyak kepada Uzumaki Boruto agar bisa mengalahkan Kawaki yang entah tiba-tiba ingin melenyapkan semua Shinobi.
Seeerrk....
Menarik resleting rompi yang Naruto pakai dan siap untuk mencari tahu pekerjaan apa yang ia miliki di dunia yang asing ini. Naruto membuka pintu kamar, menuju dapur untuk membuat sarapan. "Baru bangun ya?" Wanita bersurai merah menyapa Naruto. Naruto mencoba untuk tetap tenang agar tidak terlalu mencolok.
"I-ibu sedang masak apa?"
"Mmm...masak rebusan saja. Pasti Naruto tidak suka rebusan lagi kan?"
"Tidak, tidak juga. Aku suka rebusan, Ibu buat saja rebusannya."
Naruto benar-benar gugup dan senang karena hidupnya tak sama seperti dulu tanpa kedua orangtua. Naruto duduk di bangku meja makan. Naruto menceritakan ada sesuatu yang buruk terjadi padanya ketika bangun hampir semua ingatan Naruto hilang begitu saja. Kushina bertanya hal yang tak bisa Naruto jawab. Siapa saja rekan tim nya dan siapa yang paling Naruto cinta.
__ADS_1
Naruto menjadi salah satu anggota Anbu saat ini bersama Obito dan Rin. Kakashi menjadi guru yang membimbing tim 7 yang beranggotakan, Sasuke, Sakura dan Sai. Naruto sempat terkejut karena Obito dan Rin jadi anggota Anbu? Naruto bertanya, "Bu, Ayah mana?"
"Oh, Ayahmu hari ini tidak pulang. Ayahmu sangat berjuang keras sejak jadi Hokage."
"Mm...pekerjaan yang sangat berat." Naruto menikmati rebusan lobak.
Kushina mengingatkan Naruto kalau hari ini sedang libur dan menyarankan Naruto untuk jalan-jalan agar ingatan Naruto cepat kembali. Kushina sedikit khawatir kalau nanti Naruto tersesat, Naruto tertawa geli dan menjawab, "Hahahah.. Ibu, santai saja. Kalau masalah jalan pulang aku belum lupa."
"Hahaha, begitu ya. Ibu kira lupa juga."
Naruto pamit untuk keluar sebentar setelah menyelesaikan sarapannya. Benar-benar suasana yang nostalgia seperti dulu hidup penuh kenangan indah ketika Naruto membuka pintu dan melihat sekelilingnya.
Jalan-jalan di pagi hari sembari menyapa penduduk desa begitu sangat menenangkan. Naruto yang dulunya disibukan dengan tumpukan tugas kini terasa telah bebas. Ketika kedua mata Naruto melihat sosok yang tak asing, Naruto tersenyum puas. Naruto benar-benar kembali ke masa dimana ia jatuh cinta untuk pertama kali.
Haruno Sakura gadis usia 12 tahun itu sedang menikmati pagi dengan berjalan-jalan sendiri. Naruto asik mengikuti dari belakangnya Sakura. Rambut soft pink panjang sepinggang itu benar-benar enak dilihat bagi Naruto.
"Sasuke!"
Naruto melirik ke arah kiri karena Sakura berteriak tiba-tiba memanggil seorang yang tak peduli. Uchiha Sasuke sahabat Naruto yang kembali ke usia 12 dan masih bersikap sok keren dengan gaya kedua tangan masuk dalam saku celana.
'Sasuke, benar-benar mengesalkan.' Naruto membatin kesel.
"Ehem!"
"Hn?"
"Gu, Guru, Naruto."
"Eh, Guru? Naruto bingung kenapa di panggil dengan sebutan Guru? Naruto mencoba menebak mungkin saja Naruto dulunya adalah Guru, Sasuke dan Sakura.
"Aku pergi dulu." Sasuke pergi tak peduli dengan keberadaan Naruto. Sakura hanya tertunduk sedih karena selalu dianggap tak ada.
"Kau jangan sedih begitu, Sakura."
"Haaah.... Sasuke selalu begitu padaku."
__ADS_1
"Biarpun begitu, Sasuke sangat menyukaimu."
"Aah, sungguh!"
"Mmm...percaya dan yakin saja, Sakura pasti dapat balasan cinta." Sakura malu sembari menyentuh kedua pipinya sendiri. Naruto hanya terkekeh geli karena melihat kejadian yang telah lama berlalu.
'Di dunia ini pun, Sakura masih mencintai Sasuke.'
"Guru Naruto, apa mau ke kedai ramen lagi?"
"Aa?! I-iya aku baru mau ke kedai ramen, hehe..."
'Hoo, cinta lama bersemi kembali,' kata Kurama dalam pikiran Naruto
'Wah, kau salah paham Kurama. Sakura kan cinta sama Sasuke.'
Sakura hanya tersenyum ketika Naruto terlihat sedang berpikir sesuatu. Naruto dan Kurama berdebat dalam pikiran Naruto. Kurama mengungkit-ungkit masa lalu Naruto ketika mengejar cintanya Sakura.
Naruto tidak tahu kalau yang Sakura suka adalah dirinya. Sakura pernah mengungkap rasa suka nya kepada Naruto, namun Naruto hanya menertawakan pernyataan cinta Sakura.
Naruto menolak Sakura karena umur mereka terlalu jauh dan aneh jika Naruto menerima pernyataan cinta dari seorang anak kecil.
Naruto menyuruh Sakura untuk lebih mencari seorang yang seumuran dan menghilangkan sifat tak normal itu, menyukai seseorang yang lebih tua.
Naruto yang sekarang tak tahu akan hal itu, Naruto menyambut senyum Sakura. Naruto benar-benar dibawa kembali ke masa cinta pertamanya.
.
.
.
.
Next Chapter 2.
__ADS_1
Note : Yang nolak Sakura, Naruto yang dulu sebelum Naruto yang sekarang. Sorry kalau susah paham ya, hahahaha... Makin gaje kan
(」゚ロ゚)」