SHINOBI

SHINOBI
Chapter 11


__ADS_3

Chapter 11 


.


.


.


.


Selama 2 hari berjalan akhirnya Naruto dan Sakura keluar dari hutan. 100 meter dari jalan keluar hutan, desa kecil terlihat ketika mereka berdua melihat lurus ke depan. Mereka mencari penginapan di desa dan menginap 2 hari di penginapan. 


Warga desa dan kepala desa menyambut mereka berdua dengan ramah. Naruto tidak ingat kalau di luar hutan ada desa. Dia mengingat semua perjalanan di masa lalu, dan tak ingat tentang keberadaan desa kecil tersebut.


Sakura berada di penginapan sementara Naruto melihat-lihat keadaan desa bersama kepala desa. Ada 1 toko kebutuhan untuk sehari-hari dan ada toko kedai tempat biasanya warga beristirahat untuk minum-minum. Se-kembalinya Naruto ke penginapan, Naruto mencari Sakura.


{ Tok...tok...tok... }


Tak lama Naruto mengetuk pintu, pintu terbuka. Sakura mengizinkan Naruto masuk. Naruto menjelaskan keadaan desa dalam kondisi aman tak ada yang harus di curigai. Sakura senang mendengarkan semua yang Naruto katakan. Suasana lama-lama terasa canggung ketika mereka hanya diam saling memandang. Naruto ingin bangun dari tempat duduk namun begitu enggan untuk melakukannya. 


"Naruto, apa aku boleh tanya sesuatu?"


"Boleh. Mau tanya apa?"


Sakura ingin melanjutkan ucapannya namun ia ragu. Naruto menenangkan dan meminta Sakura untuk bicara yang ingin ia bicarakan. Tatapan mata yang serius membuat Naruto bertanya-tanya apa yang akan Sakura katakan? Naruto hanya tersenyum masam ketika Sakura bicara.


"Naruto ... Apa kamu masih mengingatkan tentang Istri dan kedua anak mu? Maaf aku menanyakan pertanyaan seperti ini."


"Masih..."

__ADS_1


"..."


Naruto menjelaskan semua akan baik-baik saja walaupun Naruto masih mengingatkan masa lalu nya, ia tidak akan melakukan hal bodoh untuk berpaling ke Hinata. Naruto tidak ingin melibatkan kehidupan masa lalu nya. Dia tahu apa yang harus ia lakukan yaitu mencintai cinta pertamanya. Sakura menggenggam tangan Naruto, dan berkata, "kamu tidak menganggapku sebagai Sakura yang kamu kenal kan? Walaupun nanti ketika Hinata dewasa, kamu tidak melihatnya sebagai Istrimu kan?!"


"Tenang saja, Sakura. Aku tidak akan berpaling dari mu, aku janji!"


"... Kamu jangan bohong ya, kamu harus tepati janjimu!"


"Iya, tenang saja."


Naruto sekilas mengingat masa lalu, ia sebagai orang tua yang selalu sibuk sampai-sampai anak nya sendiri tak menyukai nya. Untung lah semua itu tidak berlangsung lama. Naruto belum tahu semua tentang yang ia kenal di dunia ini dengan contoh kecilnya, Hinata. Ekspresi yang tidak menyenangkan sampai ke Sakura. Gadis itu mulai menebak kemungkinan Naruto ingat tentang keluarganya. Bagaimanapun juga keluarga yang selalu bersama pasti masih ada dalam benak nya.


"Jangan terlalu banyak berpikir," kata Sakura.


"Ah, iya."


Perasaan yang seakan ditarik-ulur. Naruto menggeleng kan kepala. Dia tidak ingin mengingat masa lalu nya. Hinata, Boruto, Himawari hanya masa lalu tapi masih meninggalkan rasa rindu. Sakura beranjak bangun dari tempat duduknya. Dia mendekat dan membelai rambut pirang Naruto. Naruto menunduk kan kepala, ia tersenyum senang ketika Sakura membelai nya.


"Iya..."


Sakura pamit untuk jalan-jalan melihat-lihat sekitar-an desa. Naruto mengizinkan jika Sakura ingin berkeliling dan kembali saat sore hari. Alasan berkeliling sebenarnya untuk menenangkan hati, ia begitu merasa sedih dan tahu betul apa yang Naruto pikirkan. Sakura berpikir apakah semua ini benar? Dia mencintai Naruto namun yang dicintai masih membawa masa lalu nya dan keluarganya di dalam ingatan nya. 


Pemandian air panas menjadi objek utama Sakura, ia memutuskan untuk pergi kesana. "Selamat datang." merenungi semuanya ketika berendam air panas, Sakura menghela nafas berat. Dia mencintai Naruto namun Naruto masih bingung dengan perasaan nya sendiri. 


Sudah jelas dia terpaku dengan masa lalu dan cinta pertama. Sakura bukan gadis yang bodoh yang masih usia 12 tahun. Dia mengerti semua setelah memikirkan semua itu di penginapan. Gadis dan wanita desa mulai memenuhi pemandian air panas. Seorang gadis remaja menyapa Sakura.


"Hei," kata nya.


"Hei, juga," balas Sakura.

__ADS_1


Gadis remaja itu senang dengan perkataannya sendiri, ia banyak bertanya tentang Shinobi. Sakura menjelaskan enak dan tidak enak nya menjadi Shinobi. Berat dalam pelatihan yang menjadi kewajibannya agar mudah menjalankan misi. Gadis remaja itu mengangguk dan membenarkan semua ucapannya Sakura. Gadis remaja bersurai coklat dan bermata coklat itu cemas setiap melihat ekspresi wajah Sakura yang muram.


"Kamu keliatannya banyak pikiran?"


"Kelihatan jelas, ya?"


"Iya, jelas sekali."


Gadis remaja bernama Yuri, usia 16 tahun. Dia tipe yang baik dan ceria. Yuri yang gadis desa yang suka membantu orang tuanya di sawah dan kebun. Yuri menceritakan semua pengalaman cinta nya, ia memiliki 10 mantan. Sakura sangat terkejut dengan ucapan polos nan jujur itu. Siapa yang sangka kalau gadis itu begitu pengalaman tentang cinta. Saran jangan memikirkan suatu hubungan dan lebih memilih untuk melihat masa depan itulah saran Yuri untuk Sakura. Cinta bertepuk sebelah tangan bukan lah hal yang asing bagi Yuri, ia sudah sering membuat Pria patah hati dan dengan bangga menceritakan semuanya. Apalagi kisah cinta dengan yang lebih tua bukan lah sesuatu yang menarik bagi Yuri. Ketika Yuri mendengarkan curhatan Sakura, Yuri sedikit susah untuk memberikan saran karena perbedaan umur Sakura dan Naruto begitu jauh. Sakura masih usia 12 tahun sementara Naruto 18 tahun. 


Kembalinya Sakura ke penginapan, Naruto menyambut Sakura dengan hangat. Naruto ingin pergi ke pemandian air panas dan hendak mengajak Sakura. Sakura menjelaskan kalau pemandian yang, ia datangi sangat bagus, Naruto jadi bersemangat setelah mendengar semuanya dan memutuskan lekas pergi.


"Aku pergi dulu!"


"Iya, hati-hati, Naruto."


Makan malam sudah ada di meja. Sakura hanya tersenyum ketika melihat menu sup miso. Dia sama sekali tidak bisa memasak. Gadis 12 tahun itu berpikir untuk belajar memasak karena menyakut masa depan juga. Perkataan Yuri sangat berkesan dalam benak Sakura. Memanglah masa depan harus dipikirkan dan masalah percintaan masih terlalu dini untuk Sakura. Sakura menyesap kuah miso sambil mengingat kehidupannya yang selalu sendirian. Dia mengenang tentang kedua orang tua nya yang selalu menyayangi nya. Cinta atau kah masa depan terlebih dahulu, Sakura kebingungan dengan pilihannya sendiri. Bibirnya mulai bergerak dan bergumam, "masa depan." Dia yakin suatu saat nanti Naruto akan lebih fokus dengannya walau hanya harapan saja mungkin semua akan berjalan seperti apa yang Sakura inginkan dan pikirkan. Sakura mulai mengembangkan senyum nya dan menyantap dengan lahap. 


"Masa depan ku dengan nya, emmhh...miso ini enak sekali!" 


.


.


.


.


BERSAMBUNG

__ADS_1


Author note - sorry kalau alurnya bikin bosan! Makasih dah luangin waktu buat baca ! Nama karakter Yuri itu cuma karangan aku! Jadi jangan kebingungan ya!


__ADS_2