SHINOBI

SHINOBI
Chapter 2


__ADS_3

Chapter 2


.


.


.


.


Di perjalanan menuju kedai ramen. Naruto ditemani Sakura yang izin ikut ke Kedai. Naruto tidak menolak jika Sakura memang ingin ke kedai. Naruto jadi teringat dengan Sakura yang mungkin telah aman bersama Sasuke dan Sarada. Mereka mungkin sedih karena Naruto menyuruh Sasuke agar kabur membawa Sakura dan Sarada pergi. Pertarungan waktu itu sangat sengit sampai Naruto kewalahan dan akhirnya ia kalah.


"Guru!"


"Aah, ada apa?"


"Kita sudah sampai!" Sakura menunjuk ke arah kedai.


"Aduh, aku sampai tak sadar sudah sampai ternyata."


Sakura sejak tadi heran dengan sikap Naruto yang tak biasanya lebih pendiam bahkan sampai melamunkan sesuatu yang kelihatannya serius. Naruto masuk kedalam kedai diikuti Sakura menyusul masuk. Pemilik kedai sangat senang menyambut kehadiran Naruto. Naruto terlihat lebih senang lagi dengan nostalgia ini.


"Paman, aku pesan 2 porsi, yang ukuran sedang untuk, Sakura. Aku yang jumbo ya!"


"Ooh, kau benar-benar suka ramen ku, Naruto. Tunggu sebentar ya!"


"Siap!"

__ADS_1


Sakura senang karena ekspresi wajah Naruto kembali ceria, tak seperti tadi kelihatan muram seperti banyak pikiran. Haruno Sakura, masih berharap kalau Naruto akan merubah cara pikirnya. Sakura sadar karena umurnya dan Naruto selisih 6 tahun. Namun Sakura ingin sekali suatu saat Naruto tak melihatnya seperti anak kecil. Semakin Sakura mengingat kejadian itu benar-benar menyesakkan dada. Sakura memalingkan wajah ketika Naruto tiba-tiba melihatnya.


Ramen sudah diletakan di atas meja. Naruto mengambil sumpit, dan menghabis ramen ekstra jumbo itu. Naruto tidak menyangka akan diberi tambahan yang banyak sekali. Sakura mulai menyantap ramen miliknya. Sesekali Sakura melirik Naruto yang sedang menyantap ramen dengan rakus. Sakura sempat terkejut karena Naruto tersedak terlalu buru-buru memakan ramen. Segelas air Sakura berikan ke Naruto yang langsung menerima, dan meneguk air dengan terburu-buru.


"Puwaaah, enak sekali!"


"Guru Naruto, terlalu buru-buru makan nya."


"Hehe, karena aku lama tidak makan ramen paling enak se-Konoha," kata Naruto sembari garuk kepala.


"Hahahaha... Naruto, kau pintar sekali memuji. Padahal hampir setiap hari kau datang ke kedai ku."


"Hehe, ketahuan ya," kata Naruto berbohong karena ia selalu sibuk di masa lalu hingga tak bisa lagi makan ramen yang Naruto suka. Naruto hari ini benar-benar puas semua ini yang terbaik dalam hidup Naruto. Naruto merentangkan kedua tangan ke atas, menatap langit biru yang hanya ada sedikit awan di langit. Hari yang sangat cerah dan indah, sepoi-sepoi angin yang terasa sejuk, semua ini begitu dirindukan Naruto.


Sakura baru sadar kalau perbedaan dirinya, dan Naruto amat lah jauh. Diukur dari tinggi badan saja, tinggi Sakura hanya sampai bahu Naruto. Naruto menoleh dan tersenyum ceria ciri khasnya. Sakura hanya terdiam melihat senyum dan ekspresi wajah Naruto.


"Sakura, mau pulang atau jalan-jalan? Giliranku yang menemani, Sakura kali ini."


Blum!


Kepulan asap menyelimuti tubuh Naruto, Naruto berubah wujud kembali ketika usia 12 tahun. Jaket berwarna oranye-biru dan ikat kepala berwarna biru itu amat mencolok. Naruto tak mungkin jalan-jalan dengan wujudnya yang tadi pasti akan terlihat aneh jika dilihat orang. Naruto tersenyum ketika menoleh sambil garuk kepala karena malu dengan kelakuannya sendiri.


Sakura hanya terdiam tak mampu bicara sepatah katapun. Sakura baru tahu sosok gurunya ketika seumuran dengannya benar-benar terlihat berbeda. "Ayo, kita jalan-jalan, Sakura." Sakura hanya mengangguk dan mengikuti Naruto yang berjalan lebih dulu di depan Sakura.


Pejalan kaki yang melihat kejadian tadi, mereka menahan tawa karena ulah Naruto yang tak seperti biasanya, Naruto yang sebelumnya tidak terlalu dekat dengan para genin atau yang tak sebaya dengan umur Naruto. Kedua tangan di belakang kepala sembari melangkah gontai dengan santai, Naruto menoleh kebelakang karena Sakura tak menyusul untuk berjalan di sebelah nya Naruto.


"Sakura, ayo sini kenapa kau jauh sekali? Santai saja jangan terlalu kaku!"

__ADS_1


"I-iya, Guru," kata Sakura.


"Hehe, panggil Naruto saja. Aku kan masih bocah, hahahaha..." Naruto tertawa di akhir perkataannya. Naruto benar-benar menikmati hidupnya kali ini. Sakura berlari kecil hingga sampai disebelah kanan Naruto. Naruto tiba-tiba meraih pergelangan tangan Sakura. Naruto membawa pergi Sakura ke tempat lapangan yang biasanya digunakan untuk latihan tim 7. Dada Naruto benar-benar berdebar kencang karena Naruto selalu memimpikan hari ini biarpun tak pernah terwujud karena cintanya selalu bertepuk sebelah tangan.


Sakura selalu mencintai Sasuke, Naruto hanya bisa merelakan Sakura pergi bersama dengan yang di cinta.


Jika kembali ke saat Toneri menculik Hinata, dan Naruto berpura-pura bahwa perasaan cintanya terhadap Sakura hanya masalah persaingan dengan Sasuke. Naruto memilih membalas perasaannya Hinata, Naruto tahu bagaimana rasanya cinta bertepuk sebelah tangan sangatlah menyakitkan. Naruto terus belajar dan belajar untuk membalas cinta bersamaan dengan mencoba mencintai namun Naruto belum mengerti kenapa begitu sulit untuk pindah ke lain hati.


Sepoi-sepoi angin di tengah lapangan begitu sejuk. Terik matahari mulai berkurang karena menjelang sore hari. Sakura hanya diam berdiri di belakang Naruto yang tiba-tiba berbalik. Naruto tak sadar kalau air mata nya telah membasahi kedua pipi. Sakura hanya bisa diam tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi? Naruto benar-benar kehilangan akal sehatnya. Semua kenangan cinta di masa lalu mengajaknya untuk kembali mengingat yang sudah Naruto lupakan dengan cara apapun yang ia bisa.


"Sakura, aku mencintaimu." Naruto membulatkan mata terkejut karena ucapan sendiri. Naruto terkejut setelah mengatakan apa yang ia rasakan di masa lalu.


"Hiks..." Sakura menghapus air matanya sendiri yang ada di pipi. Sakura tak percaya dengan apa yang ia dengar kalau Naruto mencintainya. Naruto melangkah maju, Naruto meminta maaf karena ucapannya tadi pasti membuat Sakura takut. Naruto tahu kalau Sakura sangat mencintai Sasuke melebihi apapun walaupun Sakura pernah bimbang Naruto meyakinkan Sakura agar tetap pada jalan awalnya biarpun Naruto merasakan perasaan yang menyakitkan.


"Sakura, maaf. Aku terbawa suasana, sebenarnya aku bukan Naruto yang kau kenal. Aku Naruto dari tempat yang jauh. Entah kenapa aku bisa ada di sini sekarang dan ada dalam kehidupan orang yang mirip dengan ku. Aku bukan Guru yang kau kenal."


Sakura mendengarkan semua penjelasan Naruto sampai akhir. Sakura sempat sedih karena salah paham, Sakura kira yang mengatakan cinta itu adalah Naruto yang Sakura cinta. Naruto terkejut ketika mendengar pernyataan Sakura yang mencintai Naruto yang sebelumnya. Naruto tak habis pikir kalau Sakura bisa mencintai Naruto yang sebelumnya.


.


.


.


.


Chapter 3.

__ADS_1


Note : Aih, rumitnya ╮(─▽─)╭ ini terus gimana kalau Sakura dah tahu kalau Naruto yang di cinta sudah gak ada? Apa Sakura bakal cinta sama Naruto yang sama sekali gak Sakura kenal?


Jawabnya cuma 1. Ikuti aja kemana alur cerita membawa Naruto ma Sakura yang berbeda dimensi dan selisih umur 6 tahun.


__ADS_2