SHINOBI

SHINOBI
Chapter 10


__ADS_3

Chapter 10


.


.


.


.


Jam 10 pagi di kantor Hokage.


Minato menatap tegas ke arah Naruto yang menyambut dengan senyuman. Ujian Chunin kurang dari sebulan, Minato berharap agar Naruto lebih serius daripada sebelumnya. "Ayah jangan terlalu serius begitu melihatku. Aku berjanji semuanya pasti berjalan lancar. Sasuke, Sakura dan Sai pasti bisa lulus ujian." Minato menyunggingkan senyum ketika mendengar keyakinan Naruto yang tak seperti biasanya.


"Kamu sudah seyakin itu, aku hanya bisa berharap lebih pada mu."


"Hehe, santai saja. Aku sudah melatih mereka dengan segenap jiwa ku." Naruto yakin dengan kemampuan Sasuke yang sudah lebih kuat dari sebelumnya. Sasuke sudah menguasai Sharingan dan Chidori atas bantuan Kakashi. Sakura juga lumayan kuat namun Naruto kurang puas dengan kemampuannya Sakura. 'Kalau Sakura berlatih pada Nenek...pasti Sakura akan lebih kuat lagi.' kata batin Naruto.


"Ayah, ayah tau kemana aku harus mencari Nona Senju Tsunade?" Minato menaikan alis kirinya karena perkataan Naruto.


"Tidak bisanya kau bertanya tentang Nenek mu."


"Nenek ku?" beo Naruto.


Minato baru ingat kalau Naruto belum sepenuhnya pulih dari hilang ingatan nya. Minato menjelaskan siapa sebenarnya Senju Tsunade, dan Minato bertanya dari mana Naruto bisa tahu tentang Senju Tsunade. Naruto hanya beralasan ia tahu dari seseorang kalau Senju Tsunade orang yang hebat sekaligus Sennin legendaris.


Alasan Naruto mencari Tsunade agar Sakura bisa belajar banyak tentang ninja medis tepatnya berguru kepada Tsunade. Minato tak begitu yakin kalau Sakura akan diterima sebagai murid Tsunade.


"Aku tidak yakin dengan niatmu itu Naruto. Nenekmu itu tidak menerima sembarangan murid. Hanya seorang yang begitu berbakat dan menarik yang akan diterima sebagai murid Nenekmu." Minato membaca semua laporan dokumen yang ada di meja. Naruto kembali menegaskan. " Ayah, Sakura itu sangat hebat. Ayah lihat saja hasilnya nanti. Ayah beritahu saja di mana Nenek sekarang?"


"Mmm...sebenarnya aku tidak begitu tau di mana Nenek mu sekarang."


"Hah? Tidak tau?"


Sejak Jiraiya meninggal, Tsunade tidak pernah kembali lagi ke Konoha. Dan kabar terakhir Tsunade ada di desa kabut, desa yang terpencil dekat perbatasan Konoha tapi kabar itu 2 tahun yang lalu. Naruto mengelus dagu dan berpikir kemana ia harus mencari keberadaan Tsunade. Naruto mungkin harus mencari ke penjuru desa kecil dekat perbatasan.


"Lebih baik kamu latih Sakura seperti biasanya."


Naruto tersenyum dan menjawab, "tidak. Aku akan mencari Nenek, supaya Sakura sama kuatnya dengan Sakura yang aku kenal."

__ADS_1


"Sakura yang kamu kenal?" Minato tak mengerti ucapan ambigu Naruto.


Naruto tak ada niat untuk menjelaskan takutnya ia akan dianggap aneh. Naruto meminta izin agar dibolehkan untuk mencari Tsunade bersama Sakura. Minato memberi izin dan menganggap yang Naruto lakukan sebagai misi pencarian Tsunade agar kembali ke Konoha lagi.


Misi pencarian yang akan ditemani oleh Sakura. Sasuke dan Sai tidak ikut dalam misi pencarian karena Naruto berniat agar ini sebagai latihan khusus untuk Sakura. Ketika Naruto dan Sakura keluar dari desa Konoha, dan menyusuri hutan. Naruto dan Sakura terlihat sangat tegang tanpa ada pembicara basa-basi sebagai hiburan dalam perjalanannya mereka berdua. Naruto sadar atas kesalahannya ketika mengungkit masa lalu dan tak memberitahu tentang istri dan kedua anaknya di kehidupan sebelumnya.


"Sakura, aku minta maaf lagi untuk kejadian waktu itu. Kamu pasti kesal dengan sikap ku."


"Tenang saja Guru. Aku sudah melupakannya. Aku tidak mempermasalahkan nya lagi," kata Sakura dengan sikap tenangnya.


'Sikapnya dingin sekali...pasti dia marah pada ku,' kata batin Naruto.


Jam 2 siang. Naruto memutuskan untuk istirahat. Sakura hanya diam dan duduk di dekat pohon tak jauh dari tempat Naruto yang sedang memeriksa isi tas ransel milik nya. "Aku bawa bekal." Naruto melirik Sakura yang tak menyahuti perkataannya Naruto. Entah bagaimana caranya agar suasananya tidak terlalu canggung dan bagaimana caranya agar Naruto bisa kembali berbicara leluasa terhadap Sakura seperti sebelumnya.


"Sa-Sakura, apa kamu marah pada ku?"


"Tidak," kata Sakura menjawab singkat.


Naruto memejamkan mata dan bertanya kepada Kurama yang tak peduli karena ingin tidur siang. 


"Kau pasti punya solusinya kan, Kurama?"


"Ayolah...pasti ada kan?"


"..."


"Haah...dia malah tidur."


Naruto berinisiatif untuk menghampiri Sakura, dan meletakan kotak bekal makanan berwarna merah dengan motif bunga matahari. Sakura hanya melirik apa yang sedang Naruto lakukan. Naruto membuka kotak bekal makanannya yang berisikan nasi kepal. Naruto menyantap nasi kepal yang disusun paling kiri, Naruto sengaja duduk disebelahnya Sakura.


"Enak sekali, Sakura mau?"


"Aku sudah bawa sendiri."


"Bawa sendiri?" 


Sakura membuka tas ransel dan meletakan kotak makanan yang sama dengan milik Naruto. Isi dari kotak itu memang lah nasi kepala yang sama namun terlihat tidak rapi seperti di remas kuat ketika membuatnya.


"Kacau sekali bentuk nya," kata Naruto.

__ADS_1


"Aku tidak punya bakat memasak."


'Sial, kenapa aku bicara seperti sedang mengejek masakan, Sakura,' kata batin Naruto.


Naruto menukar kota bekal miliknya dengan kotak bekal milik Sakura. Naruto tersenyum dan berkata, "kita tukaran bekal. Aku penasaran seperti apa rasanya masak kan, Sakura."


"Ja-jangan! Rasanya tidak enak. Rasanya terlalu asin!"


"Aemmh...asin sekali, hehe," kata Naruto setelah mengunyah. 


Sakura benar-benar malu karena masak nya benar-benar yang paling buruk dan dengan mudah nya Naruto main melahap nasi kepal buatan Sakura.


"Mmm...misi kali ini sebenarnya khusus untuk mu."


"Untuk ku?"


"Iya, untuk ujian Chunin nanti. Sakura pasti nanti bisa lebih kuat! Lebih kuat dari Sakura yang aku kenal dulu!" Naruto menceritakan masa lalu nya lagi seperti apa kuatnya Sakura di kehidupan Naruto sebelumnya. Sakura mendengar semua pujian untuk seseorang yang pernah menjadi cinta pertamanya Naruto.


Tidak begitu nyaman jika disamakan oleh seseorang yang tak dikenal apalagi memuji dengan sepenuh hati. Dada begitu terasa sesak namun berusaha untuk ditahan dan mencoba lebih tenang. Sakura menghela nafas dan mendengarkan semua cerita Naruto.


Naruto yang tadinya berniat untuk menjelaskan bahwa misi kali ini agar Sakura bisa menjadi murid tsunade, malah berubah menjadi cerita masa lalu Naruto tanpa Naruto sadari. 


"Guru, apa kita tidak bisa bicara selain Sakura yang Guru kenal?"


"Ma-maaf…"


"Tidak usah minta maaf...itu hak Guru mau cerita apapun hanya saja cerita itu terlalu tidak enak untuk didengar."


"Sakura, aku tidak sengaja bicara masa lalu ku lagi."


"Tidak apa...itu hanya masa lalu indah yang Guru ingat." Sakura menutup kotak bekal miliknya dan memasukan kembali ke ransel. Naruto hanya bisa terdiam tak bisa bicara sepatah katapun.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2