
Chapter 5
.
.
.
.
Esok paginya, Naruto membawa anggota tim 7 untuk mendaki gunung tanpa bantuan chakra. Naruto memilih latihan fisik seperti ini agar, Sasuke, Sakura dan Sai bisa mengontrol chakra mereka. "Ayo, ayo kalian belum apa-apa sudah kehabisan napas." Sasuke, Sakura dan Sai benar-benar tidak menyangka kalau tanpa bantuan chakra di kaki mereka, mereka akan cepat kelelahan. Naruto hanya tersenyum dan tetap mendaki.
"Guru Naruto, Sai pingsan!"
"Payah." Sasuke hanya melihat tanpa menghampiri Sai.
"Aduh, belum apa-apa sudah pingsan."
Tas ransel yang mereka bawa diletakan dekat pohon besar. Naruto menyuruh Sakura agar merawat Sai. Sasuke diminta untuk mencari ikan di suka tanpa menggunakan jutsu. Sasuke disuruh memancing di keadaan seperti ini, Naruto memiliki pemikiran yang rumit bagi Sasuke. "Sudah dapat belum?"
Sasuke menjawab, "belum."
Naruto ikut duduk di batu besar yang berada di sungai yang mengalir tenang. Sasuke hanya sekilas melirik. "Sasuke, kau menyukai Sakura kan?"
"Hn?"
Tebakan Naruto memang benar namun Sasuke hanya merespon seperti tak menyukai Sakura sama sekali. Naruto hanya melihat kebawah menunggu umpan dimakan oleh ikan. "Kali ini aku tidak akan menyerahkannya padamu lagi." Sasuke tak mengerti dengan gumam Naruto yang tak jelas.
"Guru, kalau suka dengan anak kecil ambil saja dia, aku tidak peduli."
__ADS_1
"Hehe, jangan menyesal, ya."
Umpan termakan ikan, Sasuke menarik pancingnya dan mendapatkan ikan yang cukup besar. Naruto menyuruh Sasuke kembali ke tempat istirahat kalau sudah mendapatkan 5 ikan. Ketika Naruto kembali untuk melihat keadaan Sai yang sedang dirawat Sakura. Naruto hanya bisa tersenyum bangga karena Sakura tipe yang suka menolong orang lain. "Kalau waktu itu tak ada Sakura, mungkin aku sudah mati muda, hehe..."
"Untunglah demamnya turun." Sakura bergumam ketika menyentuh kening Sai. Naruto ikut duduk disebelah Sakura, Sakura terlalu fokus sampai tak sadar kalau Naruto sudah disebelahnya.
"Sakura benar-benar bisa diandalkan."
Sakura menoleh kearah kiri dan sedikit terkejut karena jarak wajah Naruto terlalu dekat. Guru, Sai terkena demam. Kita harus istirahat lebih lama."
"Yah, apa boleh buat kita istirahat 2 hari saja." Naruto beranjak dari duduknya dengan bantuan para bunshin Naruto berniat membuat gubuk kecil yang pas untuk empat orang. Gubuk berbahan kayu dan beratap daun sudah cukup untuk istirahat selama 2 hari.
Sasuke yang kembali sembari membawa 5 ikan yang diminta Naruto. Sasuke menyerahkan ikan itu kepada Sakura untuk dimasak. Naruto menyuruh Sasuke agar memasaknya sendiri dengan cara dipangang. Sakura bisa bernafas lega karena Naruto menolongnya jika Sakura di suruh memasak entah apa jadinya 5 ikan yang Sasuke berhasil pancing. Sakura berpikir suatu hari ia harus bisa masak agar dapat membantu ketika keadaan seperti sekarang.
Naruto tidak menyangka kalau gubuk yang seharusnya kecil pas empat orang malah terlalu besar bisa muat sampai 8 orang. Tembok berbahan kayu dengan 1 tempat masuk ke dalam gubuk benar-benar terlihat bagus. Atap dari ranting dan daun sebagai atap gubuk juga pas terlihat rapi tidak asal-asalan dibuat. Bunshin Naruto ternyata bisa diandalkan juga, Naruto berpikir untuk memanfaatkan bunshin nya untuk bekerja sebagai tukang bangunan suatu saat nanti. Naruto menertawakan khayalan nya sendiri setiap membayangkan bunshin disuruh membangun rumah dengan paksa tanpa gajih.
Berdiam di tengah hutan akan Naruto manfaatkan sebagai latihan diluar rencana yang sebenarnya hanya untuk mendaki. "Haaa...benar-benar diluar rencana ku."
Sakura sangat menikmati ikan panggang nya walaupun tidak ada tambahan bumbu atau pun garam namun rasanya sangat nikmat. Naruto tersenyum ketika melihat ekspresi puas Sakura. Sasuke hanya diam sembari menikmati ikan panggang miliknya yang hambar. Sasuke tidak mengerti kenapa Sakura bisa senang dengan ikan hambar seperti ini?
"Besok kita mulai latihan. Kalau Sai belum sembuh cukup kalian saja yang latihan."
"Guru, kita akan latihan apa?"
"Latihan memburu beruang tanpa bantuan jutsu." Naruto menjawab pertanyaan Sakura. Sasuke hanya diam mendengarkan setiap penjelasan Naruto. Hanya boleh menggunakan 1 jenis senjata untuk memburu beruang. Sasuke hanya memilih tali yang biasa ia gunakan jika terdesak ketika melawan musuh. Sakura hanya memilih 10 kunai yang ia bawa.
"Aku akan membantu kalau posisi kalian benar-benar terpojokkan dan membahayakan nyawa kalian. Sasuke, bantu Sakura dengan kerja sama."
"Hn."
__ADS_1
Rencana pertama Naruto akan memancing beruang agar mengejarnya lalu Sasuke dan Sakura memburu beruang itu ketika Naruto berhasil kabur. Cara yang terlalu aneh bagi Sakura dan Sasuke. Mereka berpikir kenapa tidak secara sembunyi-sembunyi saja. "Karena ini sudah siang, kita ke sungai untuk mandi."
"Ma-mandi," kata Sakura gugup.
Naruto sangat senang karena sudah lama tidak mandi di sungai setiap mengerjakan misi. Naruto jadi teringat kejadian yang dulu ketika Naruto ingin mengintip Sakura, Naruto lebih dulu ketahuan dan terkena tinju hingga Naruto pingsan selama 5 hari.
Naruto, Sakura dan Sasuke pergi ke sungai meninggalkan Sai yang sedang tidur di dalam gubuk. Naruto mencari tempat yang pas untuk Sakura mandi. Aliran sungai yang jernih dan ada 3 batu yang cukup besar bisa untuk menjadi penghalang agar Sakura bebas untuk mandi. Naruto dan Sasuke mandi ke tempat yang lebih jauh dari tempat Sakura.
"Sakura, mandi di sini. Aku dan Sasuke di sana." Naruto menunjuk letak yang lebih jauh sekitar 50 meter dari tempat Sakura. Sakura mengangguk paham menyetujui saran Naruto. Naruto dan keempat bunshin nya memaksa Sasuke agar melepas semua pakaian nya. Sasuke menolak jika harus mandi dengan telanjang bulat apalagi di sungai.
"Lempar!"
"Huwaaa!"
Byuuur!
"Hahaha.." Naruto tertawa puas sembari tolak pinggang dengan kedua tangan. Sasuke tak habis pikir memiliki seorang guru yang sedang tertawa di tepi sungai sambil telanjang bulat. Sakura yang penasaran dengan suara tawa Naruto yang nyaring ketika Sakura mengintip dari balik batu, Sakura bisa melihat dengan jelas walaupun dengan jarak 50 meter. Naruto benar-benar telanjang bulat tanpa sehelai kain pun. Sakura buru-buru menyudahi apa yang ia lakukan dan berendam masuk ke dalam air. ' aku, aku melihatnya...'
.
.
.
.
Next Chapter 6
Note : Hahahahaha :v Mudahan kalian kebayang adegan yang aku bayangin :v njirr ngakak sendiri aku.
__ADS_1