
Chapter 7
.
.
.
.
Pagi hari sekitar jam 7 pagi, Naruto memulai latihan berburu. Sakura dan Sasuke bersembunyi diatas pohon. Naruto mencari beruang. "Ah, ternyata susah juga nyariin beruang." Naruto mulai berlari agar bisa memancing beruang keluar dari sarangnya namun malah macan yang mengejar Naruto.
"Grrrr...."
"Gawat, kenapa malah macan!"
Naruto tidak menyangka akan dikerja oleh seekor macan yang kelaparan. Sakura dan Sasuke sempat bingung karena semua diluar rencana awal. "Sekarang!"
"Hnn." Sasuke turun dari pohon dan bersiap Menggunakan tali yang ia bawa. "Awas." Naruto terkejut malah ia yang terjerat oleh tali milik Sasuke.
"Huwaaa! Sasuke, kau salah sasaran!" Naruto terlilit oleh tali, ia mengeliat-ngeliat seperti ulat bulu.
Tak...tak...
Kunai yang Sakura lempar menancap di tahan. Macan yang merasa terancam langsung lari dari dekat Naruto. "Hampir saja Guru dimakan macam."
"Woi, Sasuke kenapa kau mengikatku!"
"Hn, tak sengaja."
Latihan berburu pertama gagal karena salah buruan. Naruto benar-benar kesal hampir saja dia mati konyol karena Sasuke dengan sengaja mengikat Naruto. "Sasuke tadi itu bahaya sekali."
"Hn," sahut Sasuke menjawab Sakura.
"Susah-sudah. Kita cari beruang saja daripada berdebat."
Naruto merubah rencana agar Sakura dan Sasuke ikut bersamanya. Tak butuh waktu lama ketika melewati pohon besar ada 1 beruang yang cukup besar sampai 5 kali lipat dari tingginya Naruto.
"Wohhh, besar sekali. Sasuke, Sakura sekarang!"
"Baik." Sakura melempar kunai yang ia pegang.
Sasuke melirik Naruto yang langsung kabur sembunyi di dekat pohon. "Hn?" Sasuke menjeratnya, tubuh beruang yang besar disusul oleh lemparan Kunai dari Sakura. "Hehe, mereka kompak." Latihan berburu berjalan lancar tanpa ada kesalahan sama sekali. Naruto melihat Sakura dan Sasuke begitu cocok jika bersama. 'Ah, kenapa aku jadi cemburu.'
"Sasuke, Sakura selamat ya. Kalian berhasil ujian pertama ku. Ehm! Dan kalian kelihatan cocok kalau bekerja sama."
Sakura tidak nyaman dengan perkataan Naruto yang berkata, 'Sakura dan Sasuke cocok.' Naruto berpikir sejenak karena mayat beruang itu sangat besar, ia memilih menyuruh para bunshin miliknya untuk menyembelih beruang itu. "100 pasti akan cepat selesai." Sasuke sempat terkejut karena setahu Sasuke, Naruto tak pernah menunjukan kemampuan seperti itu. Berbeda dengan Sakura yang beranggapan kalau Naruto yang ia kenal sekarang lebih hebat daripada yang dulu. Rasa penasaran menjalar dalam pikiran Sakura yang ingin tahu lebih banyak tentang kehidupannya Naruto di masa lalu.
"Kalian semua bungkus dan bawa daging beruang ke gubuk!"
"Oke, bos!" teriak 100 bunshin Naruto bersamaan.
Naruto tersenyum bangga terhadap bunshinnya. Ketika Naruto, Sasuke dan Sakura akan menyusul ada ledak yang sangat keras dari arah para bunshin Naruto pergi. Duaaar!!!
"Hoho, ini baru seni namanya. Semua karya seni terbaik ku adalah ledakan yang seperti ini!"
Naruto tak asing dengan pakaian hitam dengan gambar awan merah yang begitu mencolok. "Akatsuki ya." Sakura dan Sasuke tak mengerti dengan gumaman Naruto menyebut Akatsuki. Naruto langsung melesat cepat mengejar yang sangat ia kenal. "Guru!"
"Sakura kau jangan ikut! Sasuke jaga Sakura sebentar!"
"Hn."
__ADS_1
Naruto berbicara dengan Kurama lewat telepati. Kurama dan Naruto tidak mengira akan ada Akatsuki juga di dunia ini. "Kurama, apa mungkin Yahiko, Nagato, Konan jadi jahat?" Kurama hanya diam sambil berpikir kemungkinan itu benar adanya. "Naruto kau ikuti saja dia."
"Baiklah," kata Naruto.
Duaar....duaarr...duaarrr...duarrr...
"Hahahaha, sempurna!"
"Sudah cukup!"
Wuuusshh...
Bocah berusia 13 tahun menatap dengan tajam. "Hoo...anak Hokage ternyata." Bocah itu berdiri di atas burung besar yang terbuat dari tanah liat. Naruto tersenyum penuh arti dan berteriak, "turun kau bocah!"
"Siapa yang kau panggil bocah! Dasar anak Hokage tak berguna, ahahaha... Aku dengar kau paling lemah diantara semuanya...apa kau tidak malu pada dirimu sendiri?"
Naruto hanya tersenyum garing karena seorang bocah begitu banyak bicara. "Apa-apaan bocah ini?" Naruto bersiapĀ untuk menyerang dengan mode bijuu miliknya namun tak berhasil. Kurama hanya tersenyum ketika Naruto kebingungan. "Kenapa tidak bisa? Kurama apa maksudnya in-."
Duaaar!!
"Sial, dia langsung nyerang!"
"Lama sekali, lempar terus lah!"
Duar...duar..duar....
Naruto menghindari lemparan bom bola tanah dari bocah itu. Naruto terkejut karena ada sesuatu yang merayap di lengan nya. "Sial!" DUAAR! Laba-laba yang merayap di lengan Naruto meledak namun sebelum Naruto terkena ledakan ia dapat menghindar walaupun terpental sampai menghantam pohon. "Sial, kenapa aku jadi payah."
"Percuma aku ada hanya untuk mempertahankan kehidupan mu, Naruto."
"Maksudmu apa Kurama?"
"Aku ada sebagai ganti hidupmu saja."
"Haaahh...bodoh..."
"Terus aku tidak bisa menggunakan chakra milikmu kan singkatnya?"
"Hmmm.."
"Jadi begitu, aku mengerti sedikit sekarang!"
Naruto lekas berlari dan menghindari ledakan. 50 bunshin melindungi Naruto dan sebagai alat pengalih perhatian. "Selamat tinggal..." Bocah itu melempar 1 bola tanah liat berwarna kemerahan dan mengakibatkan ledakan yang sangat besar sampai bunshin milik Naruto habis tak tersisa. "Lumayan lubang tanahnya besar juga."
"Huwaaa!!"
Duaaak!
Naruto melesat dengan bantuan 2 bunshin miliknya melempar Naruto ke arah bocah itu. "Kena kau brengsek!" Naruto berhasil memukul bocah itu sampai jatuh, Naruto menyusul dan bersiap membuat serang kedua. "Rasengan!"
"Sial," kata bocah itu sebelum terkena Rasengan Naruto.
Duarkhh.
"Aa, ampun!"
"Haaa....ampun? Aku seperti mengenalmu siapa nama mu bocah!"
"Aku Deidara om."
"Om?" beo Naruto merasa dipanggil om
__ADS_1
Bocah yang mengaku sebagai Deidara kini terkapar di tanah-rerumputan. Deidara sampai gemetar karena Naruto menarik kerah jubahnya Deidara.
"Pantas saja tidak asing, ternyata kau."
"Om, tolong lepaskan aku om."
"Jangan panggil aku Om, aku masih 18 tahun!" kata Naruto yang sebenarnya dulunya sudah om-om bahkan akan jadi kakek.
"Aku cuma disuruh Om. Aku cuma disuruh-suruh Om." Deidara begitu memelas meminta ampunan Naruto.
"Kau berani sekali berbohong padaku? Mana anggota Akatsuki yang lain?"
"Akatsuki?"
Ya, Akatsuki?"
"Mmm...sudah bubar Om."
"Haaaaaah!?"
Naruto melepas genggam nya di jubah Deidara. Naruto mulai berpikir apa yang Deidara kata itu benar? Ketika Naruto mengalihkan pandangannya, Deidara mengendap-endap kabur. "Baiklah kalau begit-mana dia!" Naruto celingak-celinguk mencari keberadaan Deidara yang begitu cepat menghilang dari hadapannya.
"Hahahahaha, ternyata benar anak Hokage itu bodoh! Hahahahaha..."
Naruto mengumpat dan mencaci dirinya sendiri sampai menyalahkan Kurama yang sejak tadi hanya tidur ketika Naruto berdebat dengan Deidara. Naruto memutuskan kembali untuk menemui Sakura dan Sasuke. Ketika Naruto kembali harus dikejutkan oleh Sasuke yang sedang memojokkan Sakura di dekat pohon.
"Sakura, kenapa kau menjauhi ku sekarang?"
"Jangan dekat-dekat, aku tidak menjauhimu."
"Kalian jangan pacaran disini!" teriak Naruto sangat nyaring. Naruto sudah kesal akibat kehebohannya sendiri ditambah melihat yang tak diinginkan.
"Guru," kata Sakura.
"Cih," decih Sasuke.
"Guru, kami tidak pacaran."
"Iya aku tau...maaf aku salah bicara karena emosi."
Naruto mengajak Sakura dan Sasuke untuk kembali ke gubuk. Sakura terlihat khawatir karena ekspresi Naruto seperti orang yang benar-benar marah. Sasuke hanya dia sembari melirik Sakura. "Kalian kalau pacaran jangan di hutan."
"Hn?"
"...."
Cara bicara dan pikir Naruto saat ini benar-benar kacau dan tak seperti biasanya yang Sakura tahu. Sesampai mereka di gubuk, Sai sudah sembuh karena sudah bangun dari tempat tidurnya. "Maaf aku pasti merepotkan." Naruto langsung bersandar di dinding gubuk sambari menutup mata tanpa menjawab perkataannya Sai.
"Sakura, guru kenapa?"
"Aku tidak tau."
.
.
.
.
Next Chapter 8
__ADS_1
Sorry kalau gaje ya hahahaha....