Sistem Kekayaan

Sistem Kekayaan
System kekayaan-13


__ADS_3

...H...


...a...


...p...


...p...


...y...


...Reading...


.......


.......


.......


...chapter-13...


...______________...


setelah melihat pesan dari elang, tidak lama setelahnya datang seorang wanita cantik, wanita itu menjelaskan dengan sangat detail kepada Aksa


____________________


elang kini berada divillanya membantu keluarganya membereskan barang mereka


"kak, aku bakal sekamar ya sama rea"


ucap Ella pada elang memberitahu, elang menjawabnya dengan anggukan kecil, lalu kedua gadis kecil itu berlari menjauh menuju kamar yang akan mereka tempati


"Lang, apakah kamu tidak sekolah?"


tanya Eisya pada putranya yang masih ada dirumah padahal bukan tanggal merah


"ma, ini jam berapa, sudah lewat kalau aku mau sekolah, lagian aku sudah izin"

__ADS_1


jawab elang lembut pada wanita cantik yang sudah berusia kepala 40 itu, walau begitu kecantikan sang mama tidak luntur akibat faktor umur


ayahnya hilang saat ia masih duduk dibangku kelas 1 SMP, walau semua orang sudah mengonfirmasikan bahwa sang ayah sudah meninggal,tapi mamanya ini tetap kekeuh bahwa sebelum mayat ayahnya dilihat oleh matanya sendiri,dia akan tetap menunggu


sejak saat itu,mama menjadi single parents dari 5 anak, saat itu bang Aksa baru saja lulus kuliah dan belum mendapatkan pekerjaan sehingga mama harus banting tulang selama beberapa bulan sebelum kak Aksa mendapatkan pekerjaan


mereka bukan dari keluarga kaya, namun hidup mereka tidak kekurangan sama sekali, dia juga tidak mengerti pekerjaan tetap ayahnya, karena ayahnya memiliki banyak sekali pekerjaan sampingan


hufff!!


"baiklah, kalau begitu bantu mama belanja, mama mau masak makan siang, ini catatannya"


setelah menerima alasan elang, Eisya menyuruh elang untuk belanja beberapa bahan kepasar terdekat


"ma, pasar sangat jauh dari sini, bagaimana kalau kita ke supermarket saja, belanja bulanan untuk bulan ini"


tawar elang, dia adalah orang yang sangat malas kalau disuruh ketempat yang padat orang seperti pasar, jadi lebih baik kesupermarket saja fikirnya


"terserah kamu, mama tidak tahu bagaimana keadaan sekitar sini"


ucap sang mama, mamanya sangat malas untuk berdebat sama anaknya yang pemalas ini kalau disuruh ketempat ramai


elang buru buru mengeluarkan ponsel nya, setelah melihat ponsel jadul ini, dia teringat pada ponsel yang dia beli disistem tadi, dia pun memesan taksi online


tanpa pemit, elang menuju kamarnya untuk mengeluarkan ponsel yang baru dibelinya tadi, mana mungkin dia memunculkannya tiba tiba didepan mamanya, bisa bisa mamanya yang tidak ada penyakit jantung, jadi punya penyakit jantung, kan tidak epic kalau mamanya tiba tiba meninggal


setelah mengeluarkan ponsel, dia mengetuk pintu kedua adiknya"Ella, Rea, kalian ikut tidak?, kakak dan mama akan kesupermarket"


tanya elang pada kedua adiknya dari luar, kedua adiknya menyaut bahwa mereka akan tetap tinggal dan hanya nitip cemilan ringan


elang kembali ketempat Eisya berada, sebelum kembali dia sudah memberikan kedua ponsel yang dibelikan nya untuk adiknya dengan peringatan bahwa tidak boleh terlalu bergantung pada handphone, kalau tidak handphone itu akan ditarik, tentu saja Ella dan rea menyetujui nya tanpa pikir panjang


saat dia kembali, Asela dan Alesa sudah ada disamping mamanya yang tengah duduk disopa panjang, terlihat mereka tengah mengobrol ria disitu


ting!


Taksi onl

__ADS_1


"pak,saya sudah didepan gerbang!"


^^^elang^^^


^^^"yasudah pak, masuk aja dan beritahu pada satpam bahwa pak elangit Zuantra yang menyuruh"^^^


taksi onl


"tapi pak, apakah bisa"


^^^elang^^^


^^^"coba aja dulu pak, kalau sudah tolong kevilla no 1 Arta gading ya"^^^


...'Chat berakhir'...


_________________


"mah,taksi nya udah nyampe tuh"


beri tahu elang pada mamanya dan dibalas anggukan oleh Eisya


"mau kemana Lang?"


Asela, mbakknya yang super super cerewet bertanya padanya


"supermarket"


bukan elang maupun Eisya, tapi Alesa, yaitu mbaknya yang sebelas dua belas dengan kakaknya Aksa yang menjawab


ohh


"mau nitip ga ni pada?"


tanya elang, lalu melemparkan 1 bungkus plastik berisa 2 kota smartphone, kadua kakaknya melotot menatapnya sedangkan elang hanya mengedipkan sebelah matanya


"boleh sih, makanan ringan aja deh"

__ADS_1


ucap Asela dan diangguki Alesa, sedangkan mamanya sudah berada diambang pintu, setelah mendapat kepastian dari kedua mbaknya tentang apa yang mau dititip dia berjalan dengan cepat menyusul mamanya


To be continued-->


__ADS_2