
...H...
...a...
...p...
...p...
...y...
...Reading...
.......
.......
.......
...Chapter-14...
...______________...
di supermarket, Elang dan Eisya tampak sedang mamilah barang yang mau dibeli, terutama Eisya yang mencari barang termurah sambil menggerutu kemahalan
elang malihat sang mama mengomel tentang harga yang mahal, bahkan dia hendak menawar tadi tapi dihentikan Elang, Elang jadi berfikir untuk mengajari keluarganya tentang cara bersikap wibawa sebagai orang kaya
walau belum resmi menjadi orang kaya sesungguhnya, tetapi kekayaannya terus meningkat pastinya untuk kedepannya
Elang dan Eisya kembali dengan wajah tidak puas Eisya, Eisya atau sang mama masih mengomel selama perjalanan pulang
dan itu berkelanjutan hingga sampai rumah, Elang berencana untuk menghampiri kakaknya sehabis makan siang juga sekalian mengantar makan siang kakaknya
elang bisa saja makan diluar,tetapi mamanya tidak mengijinkan nya keluar sebelum makan siang,dan boleh pergi asal sekalian mau mengantar bekal kakaknya, dan elang terpaksa melakukannya
kini elang sudah sampai didepan kantor Abraham Inves, dengan salah satu tangan memegang kotak bekal,dan 1 tangah lagi memegang bungkusan berisi handphone
kriiett!!
"siapa?"
tanya Aksa sembari menoleh kearah pintu, dia melihat adiknya menatapnya kesal, lalu melihat salah satu tangan nya yang memegang kotak bekal, kini dia tahu dari mana wajah kesal adiknya itu
ppfttt
"ada apa?"
tanya Aksa lagi setelah menenang kan dirinya, elang masuk tanpa menjawab pertanyaan Aksa dan dengan meletakkan kedua bungkusan yang dipegangnya dengan kasar
"itu handphone yang kubeli untuk mu, handphone mu yang lama sudah sangat jadul"
celetuknya kasar dan menduduki sopa pojok kanan kakaknya, Aksa melihat kedua bungkusan dan membuka bekal nya, hening diruangan itu, tidak ada yang membuka suara selagi Aksa makan,elang juga sibuk mengotak Atik handphone miliknya
__ADS_1
setelah Aksa selesai, barulah elang membuka suara" kau sudah bisa mengurus semua kan,tanpa bantuan ku?"
tanya elang Masih tetap menatap handphone miliknya, dan Aksa pun tidak memperdulikan pertanyaan elang
"untukku?"
tanya Aksa sambil mengangkat kotak handphone yang baru dibukanya, elang hanya melirik sebentar dan berdehem
ohh
"jadi Lang, ada apa?"
tanyanya lagi setelah dia mengecek handphone nya, awalnya dia sedikit bingung, tapi melihat elang menggunakan handphone yang sama di berfikir itu memang sudah ada
"kau bisa mengechek hp itu dulu"
jawab elang singkat dan masih tetap berpura pura memainkan handphone nya, padahal dia sedang berinteraksi dengan sistem
"itu namanya,Dual screen smartphone, Belum ada dijual di perusahaan manapun, kau bisa memulai perusahaan mu yang sesungguhnya dengan smartphone itu"
ucap elang karena melihat kakaknya menatapnya bingung
"maksudnya?"
bingung Aksa
"otak mu ketinggalan dimana sih kak, itu smartphone bisa kau jadikan peluang bisnis, perusahaan inves kan bukan keinginan mu,kau ingin membuka perusahaan dibidang elektronik,seperti handphone kan?"
elang kesal karena kakaknya tidak mengerti sama sekali, dia sudah kesal ditambah sikap kakaknya hari ini dia tambah kesal
eh
"trus buat apa kau membuka perusahaan ini?"
tanya Aksa tambah bingung
"emm,tidak ada sih, tapi perusahaan ini akan tetap jalan dibawah kepemimpinan pak satyo nantinya"
jawab elang malas, rasanya elang kini mulai malas ngapa ngapain, bahkan menjawab kakaknya saja dia sudah malas
'andai saja misi sistem muncul, aku benar benar bosan'
batin elang bosan
[Ding' Misi
Bantu Angkasa Zuantra dalam acara reuni kuliah malam ini dihotel mariot, dan buat mantan bunga kampus terpesona pada angkasa Zuantra
hadiah:???
hukuman:???]
__ADS_1
ah
''langsung muncul ya''
ucap elang kaget
'eh
'kakakku ada reuni malam ini ya'
batin elang
"kak kau ada reuni ya?"
tanya elang pada Aksa yang fokus pada komputernya, elang memasukan handphone nya dan berjalan menuju seberang Aksa
"dari mana kau tahu?"
tanya balik Aksa dengan raut bingung, pasalnya dia tidak ada memberi tahu siapa pun kalau ada reuni kuliahnya malam ini, elang menjawabnya dengan mengangkat bahu tanpa berniat memberi tahu
"siapa nama bunga kampus mu?"
tanya elang lagi, Aksa bingung kenapa dengan adiknya ini sangat kepo
"Rani, Ada apa?"
jawab Aksa disambung dengan pertanyaan
"kau menyukai nya?"
Aksa tambah bingung pada elang, pasalnya elang tidak pernah peduli pada hubungan orang lain,dan tidak berniat peduli juga
"tidak, awalnya aku memang menyukai nya, tapi dia mengejek mama, aku jadi sangat membencinya"
jawab Aksa dengan raut wajah kesal
"oh
"begitu ya"
gumam elang yang masih didengar Aksa,Aksa semakin bingung dibuat adiknya elang
"kak bagaimana kalau kita bermain!"
lanjut elang dengan mata berbinar dan senyum merekah, dia menarik turun kan alisnya,Aksa yang tahu maksud dari adiknya hanya tersenyum dan mengangguk
"baiklah kakak, kau bisa ikut aku kan sore ini,kita akan berbelanja, sekalian membuatmu semakin tampan,dan terlihat kaya dan sukses tentunya"
ucap elang tersenyum aneh ,dan bergi dari ruangan
................................
__ADS_1
maaf semalam g update,jadi ku tebus deh
to be continued-->