
*Aloo gaes maaf yaa jika masih banyak typo, maaf kalau cerita nya kurang menarik, ini sesuai imajinasi author aja*
____
"Lebih baik aku ke markas."Raffa bergegas pergi ke markas nya.
Sesampai nya di markas Raffa langsung masuk, dia di sambut anak buahnya.
"Yuan, kumpulkan semua anggota!"
"Baik king,"
Semua anggota pun berkumpul di depan Raffa.
"Bagaimana kabar kalian,?"
"Kami baik king,"
"Bagus, bagaimana perkembangan markas?"
"Semua berjalan lancar king, hanya saja kemarin ada yang menyusup ke markas, tetapi sudah saya bereskan king,"
"Dimana penyusupnya?"
"Di ruang bawah tanah king,"
Raffa pun ke ruang bawah tanah di ikuti beberapa bawahannya
Terlihat seorang pemuda yang terikat dwngan keadaan pingsan, pemuda itu juga babak belur.
"Siram dia pakai air mendidih!!"
"Baik king,"
Byurrr,,,,,
"Akkkkhhh,,,, panass,,,,"Teriak penyusup itu.
"Mau apa kalian?"
"Pakai tanya, lo tau kesalahkan lo apa?"penyusup itu hanya menggelengkan kepalanya.
"Kesalahan lo karena memata-matai markas gue,"
"Dan gue gak suka ada penyusup di markas gue,"
Sreettt,,,,,
Raffa menyayat pipi penyusup itu sehingga dia berteriak dengan keras.
"Siapa yang menyuruh lo menjadi mata-mata di markas gue?"
"Gue gak akan pernah memberitahu,"
"Oke,"
Srettt,,,,,
Raffa menyayat pipi sebelahnya lagi.
"Masih ga mau bicara?"
"Gak akan pernah,"
Jlep,,,,
Raffa menusuk paha nya dengan menekan sedalam-dalamnya.
"Akkkkhhhh,,,,,,, sakit tolol,"
Sretttt,,,,
Emmmm,,,,emmm,,,emmmm
Raffa menggores bibir dan mencabut lidah nya, agar dia berhenti bicara, karena Raffa sudah tau siapa bos mata-mata itu.
"Yuan, gantung dia dengan tubuh terbalik, siksa dia sampai dia merasa hidup enggan mati pun enggan!!"
"Baik king,"
Setelah menyiksa Raffa nembersihkan diri lalu duduk di bangku kebesarannya.
"Kumpulkan semua anggota!!"
Semua nya pun berkumpul.
"Malam ini, kita akan menyerang Mafia ke 10 yaitu mafia black dragon!!"
"Dan sekarang nama mafia yang aku dirikan bernama Devil Of Death,"
"Hidup Devil Of Death,,,"
"Hidup Devil Of Death,,,"Mereka berteriak dengan semangat menyebut nama mafia Devil Of Death.
__ADS_1
"Sekarang bubar!!"
Mereka semua pun membubarkan diri, setelah selesai urusannya di markas Raffa pun jalan-jalan.
Skritttt,,,,,
Mobil Raffa hampir saja menabrak seorang gadis, gadis yang hampir di tabrak Raffa begitu cantik mempesona, body yang aduhai, dan juga terlihat begitu dewasa.
Tetapi tetap saja Raffa tidak tertarik, Raffa merupakan pemuda yang dingin melebihi kutub utara.
"Kalau jalan lihat-lihat, untung kamu tidak tertabrak,"Ucap Raffa dengan nada dingin.
"Maaf, saya jalan tidak melihat-lihat,"Ucap gadis itu dengan nada rendah.
"Hemm,,,"
Setelah membantu gadis itu Raffa kembali melajukan mobilnya, gadia itu hanya menggerutu mengumpat Raffa.
"Ganteng-ganteng tapu dinginnya melebihi kutub utara,"
_______
Kembali ke mc.
Raffa sekarang berada di kantornya, Raffa jaeang sekali ke kantor karena dia selalu memantau dari balik layar, tapi kali ini dia pergi ke kantor.
Sesampainya di kantor Raffa memasuki kantornya, semua karyawan kantor sangat mengagumi Raffa yang begitu tampan.
"Selamat datang tuan,"
"Dimana ruangan saya?"
"Mari tuan,"
Raffa pun duduk di kursi nya, Raffa membuka berkas yang sudah menumpuk rapi di meja kerjanya.
Dengan teliti Raffa mengecek satu persatu, lalu menandatanginya.
Tok,,,tok,,,
"Masuk,,,"
"Tuan ini berkas keuangan tahun ini, dan juga tahun kemarin,"
Raffa pun mengecek nya, dan Raffa melihat keganjilan pada berkas-berkas itu, Raffa pun mengeraskan rahang nya karena ada kecoa yang berani bermain-main dengannya.
"Siapa yang berganggung jawab atas keuangan ini?"
"Pak Brio Tuan,"
"Baik tuan,"
Tak berselang lama Brio datang bersama Yuan.
Raffa pun melemparkan berkas-berkas ke muka Brio dengan tatapan yang setajam silet.
"Kamu tau apa kesalahanmu?"
"Tidak tuan,"
"Lihat berkas-berkas itu, itu membuktikan bahwa kamu telah bermain curang di dalam perusahaan ku!!"
"Maafkan saya tuan,, jangan hukum saya,"
"Miko, kamu taukan apa yang harus kamu lakukan, hancurkan dia sampai ke akar-akarnya!!"
"Baik tuan,"
Brio pun di seret oleh anak buah Raffa, Brio hanya bisa mengumpat Raffa.
(Ding, misi terdektesi lanjutkan kuliah dan meraih juara pertama di kampus, hadiah ???.)
Raffa pun mendaftar kuliah lewat online, sekarang Raffa memutuskan untuk ke mall membeli perlengkapan untuk kuliah.
Sesampainya di mall Raffa langsung membeli apa yang dia perlukan, setelah selesai Raffa langsung ke kasir.
Ditengah perjalanan menuju ke kasir Raffa bertabrakan dengan seorang pria seumuran dengannya, di samping nya ada seorang gadis yang begitu cantik.
"Buta lo, badan segede gini main di tabrak,"Ucap pria itu yang bernama Lio.
Lio merupakan anak ceo dari perusahaan Leonard crop, dia merupakan pemuda yang keras kepala dan juga sombong.
"Lo yang jalan gak pake mata,"Ucap Raffa dengan santai, sementara pacar Lio yang bernama Bunga melihat Raffa dengan tatapan memuja.
Lio yang melihat pacarnya menatap Raffa semakin geram.
"Minta maaf dan bersujud di bawah kaki gue, maka gue akan memaafkan lo,"
"Ngak sudi,"Ucap Raffa dengan nada sinis.
"Udah sayang, gak usah diperpanjang masalahnya, kan kamu yang nabrak dia,"Ucap bunga dengan halus.
"Kamu belain dia dari pada aku pacar mu sendiri!!"Lio semakin marah mendengar ucapan Bunga.
__ADS_1
"Bukan gitu sayang,"
"Alah udah deh, kamu suka kan sama dia!!"
"Ini semua gara-gara lo tau ngak?"
"Akan gue buat lo hancur sehancur-hancurnya!!"
"Emang gue takut, coba aja kalau bisa,"Raffa menantang Lio.
Lio pun menelfon papah nya untuk datang ke mall, setelah menunggu beberapa saat papah nya datang bersama beberapa body guard.
"Siapa yang berani menganggu anak saya!!"Ucap papah Lio yang bernma Dio Leonard.
"Saya,"Ucap santai Raffa.
"Berani-berani nya kamu!!!"
"Buat apa saya takut?"
"Gila dia berani banget melawan ceo Leonard,"
"Iya, baru dia yang berani,"
"Padahal ganteng, tapi malah berurusan sama keluarga Leonard,"
Begitulah ucapan mereka yang melihat pertengkaran antara mereka.
"Saya akan membuatmu di tolak kerja dimana-mana,"Ancam papah Lio.
"Coba saja,"
"Kamuu!!!!"Papah Lio sangat geram dengan Raffa.
"Bukan saya yang akan hancur, tapi anda!!"Ucap Raffa dengan nada dingin dengan tatapan tajamnya.
Raffa pun mengambil hp lalu menelfon sekertarisnya.
Tringgg,,,,,
"Halo tuan, ucap sekertaris Raffa di sebrang sana.
"Hemm,,, buat perusahaan Leonard bangkrut, dan buat keluarga nya hancur sehancur-hancurnya.
"Baik, laksanakan tuan,"
Tut,,,,
Telfon pun berakhir, Dio masih dengan wajah songongnya menghina Raffa.
"Anak miskin kaya kamu mana bisa membuat saya bangkrut,"
"Bener pah, dia hanya membual saja,"Ucap mereka dengan kekehan.
Tiba-tiba ponsel Dio berdering, lalu Dio mengangkatnya.
"Hallo, ada apa?"
"Gawat tuan, perusahan kita di serang tuan, sekarang berada di ambang kehancuran,"Ucap sekertaris Dio dengan panik.
Dio melihat Raffa dengan wajah takut.
"Ada apa pah,?"
"Diam anak sialan!!!"
"Papah kok malah bentak-bentak aku,"
"Gara-gara kamu perusahan kita bangkrut, dasar anak tidak berguna!!!"
"Apaaa,,?"Teriak Lio.
"Gak mungkin kan pah dia yang membuat perusahaan kita bangkrut,"
"Diam kamu!!!"
Dio pun menyeret Lio dan membawanya pulang.
Raffa pun hanya diam menyaksikan mereka, Raffa melanjutkan jalan ke kasir.
"Tolong di hitung habis berapa?"
"Baik,"
"Semuanya habis 10juta tuan,"
________
Setelah sampai di rumah Raffa langsung membersihkan diri lalu istirahat.
*Sampai disini dulu ya,,, maaf kalau masih banyak typo*
*Jangan lupa like,komen, vote dan juga saran nya ya*
__ADS_1
*Mohon dukungannya agar author semakin berkembang, dan semangat menulis novelnya*