Sistem Kekayaan

Sistem Kekayaan
System kekayaan-16


__ADS_3

...H...


...a...


...p...


...p...


...y...


...Reading...


.......


.......


.......


...chapter-16...


...______________...


"pelayan, disini mau pesan"


Rendy tanpa mengubris perkataan Alex memanggil pelayan, tak lama pelayan datang dan mereka masing masing pesan,kini menu berada ditangan Aksa


"sa, pesan saja yang kau mau,lagian Alex yang bayar"


ucap Rendy menatap Alex sinis, Aksa tidak suka bagaimana pun Alex baru saja membantunya, tapi Aksa juga tidak segan karena dia punya uang untuk membayar


"saya pesan ini,ini, dan ini ya"


ucap Aksa menunjuk menu dengan harga lumayan,dan tanpa peduli melihat handphone nya lagi


"lihatlah Lex,kamu sok jadi pahlawan kesiangan untuk orang yang juga ikutan menjatuhkan mu"


ujar Rendy dengan nada sarkas pada Alex, tapi Aksa menatapnya sinis, dia tidak terlalu suka ikut campur tapi dia juga tadi ditolong oleh Alex,jadi dia harus membantunya


"kau dasar tidak tahu diuntung, aku tadi membantumu tapi kau..., dasar bajingan!"


Alex memaki Aksa, tapi Aksa tidak peduli,bukannya bodoh atau naif, Aksa baru saja mendapatkan kekayaan mendadak hari ini karena adiknya,dia belum tahu sebesar apa pengaruh adiknya jadi dia tidak bisa sembarangan melawan orang lain,tapi Aksa tidak ada maksud untuk menjatuhkan orang yang pernah membelanya


jadi Aksa tidak peduli dan lebih memilih fokus pada handphone nya, dia membuka satu kontak dan menulis satu pesan

__ADS_1


Aksa'


"bagaimana kalau aku melawan keluarga Aditama?"


^^^Elang'^^^


^^^'''kau tidak perlu khawatir, perusahaan Abraham itu bukan perusahaan yang baru dibangun, tapi itu perusahaan yang kubeli karena ingin bangkrut, tapi itu masih merupakan perusahaan terkenal dan belum diketahui akan bangkrut,dan Aditama adalah perusahaan kecil yang tidak pantas dipandang"^^^


...chat berakhir'...


tidak lama,pesan tersebut dibalas oleh elang, Aksa tersenyum lalu merogoh kantongnya dan mendapati kartu emas yang diberikan elang


aksa melirik Alex yang tengah tertunduk dengan wajah kesal didepannya, Aksa memilih tidak peduli, pesanan tidak lama datang dan Aksa memakan dengan santai dan elegan seperti yang diajarkan oleh elang,entah dari mana adiknya itu belajar fikirnya


Alex menatapnya tidak suka,tapi dia tidak peduli dan tetap melanjutkan makannya dengan tenang, banyak orang menatap nya tidak percaya,dulu Aksa dikenal karena sikap pedulinya, sekarang semua itu hanya tampak seperti ilusi


Aksa yang menyadari sedari tadi, menatap mereka kembali dan berkata"apa yang kalian bengongkan?, ayo makan"


ucap ya santai


"dan Alex,jangan menatapnya seperti itu,aku tidak akan menyuruh mu membayar pesananku"


ucap Aksa datar pada Alex, awalnya mata Alex berbinar namun pada akhirnya dia kembali lesu,Aksa awalnya bingung namun akhirnya dia tahu, kalau makanan Aksa semuanya senilai 30 juta,tapi kalau sisa semuanya menghabiskan 500 juta jika digabungkan, maka 30 juta bukan apa apa


Aksa menatapnya tidak peduli,dia ingin membantu,tetapi uang ini bukan miliknya, dan dia selalu diajarkan,kalau tidak mampu jangan sok sok an, dan kalau gak modal orang jangan sok ngaku sebelum izin pemiliknya


tapi sebelum Aksa membuka handphone,sudah ada notif yang terdengar,Aksa membuka langsung notif chat itu


Elang'


"Pakai aja,lagian itu memang ku isi Dan berikan untukmu, tapi jangan lupa ganti dengan usaha kerasmu"


"lagian hotel ini sudah masuk salah satu yang perusahaan yang kita investasi kan,jadi kau hanya perlu menghubungi no ini,************"


Aksa tersenyum,bisa bisa adiknya ini memperlakukan dia seperti bawahan nya,dasar anak ini semakin menjadi jadi fikirnya


dia menutup handphone nya, lalu berdiri,dia sudah selesai dari tadi dan hanya diam melihat fitur handphone nya cukup banyak


"Aku akan kembali duluan, ada urusan, dan biaya disini sudah kutanggung, kau tidak perlu khawatir Alex"


ucapnya tersenyum tipis pada Alex dan pergi dari sana, namun beberapa orang disana menganggap bahwa Aksa membual tapi hanya Rio yang percaya pada perkataan Aksa


"apa apaan gaya songong itu, dasar tidak tahu diri!"

__ADS_1


hina Rendy setelah Aksa keluar,diluar Aksa masih tidak jauh dari pintu,dan dia mendengar omongan Rendy,namun hanya tersenyum tipis, karena adiknya sudah bilang bagi dan ganti nanti mengapa harus segan


dia menelpon pada orang yang no nya baru saja dikasih oleh elang


sedangkan didalam kamar


"kalian benar benar bodoh!"


ucapnya,dibandingkan Rendy Rio lebih kaya dan pintar namun dia memang tidak pernah memperlihatkan nya, dia bukan tipe anak generasi kedua yang kaya dengan sifat sombong,dia juga dari keluarga miskin dan ayahnya sukses saat dia SMA, barulah dia bisa merasakan kehidupan ini


"apa apaan kamu Rio,siapakah yang kamu bilang bodoh, aku adalah ketua kelas dikuliahan dengan nilai yang tidak jauh lebih rendah dari aksa"


ucap Rendy tidak terima dan menatap tidak suka pada Rio, dia tidak berani macam macam pada Rio,dia tahu identitas Rio dengan baik


"kalian menghina orang yang salah, silahkan liat dibawah"


ucap Rio meninggalkan semua orang,bahkan pacarnya,Rio sedari tadi muak melihat pacarnya yang menatap Aksa memuja, tapi dia bukanlah orang berfikiran sempit dan dia tahu bahwa Aksa tidak salah dalam hal ini,pacarnya saja yang terlalu matre atau dia yang kurang sempurna


semuanya yang ada didalam penasaran apa maksud Rio, yang terkenal miskin juga dulunya, mereka mengikuti Rio keluar dan menuju parkiran


disana mereka melihat Aksa berjalan kearah mobil sport Bugatti Veyron, mereka yang melihatnya tentu langsung berteriak menghentikan Aksa


"angkasa, menjauhlah dari mobil itu, kalau tergores sedikit kau tidak akan mampu menggantinya bahkan kalau kau menjual diri sekalipun"


ucap salah satu siswi bernama Rani, dia adalah primadona yang sedari tadi diam dan hanya menatap Aksa tidak suka


Aksa yang mendengar, hanya menoleh dan tidak perduli dia melanjutkannya tanpa mengubris mereka, Rio mendekat lalu menyerahkan sesuatu pada Aksa


lalu disusul Aksa membuka pintu mobil setelah memencet kuncinya, dan memasukinya, dia sedikit tersenyum pada Rio dan pergi dari sana


elang melihat kejadian dari awal sampai akhir, kotak yang mereka pilih bukan kotak besar juga bukan kotak pribadi sehingga bisa terlihat dari luar, juga ada alat pendengar yang dibawa Aksa untuk memantau


dia tidak terlalu kecewa pada calon rekan bisnis kakaknya itu, yang sudah sedari awal dia rencana kan


.............................................


sorry gess, aku lupa kalau ada novel yang harus ku update karena ujian UAS ini, aku harus membagi waktuku deh


hari ini update banyak kok,paling dikit 3 episode, jadi tunggu terus, karena masih review


dan kenapa aku 2 eps ini cerita tentang kakaknya, aku g ada ide, lagi mikirin ujian nih, tapi eps tentang kakaknya ini akan aku perjelas dieps selanjutnya nya


sorry kalau kakaknya terus dan elang hanya muncul sekali kali ya gess berapa eps kali ini

__ADS_1


tapi nanti bakalan normal, aku juga bingung kok jadi cerita kakaknya, kritik dan sarannya Thor, aku ramah tapi g bisa balas semua komentar kalian


to be continued-->


__ADS_2